Luas Panen Padi Turun 3,16 Persen di Maret 2026

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 04 Mei 2026
Luas Panen Padi Turun 3,16 Persen di Maret 2026

Ilustrasi padi sawah. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi produksi beras nasional periode Januari hingga Juni atau semester I 2026, meningkat menjadi 19,31 juta ton atau naik 0,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono kenaikan tersebut sejalan dengan proyeksi peningkatan produksi padi secara kumulatif sepanjang Januari hingga Juni 2026, dengan produksi padi periode Januari-Juni 2026 diperkirakan mencapai 33,52 juta ton gabah kering giling (GKG), atau naik 0,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada Maret 2026, realisasi luas panen padi diperkirakan mencapai 1,61 juta hektare atau turun 3,16 persen dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 1,67 juta hektare.

Penurunan luas panen tersebut turut menekan produksi padi pada bulan yang sama menjadi 8,75 juta ton GKG, turun 3,69 persen dari 9,08 juta ton GKG pada Maret tahun lalu.

Baca juga:

Cadangan Beras Melimpah Hingga 5 Juta Ton, Indonesia Dinilai Siap Guncang Dunia dengan Swasembada

Tercatat juga, produksi beras pada Maret 2026 diperkirakan sebesar 5,04 juta ton atau turun 3,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara kumulatif, kinerja produksi pada triwulan I tetap menunjukkan tren positif, dengan total luas panen padi sepanjang Januari hingga Maret 2026 mencapai 3,11 juta hektare, tumbuh 9,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 2,84 juta hektare.

Untuk periode April hingga Juni 2026, BPS memperkirakan potensi luas panen padi mencapai 3,16 juta hektare atau turun 7,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Potensi produksi padi pada periode tersebut diproyeksikan sebesar 16,68 juta ton GKG, turun 8,31 persen secara tahunan.

Secara keseluruhan, luas panen padi pada periode Januari hingga Juni 2026 diperkirakan mencapai 6,27 juta hektare, sedikit meningkat 0,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. (*)

#Badan Pusat Statistik (BPS) #Beras #Padi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Jamin Bantuan Pemerintah Tetap Diberikan, Data Desil Diperbaharui Tiap 3 Bulan
Guna memastikan validitas data secara berkelanjutan, pemerintah membuka luas akses partisipasi publik melalui berbagai kanal pemutakhiran mandiri.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Jamin Bantuan Pemerintah Tetap Diberikan, Data Desil Diperbaharui Tiap 3 Bulan
Indonesia
DTSEN Terus Dimutakhirkan, BPS Pastikan Keluarga Penerima Bansos Tercatat Akurat
BPS memperkuat DTSEN untuk memperbaiki akurasi data bantuan sosial. Warga dapat mengajukan perbaikan data melalui sejumlah kanal resmi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
DTSEN Terus Dimutakhirkan, BPS Pastikan Keluarga Penerima Bansos Tercatat Akurat
Indonesia
Pemerintah Perketat Pengawasan Beras Fortifikasi Biar Warga Tidak Tertipu Kandungan Gizi
Beras fortifikasi merupakan beras yang diperkaya zat gizi tertentu untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Pemerintah Perketat Pengawasan Beras Fortifikasi Biar Warga Tidak Tertipu Kandungan Gizi
Indonesia
Pasrikan Ketersediaan, Mentan Amran Gadakan Pasokan Beras Premium di Ritel
Bulog memiliki stok yang cukup untuk memperkuat pasokan ke pasar. Stok beras Bulog saat ini sekitar 4,6 juta ton.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Pasrikan Ketersediaan, Mentan Amran Gadakan Pasokan Beras Premium di Ritel
Indonesia
Di berbagai Daerah Harga Beras Naik 3 Persen, Tertinggi di Papua Pegunungan Capai 47,94 Persen
Sementara harga rata-rata nasional beras premium Rp16.495 per kilogram, sedangkan HET zona 1 yang ditetapkan Rp14.900 per kilogram, zona 2 Rp15.400 dan zona 3 Rp15.800.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Di berbagai Daerah Harga Beras Naik 3 Persen, Tertinggi di Papua Pegunungan Capai 47,94 Persen
Indonesia
Mayoritas Daerah Alami Kenaikan Harga Pangan
Komoditas yang turut memberikan tekanan di wilayah tersebut antara lain cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, dan daging sapi.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Mayoritas Daerah Alami Kenaikan Harga Pangan
Indonesia
Mentan Amran Temukan Dugaan Perubahan Produk Beras Premium Jadi Beras Fortifikasi
"Ternyata ada dugaan (kecurangan beras) beralih dari premium ke fortifikasi. Katanya fortifikasi, setelah kita cek di lab, ada empat lab kredibel, kita cek ternyata tidak sesuai dengan labelnya," ujar Amran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Mentan Amran Temukan Dugaan Perubahan Produk Beras Premium Jadi Beras Fortifikasi
Indonesia
Cara Bulog Kendalikan Harga Beras di Pasar, Gelontorkan 1 Juta Ton Beras Cadangan Pemerintah
Besarnya volume tersebut menunjukkan kapasitas CBP yang dikerahkan untuk memperkuat pasokan pasar, sekaligus menopang akses pangan puluhan juta keluarga penerima manfaat
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 19 September 2026
Cara Bulog Kendalikan Harga Beras di Pasar, Gelontorkan 1 Juta Ton Beras Cadangan Pemerintah
Indonesia
Di Pasar, Beras Premium Diduga Bergeser Jadi Fortifikasi
Amran menyoroti dugaan penjualan beras fortifikasi dengan harga tinggi mencapai Rp 57.000 per kilogram, padahal harga seharusnya berada sekitar Rp 13.000 per kilogram.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
Di Pasar, Beras Premium Diduga Bergeser Jadi Fortifikasi
Indonesia
Beras Fortifikasi Bukan Pengganti Beras Premium, Ini Fungsi Aslinya Menurut Mentan
Hati-hati skandal kecurangan beras fortifikasi palsu! Mentan Amran Sulaiman bongkar modus 25 merek nakal yang jual beras hingga Rp57 ribu per kg. Cek faktanya di sini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 16 September 2026
Beras Fortifikasi Bukan Pengganti Beras Premium, Ini Fungsi Aslinya Menurut Mentan
Bagikan