Margo Yuwono Dilantik Sebagai Kepala BPS

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 Juni 2021
Margo Yuwono Dilantik Sebagai Kepala BPS

Kepala BPS Margo Yuwono. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa melantik Margo Yuwono sebagai Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menggantikan Kecuk Suhariyanto yang telah memasuki masa pensiun.

Hal ini sesuai Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 79/TPA/2021 tentang pemberhentian dari jabatan pimpinan tinggi utama dan madya dan pengangkatan jabatan tinggi utama di lingkungan BPS.

"Dengan ini, secara resmi melantik Saudara (Margo Yuwono) dalam jabatan yang baru di lingkungan BPS. Saya percaya bahwa Saudara akan melaksanakan tugas sebaik-baiknya sesuai tanggung jawab," kata Suharso di Jakarta, Jumat (25/6).

Baca Juga:

BPS Nilai Daya Beli Kembali Membaik

Suharso berharap Margo dapat menjalankan tugas sebagai Kepala BPS dengan penuh amanah dan mampu melaksanakan peraturan perundang-undangan demi pertumbuhan dan perkembangan BPS yang kredibel.

Ia menuturkan, pemerintah dan seluruh bangsa Indonesia berharap BPS dapat terus terus meningkatkan kiprahnya dalam menghasilkan data yang berkualitas dan terpercaya.

Keberadaan data yang akurat, objektif, cepat dan kredibel, lanjut ia, di era digitalisasi menjadi sangat penting karena pemerintah harus mengambil kebijakan secara cepat dan tepat sasaran sejak tahap perencanaan pelaksanaan hingga pengawasan.

"Terlebih lagi, di masa pandemi COVID-19 maka pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha memerlukan data yang berkualitas serta aktual disertai analisis yang baik," ujarnya.

Suharso mengingatkan, tantangan BPS ke depan kian besar seiring adanya tuntutan peningkatan data yang berkualitas dan beragam.

"Primary concern dari para responden juga menjadi tantangan yang perlu disikapi dengan responsif," tegasnya.

Hal tersebut harus diantisipasi mengingat adanya kasus kebocoran data atau jual beli data pribadi yang tersebar di media massa sehingga sangat meresahkan masyarakat meskipun kejadian ini bukan terjadi di BPS.

"Namun, kejadian itu membuat masyarakat berpikir untuk ikut memberikan data-data yang terkait dengan data pribadi mereka," katanya.

Tak hanya itu, big data dan kemajuan teknologi juga menjadi tantangan tersendiri sehingga BPS harus mampu memanfaatkan big data sebagai alternatif sumber data baru.

"Sumber data baru yang menghasilkan official statistic dengan lebih cepat dan timelaps yang mudah-mudahan mendekati nol," katanya.

Suharso mengucapkan terima kasih atas dedikasi, apresiasi, loyalitas, kerja cerdas, dan kerja keras Suhariyanto selama menjabat sebagai Kepala BPS sejak 2016 sampai Juni 2021.

Kepala Bappenas Suharso Manoarfa. (Foto: Antara)
Kepala Bappenas Suharso Manoarfa. (Foto: Antara)

"Saya menyampaikan terima kasih atas nama pemerintah kepada Pak Suhariyanto selama memimpin dan mengembangkan BPS sehingga meraih beberapa capaian hingga saat ini," katanya dikutip Antara.

Margo merupakan pria kelahiran Blitar, 5 Juni 1963 ini dilantik sebagai Kepala Badan Pusat Statistik pada tanggal 25 Juni 2021.

Ia merupakan lulusan D3 di Akademi Ilmu Statistik Jakarta pada tahun 1986. Kemudian melanjutkan pendidikan sarjananya hingga mendapat gelar Doktor dari Institut Pertanian Bogor Program Studi Ekonomi Pembangunan pada tahun 2012.

