Mahasiswa UNS Surakarta Nilai UU Ciptaker Berpotensi Tingkatkan Jumlah Kemiskinan

Andika PratamaAndika Pratama - Selasa, 06 Oktober 2020
Mahasiswa UNS Surakarta Nilai UU Ciptaker Berpotensi Tingkatkan Jumlah Kemiskinan

Massa mahasiswa UNS Surakarta, Jawa Tengah menggelar aksi unjuk rasa di kampus menolak pengesahan Omnibus Law, Selasa (6/10). (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Massa mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah, menggelar aksi unjuk rasa di kampus, Selasa (6/10).

Aksi tersebut sebagai bentuk penolakan atas pengesahan Cipta Kerja Omnibus Law menjadi UU Cipta Kerja yang dilakukan DPR dan pemerintah, Senin (5/10).

Humas aksi Sebelas Maret mengugat, Javas Alfreda, mengatakan sebelum disahkan dari mahasiswa UNS menolak tegas RUU Cipta Kerja karena dapat merugikan buruh atau pekerja. Atas dasat tersebut mahasiswa UNS bergerak turun menolak Omnibus Law.

Baca Juga

Ratusan Ribu Orang Tandatangani Petisi Tolak UU Cipta Kerja

"Sebelum disahkan kami rencanakan aksi, tetapi karena sudah disahkan secara mendadak semakin panas serta membuat massa aksi membludak," ujar Alfreda.

Dikatakannya, Omnibus Law menimbulkan keresahan bagi buruh dan pekerja. Mereka dalam bayang-bayang terkena upah rendah dan beban pekerjan semakin berat.

"Aksi ini sebagai bentuk respons atas tindakan semena-mena DPR dan pemerintah. Pengesahan Omnibus Law sangat terkesan buru-buru dan dipaksakan," kata dia.

Massa mahasiswa UNS Surakarta, Jawa Tengah menggelar aksi unjuk rasa di kampus menolak pengesahan Omnibus Law, Selasa (6/10). (MP/Ismail)
Massa mahasiswa UNS Surakarta, Jawa Tengah menggelar aksi unjuk rasa di kampus menolak pengesahan Omnibus Law, Selasa (6/10). (MP/Ismail)

Juru bicara aksi lainnya, Dafa Maulana, menambahkan pihaknya melalui aksi menuntut adanya mosi tidak percaya pada pemerintah serta DPR dan jegal sampai gagal. Omnibus Law disahkan pemerintah tanpa adanya kesepakatan antara buruh dan pengusaha.

"Sangat jelas sekali Omnibus Law hanya disahkan satu pihak dan merugikan rekan-rekan buruh atau pekerja," kata dia.

Baca Juga

Pengesahan UU Ciptaker Bentuk Persekongkolan Jahat Pemerintah, DPR dan Pengusaha

Ia menambahkan Omnibus Law diaggap dapat beresiko pada warga rentan miskin sehingga dapat membuat jumlah kemiskinan akan bertambah. Kemudian terkait aksi lanjutan, pihaknya akan menunggu koordinasi bersama mahasiswa lainnya di Solo. (Ismail/Jawa Tengah)

