Mahasiswa Uniba Solo Kembali Demo, Ketua Yayasan Nyatakan Siap Mundur

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 02 Juli 2020
Mahasiswa Uniba Solo Kembali Demo, Ketua Yayasan Nyatakan Siap Mundur

Ratusan mahasiswa, dosen, dan mantan rektor Uniba Solo, Jawa Tengah kembali menggelar aksi unjuk rasa di kampus, Kamis (2/7). (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ratusan mahasiswa, dosen, dan mantan rektor Universitas Islam Batik (Uniba) Solo, Jawa Tengah kembali menggelar aksi unjuk rasa di kampus, Kamis (2/7).

Tuntutan mereka sama dengan aksi-aksi sebelumnya. Trasparansi pengelolaan Yayasan Uniba yang dianggap merugikan civitas kampus.

Baca Juga:

Ikut Demo Mahasiswa dan Dosen, Rektor Uniba Solo Lepas Baju dan Pilih Mundur

Aksi kali ini dihadiri Ketua Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Islam Batik (Yapertib) Solo Syahrial Amri. Di hadapan ratusan massa mahasiswa, Syahrial menyatakan, siap mundur dari pengurus Yapertib demi kebaikan kampus Uniba.

"Saya tegaskan, demi kebaikan bersama apa pun akan saya lakukan termasuk mundur dari Yapertib," ujar Syahrial.

Persoalan yang dirasakan mahasiswa, dosen, dan karyawan, lanjut dia, akan disampaikan pada pimpinan. Ia berharap persoalan ini segera ada titik temu supaya tidak berlarut-larut.

Ratusan mahasiswa, dosen, dan mantan rektor Uniba Solo, Jawa Tengah kembali menggelar aksi unjuk rasa di kampus, Kamis (2/7). (MP/Ismail)
Ratusan mahasiswa, dosen, dan mantan rektor Uniba Solo, Jawa Tengah kembali menggelar aksi unjuk rasa di kampus, Kamis (2/7). (MP/Ismail)

Jubir aksi damai jilid III Amir Junaedi mengatakan, pada aksi Selasa (30/6), peserta aksi menuntut 10 butir tuntutan, yakni menolak napotisme yang ada di dalam Yapertib dengan mengeluarkan Solichul Hadi, Astari, Tetuko dan kroni-kroninya, kembalikan Dewan Pembina Yayasan sesuai UU Yayasan Nomor 16 Tahun 2001 dan UU No 28 Tahun 2004, kembalikan kepengurusan yayasan sesuai UU Nomor 28 Tahun 2004, kembalikan pengelolaan wakaf Uniba sesuai peruntukannya.

"Lakukan audit investigasi seluruh aset Yapertib, kembalikan pengelolaan Universitas sesuai Peraturan Perundang-undangan yang berlaku (Permenristek Nomor 16 Tahun 2018 tentang Tata Cara Penyusunan Statuta PTS)," kata dia.

Baca Juga:

DPR Tegaskan Kuota Zonasi dan Usia di PPDB Tak Sesuai Permendikbud

Ia mengatakan, massa aksi akan melihat hasil pernyataan Ketua Pengurus Yapertib Solo Syahrial Amri. Kalau dalam waktu dekat tidak ada pembenahan lebih baik mundur.

"Kami akan menemui pendiri Yapertib jika seandainya nanti pengurus yayasan tersebut tidak jadi mengundurkan diri. Kampus Uniba harus diselamatkan," pungkas Amir. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

