Makna 'Hand Bouquet' Bhineka Tunggal Ika yang Diberikan untuk Paus Fransiskus

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 03 September 2024
Makna 'Hand Bouquet' Bhineka Tunggal Ika yang  Diberikan untuk Paus Fransiskus

Paus Fransiskus saat tiba di Indonesia (Tangkapan layar youtube Komsos KWI)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemimpin tertinggi Gereja Katolik Paus Fransiskus menerima hand bouquet saat tiba di Indonesia pada Selasa (3/9).

Hand bouquet bermakna Bhinneka Tunggal Ika dari dua anak Indonesia yakni Mary Lourdes Wicaksono Atmojo dan Irfan Wael.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bunga tangan ini terbuat dari sayur, buah, dan tanaman rempah asli yang mewakili berbagai suku bangsa dan adat di Indonesia. Sayur dan buah dipilih sebagai simbol Indonesia yang merupakan negara agraris.

Selain itu, anyaman daun kelapa yang membungkus rangkaian menyimbolkan Indonesia sebagai negara maritim.

Baca juga:

Ratusan Orang Histeris Lihat Kedatangan Paus Fransiskus di Kedubes Vatikan

Padi, bunga kapas, dan daun beringin ada di tengah rangkaian merupakan simbol dari Pancasila, yakni dasar negara Indonesia.

Lalu, pita merah dan putih yang tersemat di bagian bawah rangkaian bunga menjadi simbol dari ikatan persatuan Indonesia dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Rangkaian bunga ini sendiri dibuat oleh Ivan Linggar, seorang desainer dan arsitek lulusan SMU Gonzaga Jakarta dan Universitas Katolik Parahyangan Bandung.

Dalam bunga tangan ini memakai bahan yang dapat digunakan kembali dan tak memakai bunga potong seperti rangkaian bunga pada umumnya.

Baca juga:

Paus Fransiskus Tiba di Jakarta, 8 Keberangkatan Kereta dari Gambir Juga akan Berhenti di Jatinegara

Paus Fransiskus melakukan perjalanan apostolik ke Asia Pasifik pada September 2024, dengan Indonesia sebagai negara pertama yang dikunjungi dari total empat negara, termasuk Papua Nugini, Timor Leste, dan Singapura.

Kunjungan ini berlangsung dari tanggal 3 hingga 6 September 2024, dan akan menjadi perjalanan ketiga bagi Paus ke Indonesia setelah kunjungan Paus Paulus VI pada tahun 1970 dan Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1989.

Perjalanan ini akan berlangsung selama 11 hari, dari 3 hingga 13 September 2024, menjadi perjalanan terpanjang Paus berusia 87 tahun ini dalam memimpin umat Katolik selama 11 tahun terakhir.

