Marak Dwifungsi Polri, Pengamat Anggap Presiden Jokowi Jadikan Indonesia 'Negara Polisi'

Eddy FloEddy Flo - Minggu, 08 Maret 2020
 Marak Dwifungsi Polri, Pengamat Anggap Presiden Jokowi Jadikan Indonesia 'Negara Polisi'

Pengamat Kepolisian Neta S Pane (MP/Fadli)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Pengamat Kepolisian Neta S Pane menilai, penunjukkan Irjen Antam Novambar sebagai salah satu pejabat teras di Kementerian Kelautan dan Perikanan bisa menimbulkan citra buruk bagi pemerintah.

Antam sendiri pernah mencalonkan diri sebagai Ketua KPK 2019 lalu. Namun, ia gagal di tengah jalan.

Baca Juga:

Tunjuk Irjen Antam Novambar Jadi Pejabat di KKP, Jokowi Dianggap Punya Hutang Budi

Selain Antam, ada nama perwira tinggi polisi lain yang menduduki jabatan strategis yaitu Kepala BIN Jenderal (Purn) Budi Gunawan, Ketua KPK Firli Bahuri, Ketum PSSI Mochammad Iriawan, pejabat Kementerian Perindustrian Komjen Setyo Wasisto, hingga Kepala BNPT Suhardi Alius.

Presidium IPW Neta S Pane kritik Jokowi yang doyan angkat polisi jadi pejabat negara
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane (MerahPutih/Rizki Fitrianto)

Neta melihat, Presiden Joko Widodo seakan pilih kasih dan memberi ruang Polisi 'menguasai' Indonesia mengingat sebelumnya banyak jenderal Bhayangkara itu yang menduduki jabatan strategis.

"Dengan makin banyaknya jenderal polisi menduduki posisi posisi strategis di pemerintahan tentu akan muncul tudingan bahwa Indonesia akan menuju "negara polisi" ," kata Neta kepada merahputih.com di Jakarta, Minggu (9/3).

Neta melanjutkan, jika rezim Jokowi berganti pada 2024 mendatang, bukan mustahil akan terjadi "aksi sapu bersih" terhadap mereka - mereka di Kepolisan yang dianggap 'orangnya' Jokowi.

"Ini nantinya akan menyulitkan generasi generasi polri selanjutnya," sebut Presidium Indonesia Police Watch ini.

Neta meyakini, kedekatan Polri dengan Jokowi tak lepas dari posisi Kepala BIN Budi Gunawan yang dianggap dekat dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Bisa saja muncul rasa cemburu dari jajaran militer karena melihat jenderal polisi dianakemaskan Jokowi," terang Neta.

Praktik difungsikannya jenderal polisi ke dalam departemen atau institusi sipil bukanlah hal baru.

Sejak era presiden Soekarno, Soeharto maupun era Susilo Bambang Yudhoyono, ada jenderal polisi yang dikaryakan ke departemen.

"Memang jumlahnya sangat terbatas. Namun di era Jokowi sangat mencengangkan karena jumlah jenderal polisi yg dikaryakan cukup banyak, lebih dari 25 jenderal, mulai dari menteri, sekjen, dirjen, komisaris, dubes," kata Neta.

"Jadi pertanyaan memang, kenapa Jokowi begitu banyak "menarik" polisi ke dalam lingkungan pemerintahannya," tambah dia.

Neta berharap, kedepannya Jokowi mau mengutamakan diri untuk membuka seluruh elemen bangsa menduduki jabatan strategis. Dengan begitu, azas keadilan dan pemerataan pembangunan dapat tercapai.

Polri mengatakan Antam Novambar tidak perlu berhenti jadi polisi setelah ditunjuk sebagai Plt Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Nantinya, Antam hanya diwajibkan untuk keluar dari institusi Bhayangkara tersebut bila telah ditetapkan Sekjen definitif di kementerian yang kini dipimpin Edhy Prabowo itu.

Antam yang dikenal penghobi motor Vespa ini akan memasuki masa purnatugas atau pensiun pada tahun ini.

Apabila ada sebuah rotasi jabatan atau mutasi, mantan Capim KPK ini akan meninggalkan Polri lalu bertugas di KKP secara penuh, tidak lagi Plt.

Baca Juga:

Kemenkes Gandeng BIN untuk Lacak dan Identifikasi Para Suspect Corona

Antam menggantikan Nilanto Perbowo yang diangkat sebagai Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan. Upacara pelantikan itu dipimpin Menteri KKP Edhy Prabowo.

"Pergantian ini adalah hal normal dalam organisasi, penyegaran," kata Edhy melalui keterangan tertulis, Rabu (26/2).

