Kesehatan

Mana Lebih Bermanfaat, Lari Pagi atau Sore?

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Minggu, 18 September 2022
Mana Lebih Bermanfaat, Lari Pagi atau Sore?

Lari di pagi dan sore hari ternyata punya manfaat yang berbeda. (Foto: Pexels/Andrea Piacquadio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SUDAH menjadi rahasia umum kalau lari atau jogging adalah salah satu olahraga yang paling mudah untuk dilakukan. Selain murah meriah, bahkan nyaris tanpa modal, jogging juga memiliki sederet manfaat asal dilakukan dengan konsisten.

Menurut Healthline, jogging secara rutin bisa membuat berat badanmu berkurang, meningkatkan imunitas tubuh, mengurangi rasa stres, serta membuat tubuh tetap aktif dan lincah saat menua.

Sayangnya, tidak semua orang punya waktu luang yang sama untuk berlari secara rutin tiap harinya. Akhirnya, ada yang memutuskan untuk berlari di pagi hari. Namun, ada pula yang memutuskan untuk lari di sore hingga malam hari.

Hal ini pun menimbulkan perdebatan. Waktu lari manakah yang sebenarnya lebih sehat dan bermanfaat? Mengacu laman PharmEasy, jogging di pagi dan sore hari punya manfaat yang berbeda-beda.

Baca juga:

Jenis Cedera Paling Sering Dialami Pelari

Mana Lebih Bermanfaat, Lari Pagi atau Sore?
Lari di pagi hari baik untuk menurunkan berat badan serta mengurangi depresi. (Foto: Pexels/Ketut Subiyanto)

Ada sederet manfaat fisik dan mental yang bisa kamu rasakan ketika memutuskan untuk lari di pagi hari. Lari pagi bagus untukmu yang sedang dalam program diet. Orang-orang biasanya lari pagi dalam keadaan perut kosong sebelum sarapan.

Oleh sebab itu, untuk menjagamu tetap berenergi selama berolahraga, tubuh akan membakar banyak lemak yang tersimpan. Selain itu, di pagi hari udara juga masih segar. Ketika berlari, otot-otot di tubuh akan menerima lebih banyak oksigen yang dapat meningkatkan kekuatannya.

Hal ini juga akan membantu metabolisme terbentuk dan membuatmu bertenaga sepanjang hari. Bahkan, beberapa penelitian juga menunjukkan kalau berlari antara pukul 5 sampai 8 pagi bisa membantu menurunkan tekanan darah.

Manfaat lari pagi bagi kesehatan mental adalah dapat membantumu mengatasi stres dan depresi. Ketika bangun tidur, hormon kortisol penyebab stres sedang berada di level yang tinggi. Nah, dengan berlari, tubuh akan menghasilkan hormon endorfin atau hormon kebahagiaan.

Baca juga:

5 Tips Biar Pas Lari Enggak Gampang Capek

Mana Lebih Bermanfaat, Lari Pagi atau Sore?
Sedangkan, lari di sore hari baik untuk ketahanan dan kekuatan tubuh serta mengurang risiko cedera. (Foto: Pexels/Pixabay)

Bagaimana dengan jogging di sore hingga malam hari? Waktu lari ini juga punya manfaatnya sendiri, loh. Lari pada pukul 5 sore hingga 7 malam ternyata bisa melatih serta meningkatkan keseimbangan, fleksibilitas, dan kekuatan. Hal ini terjadi karena hormon testosteron dan kortisol berada di level yang optimal sehingga bisa bermanfaat untuk melatih kekuatan diri.

Selain itu, menurut banyak peneliti, setiap organ tubuh memiliki 'jam' biologisnya sendiri di mana mereka bekerja secara optimal. Nah, waktu terbaik bagi paru-paru dalam bekerja adalah sore hari. Hal ini bisa membantumu untuk lari lebih lama dalam keadaan yang fit.

Manfaat terakhir adalah kamu bisa mengurangi risiko cedera jika jogging di sore atau malam hari. Misalnya dari kram otot atau terkilir. Sebab, tubuhmu telah melalui ‘pemanasan’ dengan melakukan banyak aktivitas selama seharian sehingga tubuh tidak akan terkejut lagi jika tiba-tiba diajak berlari.

Kesimpulannya, lari di pagi dan sore hari sama-sama punya manfaat. Hanya manfaatnya saja yang berbeda. Keputusannya tentunya berbalik pada dirimu sendiri. Apa tujuan olahragamu dan manfaat mana yang ingin kamu rasakan? (mcl)

Baca juga:

Mana Lebih Baik untuk Kesehatan Tubuh, Bersepeda atau Lari?

#Olahraga #Kesehatan #Lari Pagi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Catat Rekor Para Renang Asia Baru, Maulana Rifky Sapu Bersih 2 Emas Indonesia
Maulana Rifky Yavianda sabet 2 emas & rekor Asia baru di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026. Kalahkan wakil tuan rumah Jepang. Simak selengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 20 Oktober 2026
Catat Rekor Para Renang Asia Baru, Maulana Rifky Sapu Bersih 2 Emas Indonesia
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Olahraga
Menpora Erick Thohir Lepas 103 Atlet Asian Para Games Jepang, Tegaskan Bonus Sama dengan Asian Games
Pemerintah terus mendukung National Paralympic Committee Indonesia untuk bisa terus mengirimkan atlet terbaik.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Menpora Erick Thohir Lepas 103 Atlet Asian Para Games Jepang, Tegaskan Bonus Sama dengan Asian Games
Olahraga
Indonesia Raih 5 Emas Asian Games 2026, Ketum NOC Soroti Sistem Pembinaan Olahraga
Tantangan yang lebih besar yakni bagaimana prestasi tersebut diperluas ke lebih banyak cabang olahraga dan bisa dipertahankan dalam jangka panjang.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Indonesia Raih 5 Emas Asian Games 2026, Ketum NOC Soroti Sistem Pembinaan Olahraga
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Olahraga
Peringkat FIFA Timnas Indonesia Naik, Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026
Dengan koleksi poin tersebut, peringkat FIFA Timnas Indonesia kini ada di posisi 117.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Peringkat FIFA Timnas Indonesia Naik, Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Bagikan