#Paus Fransiskus
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Dokumenter 'Aldeas, the Final Dream of Pope Francis' Tayang Perdana di Vatikan, Ungkap Pesan Terakhir Paus Fransiskus
Film dokumenter Aldeas menghadirkan kesaksian terakhir Paus Fransiskus. Diproduseri Martin Scorsese, tayang perdana di Vatikan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Dokumenter 'Aldeas, the Final Dream of Pope Francis' Tayang Perdana di Vatikan, Ungkap Pesan Terakhir Paus Fransiskus
Dunia
Ziarah ke Makam Paus Fransiskus, Presiden Abbas: Beliau Akui Palestina tanpa Harus Diminta
Presiden Palestina Mahmoud Abbas terlihat meletakkan buket bunga di atas makam sederhana berlapis marmer putih dengan ukiran nama Franciscus
Wisnu Cipto - Jumat, 07 November 2025
Ziarah ke Makam Paus Fransiskus, Presiden Abbas: Beliau Akui Palestina tanpa Harus Diminta
Indonesia
Ketua KWI Sebut Paus Leo XIV Manusia Biasa, Ajak Indonesia Atasi Kemiskinan Spiritual Bersama-sama
Menurut Subianto, semangat pelayanan yang ditunjukkan Paus Leo XIV merupakan kelanjutan dari ajaran Paus Fransiskus sebelum meninggal dunia.
Frengky Aruan - Sabtu, 10 Mei 2025
Ketua KWI Sebut Paus Leo XIV Manusia Biasa, Ajak Indonesia Atasi Kemiskinan Spiritual Bersama-sama
Dunia
Vatikan Bersiap untuk Konklaf, Kapel Sistina Dikunci, 6 Nama Mencuat Jadi Calon Kuat
Kapel Sistina telah disiapkan untuk pemilihan paus baru sejak Selasa (6/5).
Dwi Astarini - Rabu, 07 Mei 2025
 Vatikan Bersiap untuk Konklaf, Kapel Sistina Dikunci, 6 Nama Mencuat Jadi Calon Kuat
Dunia
Kardinal Terpidana Tuntut Hak Ikut Konklaf, Picu Ketegangan Baru di Vatikan
Ia sebelumnya dicopot Paus Fransiskus dari seluruh hak dan keistimewaan sebagai kardinal pada 2020.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Mei 2025
 Kardinal Terpidana Tuntut Hak Ikut Konklaf, Picu Ketegangan Baru di Vatikan
Dunia
Jelang Konklaf, para Kardinal Masuk Karantina, Bersumpah tidak Kontak dengan Dunia Luar
Konklaf dijadwalkan dimulai di balik pintu tertutup Kapel Sistina pada Rabu (7/5) sore waktu setempat.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Mei 2025
 Jelang Konklaf, para Kardinal Masuk Karantina, Bersumpah tidak Kontak dengan Dunia Luar
Dunia
Trump Unggah Gambar AI Dirinya Jadi Paus di Instagram, Uskup Katolik New York Protes
Donald Trump memicu kontroversi setelah mengunggah gambar AI dirinya sebagai paus.
Hendaru Tri Hanggoro - Senin, 05 Mei 2025
Trump Unggah Gambar AI Dirinya Jadi Paus di Instagram, Uskup Katolik New York Protes
Fun
Dokumenter Terakhir Paus Fransiskus Garapan Martin Scorsese Libatkan Remaja Indonesia, Berkisah tentang Dialog Kebudayaan
aus Fransiskus dan Martin Scorsese bekerja sama dalam dokumenter Aldeas, menampilkan kisah anak muda Indonesia, Italia, dan Gambia lewat film pendek penuh makna.
Hendaru Tri Hanggoro - Jumat, 02 Mei 2025
Dokumenter Terakhir Paus Fransiskus Garapan Martin Scorsese Libatkan Remaja Indonesia, Berkisah tentang Dialog Kebudayaan
Dunia
Konklaf Dimulai 7 Mei, para Kardinal Bersiap mulai dari Saling Mengenal hingga Jalin Persatuan untuk Lanjutkan Legasi Paus Fransiskus
Ada harapan untuk persatuan.
Dwi Astarini - Rabu, 30 April 2025
 Konklaf Dimulai 7 Mei, para Kardinal Bersiap mulai dari Saling Mengenal hingga Jalin Persatuan untuk Lanjutkan Legasi Paus Fransiskus
Dunia
Konklaf Pemilihan Paus Dimulai 7 Mei, Vatikan Pasang Penghambat Informasi dan Pemblokiran Frekuensi untuk Cegah Kebocoran
Terdapat 135 kardinal yang memenuhi kriteria sebagai kardinal elektor atau punya hak pilih dan dipilih, salah satunya Ignatius Suharyo dari Indonesia.
Frengky Aruan - Selasa, 29 April 2025
Konklaf Pemilihan Paus Dimulai 7 Mei, Vatikan Pasang Penghambat Informasi dan Pemblokiran Frekuensi untuk Cegah Kebocoran
Bagikan