Irjen Antam Novambar menjabat sebagai Wakabareskrim sejak Juni 2016. Ia sebelumnya ditugaskan sebagai Direktur Tindak Pidana Narkoba.(Knu)

Baca Juga:

Kabareskrim Koordinasi dengan Bea Cukai untuk Tahan Semua Masker Ekspor

#Polri #Neta S Pane #Presiden Jokowi #TNI-Polri
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Berita Foto
Pasca Eksekusi, Personel TNI-Polri Siaga di Kawasan Eks Hotel Sultan Senayan Jakarta
Personel TNI saat berjaga di dalam kawasan eks Hotel Sultan di kawasan Kompleks GBK, Senayan, Jakarta, Jum'at (19/6/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 19 Juni 2026
Pasca Eksekusi, Personel TNI-Polri Siaga di Kawasan Eks Hotel Sultan Senayan Jakarta
Indonesia
DPR Minta Mobil Rantis Dipasangi CCTV, Cegah Objek di Sekitar Jadi Korban
Apabila benar kendaraan tersebut belum dilengkapi sensor pendeteksi objek di sekitar kendaraan, Polri perlu segera melakukan pembenahan.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Juni 2026
DPR Minta Mobil Rantis Dipasangi CCTV, Cegah Objek di Sekitar Jadi Korban
Indonesia
Polri Ajukan Tambahan Anggaran Rp 66,1 Triliun untuk 2027, Siapkan Pengamanan Pemilu 2029
Polri mengusulkan tambahan anggaran Rp66,1 triliun pada 2027. Selain untuk operasional dan pembangunan fasilitas, termasuk untuk mendukung pengamanan Pemilu 2029.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 17 Juni 2026
Polri Ajukan Tambahan Anggaran Rp 66,1 Triliun untuk 2027, Siapkan Pengamanan Pemilu 2029
Indonesia
Polisi yang Jaga Demo BEM SI Dipastikan tak Pakai Senjata Api
Polisi akan menjamin pelaksanaan aspirasi dari mahasiswa berjalan dengan baik.
Dwi Astarini - Jumat, 12 Juni 2026
Polisi yang Jaga Demo BEM SI Dipastikan tak Pakai Senjata Api
Indonesia
Kapolri Peringatkan Massa Demo Reformasi Jilid II jangan Anarkistis
Polri akan tetap menjalankan tugasnya untuk mengawal setiap kegiatan penyampaian pendapat agar berlangsung kondusif.
Dwi Astarini - Jumat, 12 Juni 2026
Kapolri Peringatkan Massa Demo Reformasi Jilid II jangan Anarkistis
Indonesia
DPR Janji UU Kepolisian Terbaru Bikin Wajah Polri Bebas Citra Negatif
Aturan terkini turut merombak total struktur Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas)
Angga Yudha Pratama - Kamis, 11 Juni 2026
DPR Janji UU Kepolisian Terbaru Bikin Wajah Polri Bebas Citra Negatif
Indonesia
Komisi I DPR Minta TNI-Polri Perkuat Sinergi Tangani Begal
Sinergi tersebut perlu terus ditingkatkan agar mampu memberikan rasa aman yang lebih optimal kepada masyarakat.
Dwi Astarini - Kamis, 11 Juni 2026
Komisi I DPR Minta TNI-Polri Perkuat Sinergi Tangani Begal
Indonesia
Politikus Gerindra KlaimPolri Aktif di Jabatan Sipil Sesuai Putusan MK
Pasal 28A dalam UU Polri yang baru merupakan tindak lanjut atas Putusan MK Nomor 114/PUU-XXIII/2025 dan Putusan MK Nomor 223/PUU-XXIII/2025.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 10 Juni 2026
Politikus Gerindra KlaimPolri Aktif di Jabatan Sipil Sesuai Putusan MK
Indonesia
Dukung Perpanjangan Usia Pensiun Polisi, Pengamat: Pengalamannya Dibutuhkan
Polisi bukan hanya soal kekuatan fisik. Dalam banyak kasus, yang dibutuhkan ialah pengalaman, kebijaksanaan, kemampuan berkomunikasi, dan pemahaman terhadap karakter masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 09 Juni 2026
Dukung Perpanjangan Usia Pensiun Polisi, Pengamat: Pengalamannya Dibutuhkan
Indonesia
UU Polri Baru Disepakati, Mensesneg Klaim Aturan Usia Pensiun Sesuai Kebutuhan Institusi
UU Polri terbaru juga memberi kewenangan kepada presiden memperpanjang masa dinas perwira tinggi bintang empat.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 09 Juni 2026
UU Polri Baru Disepakati, Mensesneg Klaim Aturan Usia Pensiun Sesuai Kebutuhan Institusi
Bagikan