Malaysia Panggil Menteri Luar Negeri se-Asia Tenggara Demi Redam Amarah Kamboja-Thailand di Perbatasan

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Minggu, 21 Desember 2025
Malaysia Panggil Menteri Luar Negeri se-Asia Tenggara Demi Redam Amarah Kamboja-Thailand di Perbatasan

Sebuah unit militer Thailand melepaskan tembakan ke arah Kamboja dengan artileri berat di Provinsi Surin, Thailand, Jumat (25/7/2025). ANTARA FOTO/REUTERS/Athit Perawongmetha/agr/am.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Malaysia dalam kapasitasnya sebagai Ketua ASEAN 2025, mengambil langkah proaktif dengan menyelenggarakan Pertemuan Khusus Menteri Luar Negeri ASEAN di Kuala Lumpur pada Senin (22/12).

Agenda utama pertemuan ini adalah membahas eskalasi situasi terkini terkait sengketa wilayah perbatasan antara Kamboja dan Thailand yang kian memanas.

"Pertemuan khusus ini diselenggarakan berdasarkan keputusan Perdana Menteri Malaysia, Kamboja, dan Thailand pada 11 Desember 2025," tulis Kementerian Luar Negeri Malaysia dalam keterangan resminya.

Baca juga:

Konflik Kamboja dan Thailand Bikin Sekolah Tutup, Ratusan Warga Mengungsi

Misi De-eskalasi dan Sentralitas ASEAN

Pertemuan yang akan dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Malaysia, Dato’ Seri Utama Haji Mohamad bin Haji Hasan, ini dirancang sebagai wadah strategis bagi para diplomat tinggi Asia Tenggara untuk bertukar perspektif.

Fokus utamanya adalah merumuskan langkah konkret guna mendukung penghentian permusuhan dan menciptakan stabilitas jangka panjang di antara kedua negara anggota tersebut demi kepentingan kawasan yang lebih luas.

Langkah ini juga dipandang sebagai ujian nyata bagi sentralitas ASEAN dalam menangani konflik internal secara mandiri. Malaysia berkomitmen memfasilitasi dialog konstruktif agar kedua belah pihak tetap menjunjung tinggi prinsip hukum internasional dan hubungan bertetangga yang baik.

Baca juga:

NOCC Akui Kamboja Mundur dari SEA Games Thailand karena Desakan Keluarga Atlet

Pembatasan Liputan karena Isu Sensitif

Mengingat tingginya sensitivitas materi yang dibahas, otoritas Malaysia dilaporkan melakukan pembatasan ketat terhadap akses peliputan bagi jurnalis mancanegara dan lokal.

Kebijakan ini diambil guna menjaga kerahasiaan proses negosiasi yang bersifat sangat krusial bagi keamanan regional.

"Untuk sementara ini otoritas Malaysia hanya memperkenankan media resmi milik pemerintah Malaysia untuk melakukan peliputan, untuk tetap memastikan adanya pemberitaan visual dan faktual terkait pertemuan tersebut," tandas informasi tersebut.

#Kamboja #Konflik Thailand - Kamboja #ASEAN
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: ASEAN Prediksi Indonesia Akan Bangkrut Tahun 2030 Gara-gara Terlilit Utang
Ini dalam informasi yang diunggah akun Facebook “Herna Rizky”.
Frengky Aruan - Jumat, 29 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: ASEAN Prediksi Indonesia Akan Bangkrut Tahun 2030 Gara-gara Terlilit Utang
Indonesia
KTT ASEAN di Filipina Sepakati Perjanjian Kerangka Keamanan Minyak Bumi
Para pemimpin ASEAN juga membahas upaya memperkuat stabilitas kawasan, termasuk perkembangan situasi di Myanmar
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 09 Mei 2026
KTT ASEAN di Filipina Sepakati Perjanjian Kerangka Keamanan Minyak Bumi
Indonesia
Presiden Prabowo Ajak ASEAN Perkuat Pangan Lokal, Hadapi Dampak El Nino
Presiden kemudian menyampaikan kepemimpinan aktif pemerintah dibutuhkan dalam membangun ketahanan pangan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 08 Mei 2026
Presiden Prabowo Ajak ASEAN Perkuat Pangan Lokal, Hadapi Dampak El Nino
Indonesia
Prabowo Hadiri Sesi Retreat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN
Prosesi keprotokolan dimulai dengan persiapan sesi foto bersama yang melibatkan seluruh pemimpin negara Asia Tenggara sebagai simbol kebersamaan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 08 Mei 2026
Prabowo Hadiri Sesi Retreat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Pimpin Negara ASEAN Rebut Laut China Selatan
Beredar informasi yang menyebut Indonesia pimpin negara ASEAN untuk mengambil alih Laut China Selatan. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 08 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Indonesia Pimpin Negara ASEAN Rebut Laut China Selatan
Indonesia
Prabowo Ajak Negara ASEAN Kembangkan Ketahanan Energi di Pulau Borneo
Prabowo mendorong langkah konkret untuk mempercepat pengembangan energi bersih di kawasan seperti pengembangan tenaga air di Borneo
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 07 Mei 2026
Prabowo Ajak Negara ASEAN Kembangkan Ketahanan Energi di Pulau Borneo
Indonesia
Para Pimpinan ASEAN Berkumpul di Cebu Filipina
Filipina akan mendorong pembahasan terkait ketahanan energi di tengah krisis pasokan minyak global akibat konflik di Timur Tengah.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 07 Mei 2026
Para Pimpinan ASEAN Berkumpul di Cebu Filipina
Indonesia
4.677 WNI Dapat Penghapusan Denda Pemerintah Kamboja, Proses Pemulang Bisa Lebih Cepat
KBRI mengatakan kebijakan itu juga mempersingkat rangkaian proses deportasi yang dalam kondisi normal dapat mencapai lebih dari enam bulan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 April 2026
4.677 WNI Dapat Penghapusan Denda Pemerintah Kamboja, Proses Pemulang Bisa Lebih Cepat
Indonesia
Jakarta Peringkat 2 Kota Teraman di ASEAN, Ungguli Bangkok hingga Kuala Lumpur
Jakarta menjadi kota kedua teraman di ASEAN. Jakarta sendiri mengungguli Bangkok hingga Kuala Lumpur.
Soffi Amira - Rabu, 08 April 2026
Jakarta Peringkat 2 Kota Teraman di ASEAN, Ungguli Bangkok hingga Kuala Lumpur
Indonesia
Jakarta Jadi Kota Teraman Kedua di ASEAN 2026, Pramono Anung: Saya Juga Surprise
Jakarta masuk peringkat 2 kota teraman di ASEAN versi Global Residence Index 2026. Pramono Anung mengaku terkejut dan sebut faktor toleransi jadi kunci.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 07 April 2026
Jakarta Jadi Kota Teraman Kedua di ASEAN 2026, Pramono Anung: Saya Juga Surprise
Bagikan