PBNU Yakin Indonesia Keluar dari Jerat Ekonomi Dampak COVID-19

#Kota Solo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Solo Makin Jauh Dari Kota Paling Toleran, Wali Kota Siapkan Berbagai Festival
Pihaknya optimis dengan upaya-upaya ini dapat memperkuat citra Kota Solo sebagai daerah yang menjunjung tinggi keberagaman dan kerukunan antar umat beragama.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Solo Makin Jauh Dari Kota Paling Toleran, Wali Kota Siapkan Berbagai Festival
Indonesia
Motif di Balik Apel ASN Solo Hari Pertama Masuk Kerja Usai Lebaran Depan Gunungan Sampah
Lokasi apel yang tidak biasa ini dipilih sebagai simbol bahwa persoalan sampah di Kota Surakarta adalah tantangan nyata yang harus ditangani serius.
Wisnu Cipto - Kamis, 26 Maret 2026
Motif di Balik Apel ASN Solo Hari Pertama Masuk Kerja Usai Lebaran Depan Gunungan Sampah
Indonesia
Dana Transfer Daerah Dipangkas Rp 218 Miliar, Pemkot Solo Lakukan Rasionalisasi APBD 2026
Sekda Kota Solo tegaskan pemotongan TKD bersifat sementara dan akan disesuaikan kembali mengikuti perkembangan ekonomi nasional.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 19 Oktober 2025
Dana Transfer Daerah Dipangkas Rp 218 Miliar, Pemkot Solo Lakukan Rasionalisasi APBD 2026
Indonesia
UEA Resmi Hibahkan RS Kardiologi Emirates-Indonesia Senilai Rp 417,3 Miliar ke Pemkot Solo
RS Kardiologi dibangun menggunakan dana hibah UEA nilai mencapai Rp 417,3 miliar atau setara USD 25 juta saat pemerintahan Walkot Solo Gibran Rakabuming Raka.
Frengky Aruan - Selasa, 30 September 2025
UEA Resmi Hibahkan RS Kardiologi Emirates-Indonesia Senilai Rp 417,3 Miliar ke Pemkot Solo
Indonesia
Rudy Jabat Plt DPD PDIP Jateng, Teguh Gantikan Jadi Ketua PDIP Solo
“Dalam rapat yang digelar Jumat malam dihadiri anggota dewan, Pengurus DPC dan PAC, saya dipilih menjadi Plt Ketua DPC PDIP Kota Solo menggantikan FX Hadi Rudyatmo yang ditunjuk Ketum Megawati Soekarnoputri menjadi Plt Ketua DPD PDIP Jateng,” kata Teguh
Frengky Aruan - Sabtu, 23 Agustus 2025
Rudy Jabat Plt DPD PDIP Jateng, Teguh Gantikan Jadi Ketua PDIP Solo
Indonesia
501 Warga Binaan Rutan Kelas 1 Solo Dapat Remisi
Remisi ini dapat mengurangi angka penghuni di Rutan Kelas 1 Surakarta.
Frengky Aruan - Selasa, 19 Agustus 2025
501 Warga Binaan Rutan Kelas 1 Solo Dapat Remisi
Indonesia
Rumah Kecil Pahlawan Nasional Slamet Riyadi Memprihatinkan, DPRD Solo Ajukan Dana Revitalisasi APBD
Rumah kecil Slamet Riyadi terakhir direhab tahun 1937.
Frengky Aruan - Senin, 18 Agustus 2025
Rumah Kecil Pahlawan Nasional Slamet Riyadi Memprihatinkan, DPRD Solo Ajukan Dana Revitalisasi APBD
Indonesia
SDN Masih Kurang Siswa, DPRD Solo Pertanyakan Rekrutmen Siswa Sekolah Rakyat Jenjang SD
Ketua Komisi IV DPRD Kota Solo, Sugeng Riyanto mengatakan sampai saat ini mendapatkan penjelasan resmi terkait mekanisme seleksi, rekrutmen siswa, kurikulum, hingga dampak terhadap keberadaan SD reguler yang sudah eksis di Kota Solo.
Frengky Aruan - Jumat, 25 Juli 2025
SDN Masih Kurang Siswa, DPRD Solo Pertanyakan Rekrutmen Siswa Sekolah Rakyat Jenjang SD
Indonesia
Terlempar dari Daftar 10 Besar Kota Toleransi, Walkot Solo: Kami Sedang Menyusun Perda
Pemkot Solo akan membuat program supaya Solo masuk lima besar kota paling toleransi di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 30 Mei 2025
Terlempar dari Daftar 10 Besar Kota Toleransi, Walkot Solo: Kami Sedang Menyusun Perda
Indonesia
Demo Hari Buruh Internasional Solo, Massa Soroti Gelombang PHK Massal
Massa mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang tidak prorakyat.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Mei 2025
Demo Hari Buruh Internasional Solo, Massa Soroti Gelombang PHK Massal
Bagikan