#UNS Surakarta #UU Cipta Kerja #Omnibus Law
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Tiga PP Turunan UU Cipta Kerja Didesak Dicabut, Termasuk Pesangon 0,5 Kali Ketentuan
Meminta agar RUU Ketenagakerjaan menghapus istilah outsourcing atau alih daya. Kalaupun tidak, menurut dia, sistem outsourcing itu perlu dibatasi sesuai arahan Mahkamah Konstitusi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
Tiga PP Turunan UU Cipta Kerja Didesak Dicabut, Termasuk Pesangon 0,5 Kali Ketentuan
Indonesia
Buruk Desak Pembahasan RUU Ketenagakerjaan Tidak Adopsi Cara UU Cipta Kerja
Partisipasi publik dalam pembahasan RUU itu sangat diperlukan karena kini banyak definisi atau jenis pekerja yang baru, seperti pekerja digital platform, pekerja medis, pekerja kampus hingga pekerja dosen
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
Buruk Desak Pembahasan RUU Ketenagakerjaan Tidak Adopsi Cara UU Cipta Kerja
Indonesia
Bantu Aceh dan Sumatra, UNS Kirim Tim Medis dan Logistik
Tim awal yang diberangkatkan adalah tim SAR, karena kondisi lapangan di Aceh dilaporkan cukup sulit.
Dwi Astarini - Rabu, 03 Desember 2025
Bantu Aceh dan Sumatra, UNS Kirim Tim Medis dan Logistik
Indonesia
UNS Beri Sanksi Mahasiswa Penerima Beasiswa tak Mampu tapi Malah Dugem, KIP Dicabut
Mahasiswa tersebut dinyatakan telah melakukan tindakan yang melanggar ketentuan/peraturan yang berlaku di UNS.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Oktober 2025
UNS Beri Sanksi Mahasiswa Penerima Beasiswa tak Mampu tapi Malah Dugem, KIP Dicabut
Indonesia
Viral Mahasiswa Penerima KIP Tepergok Sedang Dugem, UNS Lakukan Investigasi
Juru Bicara UNS Agus Riewanto membenarkan TSK ialah mahasiswa aktif UNS.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Oktober 2025
Viral Mahasiswa Penerima KIP Tepergok Sedang Dugem, UNS Lakukan Investigasi
Indonesia
Pemerintah Salahkan Undang-Undang Cipta Kerja Bikin Mudahnya Alih Fungsi Lahan di Bali
Regulasi yang tumpang tindih antara kebijakan pemerintah pusat dan peraturan daerah ini yang membuat Pemprov Bali maupun kabupaten/kota sulit mengontrol alih fungsi lahan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 15 Oktober 2025
Pemerintah Salahkan Undang-Undang Cipta Kerja Bikin Mudahnya Alih Fungsi Lahan di Bali
Indonesia
Aksi Massa Berujung Rusuh di Sejumlah Daerah, Rektor UNS: DPR Harus Punya Kepekaan Sosial
Prof. Dr. Hartono dr., M.Si, mencermati dan memperhatikan perkembangan situasi politik di tanah air dalam beberapa hari terakhir, khususnya gelombang aksi massa yang diwarnai kekerasan, tindakan anarkis, menimbulkan kekhawatiran serius terhadap masa depan persatuan bangsa, keberlangsungan demokrasi, serta keamanan masyarakat.
Frengky Aruan - Selasa, 02 September 2025
Aksi Massa Berujung Rusuh di Sejumlah Daerah, Rektor UNS: DPR Harus Punya Kepekaan Sosial
Indonesia
Mahasiswi Loncat Sungai Bengawan Solo, UNS Pastikan Korban Punya Masalah Kejiwaan
DA menjadi klien Subdirektorat Layanan Konseling Mahasiswa UNS sejak Januari 2025 dan sudah direkomendasikan untuk ke psikiater.
Dwi Astarini - Kamis, 03 Juli 2025
Mahasiswi Loncat Sungai Bengawan Solo, UNS Pastikan Korban Punya Masalah Kejiwaan
Indonesia
Mahasiswi UNS Loncat Sungai Bengawan Solo Ditemukam Tewas, Disebut Punya Ganggungan Kejiwaan
Korban ditemukan di sebelah utara dari Jembatan Jurug.
Dwi Astarini - Kamis, 03 Juli 2025
Mahasiswi UNS Loncat Sungai Bengawan Solo Ditemukam Tewas, Disebut Punya Ganggungan Kejiwaan
Indonesia
Mahasiswi Asal Temanggung Terjun di Sungai Bengawan Solo, Korban Diduga Terbawa Arus Sungai
Korban diketahui merupakan mahasiswi dari UNS.
Dwi Astarini - Selasa, 01 Juli 2025
Mahasiswi Asal Temanggung Terjun di Sungai Bengawan Solo, Korban Diduga Terbawa Arus Sungai
Bagikan