Peraih gelar Master Ilmu Pembangunan Wilayah dan Perdesaan IPB ini pernah menjabat berbagai posisi strategis di Badan Pusat Statistik, antara lain Direktur Direktorat Analisis dan Pengembangan Statistik (2014-2016), Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah (2016-2018), Deputi Bidang Statisik Sosial (2018-2020), dan Sekretaris Utama (2018-2021).(*)

Baca Juga:

BPS: Sebagian Besar Kunjungan Wisman Desember 2020 untuk Bisnis

Baca Juga:

#Badan Pusat Statistik (BPS) #Bappenas #Inflasi #Deflasi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Berita
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Dampak ekonomi global terhadap Indonesia pada 2026 mencakup suku bunga AS, inflasi, ekspor komoditas, investasi, dan tantangan APBN.
ImanK - Kamis, 15 Oktober 2026
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Indonesia
Pekan Pertama Oktober, Harga Harga Alami Kenaikan 2 Sampai 9 Persen
Sebanyak 292 kabupaten/kota mengalami kenaikan IPH cabai merah pada minggu pertama Oktober. Sementara itu, cabai rawit tercatat mengalami kenaikan di 259 kabupaten/kota.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
Pekan Pertama Oktober, Harga Harga Alami Kenaikan 2 Sampai 9 Persen
Indonesia
BPS Ungkap Kinerja Perdagangan Indonesia hingga Agustus 2026, Surplus USD 7,25 Miliar
BPS mencatat perdagangan Indonesia surplus USD 7,25 miliar sepanjang Januari-Agustus 2026. Ekspor USD 193,64 miliar dan impor USD 186,39 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
BPS Ungkap Kinerja Perdagangan Indonesia hingga Agustus 2026, Surplus USD 7,25 Miliar
Indonesia
Jamin Bantuan Pemerintah Tetap Diberikan, Data Desil Diperbaharui Tiap 3 Bulan
Guna memastikan validitas data secara berkelanjutan, pemerintah membuka luas akses partisipasi publik melalui berbagai kanal pemutakhiran mandiri.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Jamin Bantuan Pemerintah Tetap Diberikan, Data Desil Diperbaharui Tiap 3 Bulan
Indonesia
DTSEN Terus Dimutakhirkan, BPS Pastikan Keluarga Penerima Bansos Tercatat Akurat
BPS memperkuat DTSEN untuk memperbaiki akurasi data bantuan sosial. Warga dapat mengajukan perbaikan data melalui sejumlah kanal resmi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
DTSEN Terus Dimutakhirkan, BPS Pastikan Keluarga Penerima Bansos Tercatat Akurat
Indonesia
Mayoritas Daerah Alami Kenaikan Harga Pangan
Komoditas yang turut memberikan tekanan di wilayah tersebut antara lain cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, dan daging sapi.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Mayoritas Daerah Alami Kenaikan Harga Pangan
Indonesia
Begini Cara Melihat Beda Data Kemiskinan Ala BPS Dengan Bank Dunia
BPS dan Bank Dunia menggunakan sumber data yang sama, yakni Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Namun, cara pengukuran kemiskinan yang digunakan berbeda karena memiliki tujuan yang berbeda.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 September 2026
Begini Cara Melihat Beda Data Kemiskinan Ala BPS Dengan Bank Dunia
Indonesia
Data Desil Tak Sesuai Kondisi Warga, DPR Minta Kemensos dan BPS Bergerak Cepat
DPR menyoroti ketidaksesuaian data desil yang berpotensi membuat warga miskin kehilangan bansos, subsidi energi, hingga bantuan pendidikan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 04 September 2026
Data Desil Tak Sesuai Kondisi Warga, DPR Minta Kemensos dan BPS Bergerak Cepat
Indonesia
Mendag Ingin Harga Minyak Terkendali, Neraca Perdagangan Bisa Tetap Surplus
Pemerintah tidak hanya mengandalkan kondisi harga minyak untuk menjaga surplus perdagangan, tetapi juga akan terus mendorong peningkatan ekspor.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 02 September 2026
Mendag Ingin Harga Minyak Terkendali, Neraca Perdagangan Bisa Tetap Surplus
Indonesia
BPS Sarankan Warga Ajukan Sanggahan ke Kelurahan bila Keberatan Status Desil
Masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas cek bansos yang disediakan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk mengajukan keberatan terhadap data yang diterima.
Dwi Astarini - Selasa, 01 September 2026
BPS Sarankan Warga Ajukan  Sanggahan ke Kelurahan bila Keberatan Status Desil
Bagikan