Kesehatan

5 Tips Biar Pas Lari Enggak Gampang Capek

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Sabtu, 29 Mei 2021
5 Tips Biar Pas Lari Enggak Gampang Capek

Jadikan lari sebagai sesuatu yang menyenangkan. (Foto: Unsplash/Fitsum Admasu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

OLAHRAGA lari seringkali dijadikan alternatif paling mudah buat kamu yang ingin melakukan aktivitas fisik. Meski kesannya hanya melangkahkan kaki, lari memerlukan lebih dari sekadar niat, terutama jika kamu tidak terbiasa berolahraga sebelumnya.

Mengutip laman Hellosehat, yuk simak tips biar tubuhmu enggak gampang capek pas lagi lari.

Baca juga:

3 Sepatu Lari Terbaik, Ada yang Pecahkan Rekor Maraton

1. Cek kondisi kesehatan

5 Tips Biar Pas Lari Enggak Gampang Capek
Cek kesehatanmu. (Foto: Unsplash/Online Marketing)


Kalau kamu sudah lama tidak aktif dalam melakukan olahraga, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mulai lari untuk mengetahui kondisi kesehatanmu. Hal ini perlu kamu lakukan terlebih jika sudah berusia di atas 40 tahun, mengalami obesitas, atau memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga.

Kalau dokter sudah mengizinkannya, lakukan aktivitas untuk meningkatkan kebugaran tubuh ini secara berhati-hati. Lakukan secara perlahan dengan intensitas rendah, sambil memperhatikan kondisi tubuhmu apakah ada gangguan atau tidak.

2. Memakai sepatu lari yang benar

5 Tips Biar Pas Lari Enggak Gampang Capek
Pilih sepatu lari yang nyaman dan benar. (Foto: Unsplash/Malik Skydsgaard)


Ternyata, enggak semua sepatu bisa digunakan untuk lari lho. Penggunaan sepatu lari yang keliru dan teknik lari yang tergesa-gesa sering kali menjadi penyebab cedera. Semua orang berlari dengan cara yang berbeda. Pronasi atau gerakan mengayuh ke dalam dari telapak kaki ketika berlari, beberapa orang bisa berlebihan atau malah kurang.

Sepatu lari yang keliru juga bisa menyebabkan nyeri setiap kali kamu bergerak, sehingga mungkin saja mengurangi motivasi terutama jika kamu adalah pelari pemula.

3. Pilih tempat lari yang aman

5 Tips Biar Pas Lari Enggak Gampang Capek
Lari di kompleks perumahan. (Foto: Unsplash/Emma Simpson)


Umumnya berlari adalah aktivitas luar ruangan atau outdoor, sehingga kamu perlu memilih tempat yang aman untuk menghindari risiko kecelakaan. Sebelum belari, pastikan kamu sudah memetakan beberapa rute yang aman dan bebas lalu lintas. Mudah kok, pilih saja rute di sekitar area kompleks perumahan atau taman kota yang memiliki lintasan larinya.

Baca juga:

Yogyakarta Gelar Lomba Lari Candi Konsep Normal Baru

4. Mulai dengan berjalan

5 Tips Biar Pas Lari Enggak Gampang Capek
Dimulai dengan berjalan. (Foto: Unsplash/Arek Adeoye)


Bisa saja sih langsung berlari, tapi ingat ada konsekuensinya. Sebagai pemula yang jarang berolahraga sebelumnya, kondisi tubuhmu saat ini belum terbiasa dan mudah mengalami cedera saat berlari. Salah satu tips lari untuk pemula adalah memulainya dengan berjalan. Berjalan memiliki gerak yang hampir sama dengan tekanan pada tulang dan sendi. Namun, jangan berjalan seakan sedang jalan-jalan santai di mall, justru kau harus berjalan cepat dan bertempo.

5. Hindari lari terburu-buru

5 Tips Biar Pas Lari Enggak Gampang Capek
Pelan tapi pasti. (Foto: Unsplash/Swapnll Dwivedi)


Tenang, enggak ada yang dikejar kok. Langsung lari jarak jauh bisa menyebabkan cedera lari berkepanjangan. Tujuan lari adalah untuk membuatmu menjadi lebih sehat dan bukan sebaliknya. Jangan terburu-buru ingin cepat sampai garis finish, tapi tingkatkan jarak tkempuh dan durasi berlari secara bertahap. (and)

Baca juga:

Lari Pagi Efektif Menurunkan Berat Badan? Ini Kata Dokter

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan