MAKI Pertanyakan Penanganan Kasus LNG di KPK
KPK.(Foto: Antara)
MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan sedang menangani kasus dugaan korupsi pengadaan Liquefied Natural Gas (LNG) di PT Pertamina (Persero). Kasus ini diyakini merupakan pelimpahan kasus serupa yang ditangani Kejaksaan Agung.
Dikabarkan, Pertamina memiliki dua kontrak jual beli LNG, yaitu antara Corpus Christi Liquefaction yang merupakan anak usaha Cheniere Energy, Inc (USA). Kemudian kedua perusahaan menandatangani, Sales and Purchase Agreement (SPA) Train 1 pada 4 Agustus 2014. Lalu, kontrak kedua yakni LNG dari Mozambique LNG1 Company Pte Ltd.
Baca Juga:
KPK Panggil Wakil Bupati Mamberamo Tengah
Sementara penandatanganan SPA Train 2 dengan perusahaan yang sama ditandatangani pada 1 Juli 2014. SPA adalah perjanjian jual beli yang dilakukan antara kedua belah pihak tentang sebuah kesepakatan pembelian barang.
"Saya ikut mengawal kasus ini di Kejagung, beberapa kali diskusi dengan para penyidiknya tentang bagaimana proses ini, dan sudah selesai penyelidikannya. Tiba-tiba KPK meminta untuk juga melakukan penanganan perkara," ujar Koordinator MAKI Boyamin Saiman dalam keterangannya, Rabu (3/8).
Boyamin menyebut, kasus LNG yang ditangani oleh Kejagung adalah LNG dari Mozambique. Namun, dirinya tidak mengetahui secara jelas soal kasus LNG yang tengah dikerjakan KPK.
"Yang dikerjakan juga enggak jelas," kata Boyamin
Kontrak dengan LNG Mozambique, kata ia, SPA kerja samanya ditandatangani pada 29 Januari 2016. Dalam perjanjian itu, Pertamina akan membeli LNG dari Corpus Christi dan LNG Mozambique dengan jangka waktu 20 tahun. (*)
Baca Juga:
KPK Sita Aset Senilai Rp 104,8 Miliar Milik Bupati Probolinggo
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
KPK: Keterangan Eks Menpora Dito Perkuat Dugaan Korupsi Kuota Haji
Diperiksa KPK soal Kuota Haji, Eks Menpora Dito Ungkap Isi Pertemuan di Arab Saudi saat Dampingi Jokowi
Menpora Dito Ariotedjo Penuhi Panggilan KPK, Akui Ikut Rombongan Jokowi ke Arab Saudi
KPK Restui Tanah Koruptor untuk Perumahan Rakyat, DPR Sebut Lebih Bermanfaat bagi Masyarakat
Mantan Menpora Dito Dipanggil KPK di Kasus Kuota Haji
KPK Ungkap Sudewo sudah Dibidik Sejak 2025, sebelum OTT di Pati
KPK Telusuri Keterlibatan Anggota Komisi V DPR Lain dalam Kasus Suap Proyek DJKA Kemenhub
KPK Geledah Rumah Orang Kepercayaan Wali Kota Madiun, Bawa Duit dan Bukti Elektronik
Bupati Pati Sudewo Jadi Tersangka KPK, Gerindra Proses Status Keanggotaan
2 Orang Tim Sukses Bupati Pati Sudewo Ditetapkan Tersangka Pemerasan