Kesehatan

Manfaat Kiwi untuk Kehamilan

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 15 Agustus 2022
Manfaat Kiwi  untuk Kehamilan

Kiwi bagus untuk dikonsumsi oleh ibu hamil. (Pexels/pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ADA baiknya ibu hamil lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan dan minuman. Sebab kesehatan janin harus dijaga agar bisa bertumbuh dan berkembang dengan baik. Makanan dan Minuman yang baik dan sehat biasanya menjadi konsumsi sehari-hari bagi ibu yang sedang mengandung.

Dikutip Dr Health Benefit, salah satu cara untuk memberikan nutrisi untuk bayi yaitu dengan mengonsumsi buah-buahan. Namun, tidak semua buah aman untuk dikonsumsi selama kehamilan. Buah yang aman dikonsumsi pada saat mengandung, salah satunya kiwi.

Baca Juga:

Berencana Hamil Anak Kedua? Berikut yang Harus Kamu Pertimbangkan

Kiwi sangat direkomendasikan untuk ibu hamil karena mengandung vitamin dan mineral. Seperti vitamin C, A, E, K, folat, kalium, zat besi, tembaga, magnesium, fosfor, dan kolin.

Banyak vitamin yang terkandung dari Kiwi seperti Vitamin C, E, K, dan masih banyak lagi. (Pexels/jj jordan)


1. Menjaga kesehatan kardiovaskular

Dengan mengonsumsi dua hingga tiga buah kiwi sehari, bisa membantu menurunkan kadar lemak juga membantu pengenceran darah. Dengan begitu, kesehatan jantung ibu hamil terjaga. Kiwi juga memiliki kadar potasium tinggi yang efektif untuk menurunkan tekanan darah serta mencegah serangan jantung mendadak.

2. Menjaga tulang agar tetap kuat

Buah kiwi yang kaya akan vitamin K, sangat bermanfaat untuk membangun tulang kuat. Hal ini juga mempercepat proses penyembuhan tubuh dan mengurangi pembekuan darah. Selama kehamilan, jumlah vitamin K yang cukup juga dibutuhkan pada saat persalinan karena tubuh akan kehilangan banyak darah.

Baca Juga:

Bahaya Hipertensi Untuk Ibu Hamil dan Janin

Kiwi bisa dikonsumsi secara langsung ataupun di buat jus. (Pexels/any lane)


3. Perlindungan terhadap kerusakan radikal

Selain vitamin dan mineral, kiwi juga kaya akan antioksidan. Antioksidan sangat penting untuk mengurangi kerusakan sel akibat oksidasi. Pada ibu hamil, risiko stres oksidatif cenderung tinggi dan dapat ditangani secara efektif dengan mengonsumsi kiwi. Buah yang tinggi vitamin C ini membantu memperbaiki sel dan merangsang pertumbuhan baru.

4. Mengurangi risiko stretch mark

Ada beberapa penelitian yang membuktikan bahwa mengonsumsi kiwi secara teratur akan dapat mengurangi risiko stretch mark saat melahirkan. Hal ini merangsang pembentukan kolagen yang bertanggung jawab untuk elastisitas kulit. Oleh karena itu, risiko terkena stretch mark juga akan berkurang. Tidak hanya itu, disarankan juga untuk mengoleskan krim pelembap pada area perut agar khasiat kiwi untuk mengurangi risiko stretch mark maksimal. (yos)

Baca Juga:

Kulit Mulus Bebas Stretch Mark di Masa Kehamilan

#Kesehatan #Ibu Hamil
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
Puan Soroti Kematian Ibu Hamil Usai Ditolak 4 RS di Jayapura, Minta Evaluasi Total Layanan Kesehatan 3T
Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti kematian ibu hamil usai ditolak empat rumah sakit di Jayapura, Papua.
Soffi Amira - Selasa, 25 November 2025
Puan Soroti Kematian Ibu Hamil Usai Ditolak 4 RS di Jayapura, Minta Evaluasi Total Layanan Kesehatan 3T
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Bagikan