Mahasiswa Trisakti Kritik Inkompetensi DPR, Beri Waktu 3 Bulan Evaluasi Kebijakan

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
Mahasiswa Trisakti Kritik Inkompetensi DPR, Beri Waktu 3 Bulan Evaluasi Kebijakan

Kepresma Universitas Trisakti menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR./ Foto MP

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Jelang akhir pekan ini Kepresma Universitas Trisakti menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR. Kemudian Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia dijadwalkan berunjuk rasa di kawasan Bundaran HI.

Sementara itu, Gabungan Mahasiswa dan Pemuda Nusantara menggelar unjuk rasa di dua lokasi, yakni Tugu Tani serta Kementerian Keuangan.

Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti Muhammad Putra menjelaskan alasan pihaknya memilih Gedung DPR RI sebagai lokasi demonstrasi pada Jumat (19/6). Menurutnya, DPR belum menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah secara maksimal.

Kenapa kami memilih di gedung DPR? Pertama, kami melihat bahwasanya DPR selaku legislatif dan juga pengawas pemerintah tidak berjalan dengan baik,

kata Putra di lokasi aksi.

Baca juga:

Demo Marak di Jakarta, Gubernur Pramono: Asal tak Rusak Fasum

Ia menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang anggarannya dibahas melalui DPR. Namun, menurutnya, terdapat pernyataan anggota DPR yang mengaku tidak mengetahui proses anggaran tersebut. Karena itu, mahasiswa meminta DPR menjalankan fungsi pengawasan secara lebih efektif.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa Trisakti membawa tiga tuntutan rakyat atau Tritura. Pertama, mereka meminta pemerintah memulihkan kondisi ekonomi dan politik nasional yang dinilai tengah mengalami tekanan.

Putra mengatakan, kenaikan harga bahan pokok dan biaya hidup menjadi persoalan yang dirasakan masyarakat saat ini. Selain itu, kenaikan harga Pertamax nonsubsidi dinilai berdampak terhadap meningkatnya antrean pembelian Pertalite.

Tuntutan kedua adalah evaluasi terhadap pejabat negara yang dianggap tidak memiliki kompetensi sesuai bidang tugasnya.

Kami melihat bagaimana banyak sekali pejabat-pejabat yang tidak sesuai dengan tupoksinya. Inkompetensi dari pejabat itu seharusnya bisa dievaluasi total oleh Presiden dan Wakil Presiden,

ujarnya.

Mahasiswa menuntut pengembalian supremasi sipil. Mereka menilai terdapat kecenderungan meningkatnya peran militer dan aparat keamanan dalam sejumlah jabatan sipil.

Putra mengatakan mahasiswa akan kembali melakukan konsolidasi apabila tuntutan mereka tidak mendapat respons dari pemerintah maupun DPR.

Kita akan lihat dari tiga bulan pertama apakah ada perubahan terkait kebijakan pemerintah,

katanya.

Selain itu, mahasiswa Trisakti meminta program Makan Bergizi Gratis dihentikan sementara dan dievaluasi secara menyeluruh.

Menurut kami program ini sesuatu yang kompleks. Kami menuntut program ini harus dievaluasi total dan juga diberhentikan sementara,

ujar Putra.

Ia juga menegaskan bahwa pimpinan DPR memiliki kewajiban untuk menemui massa aksi sebagai wakil rakyat. (Pon)

#Demo Mahasiswa #Pendemo #Korupsi MBG
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Berita Foto
Aksi Unjuk Rasa Nasional Petani dan Masyarakat Adat di Depan Gedung DPR
Massa yang tergabung dalam Koalisi Nasional Reforma Agraria (KNARA) melakukan aksi mengecor badan di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/6/2026).
Didik Setiawan - Senin, 22 Juni 2026
Aksi Unjuk Rasa Nasional Petani dan Masyarakat Adat di Depan Gedung DPR
Indonesia
Usut Korupsi MGB, KPK Tegaskan Tidak Lakukan Duplikasi Kasus Dengan Kejagung
Pada 8 Juni 2026, KPK mengungkapkan sempat melakukan penyelidikan dugaan korupsi terkait MBG di BGN pada saat Kejagung mengumumkan penahanan mantan pimpinan BGN.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
Usut Korupsi MGB, KPK Tegaskan Tidak Lakukan Duplikasi Kasus Dengan Kejagung
Indonesia
Demo Marak di Jakarta, Gubernur Pramono: Asal tak Rusak Fasum
Menurut Pramono, Indonesia menganut negara demokrasi. Oleh karena itu, siapa saja boleh berpendapat dan berekspresi di muka umum.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Demo Marak di Jakarta, Gubernur Pramono: Asal tak Rusak Fasum
Indonesia
Mahasiswa Trisakti Turun ke Jalan, Tuntut Kabinet Prabowo Peka Penderitaan Ekonomi Rakyat
Mahasiswa Trisakti gelar aksi di DPR dengan tiga tuntutan utama: stabilitas ekonomi, evaluasi kompetensi pejabat Kabinet Prabowo, dan pengembalian supremasi sipil.
Wisnu Cipto - Jumat, 19 Juni 2026
Mahasiswa Trisakti Turun ke Jalan, Tuntut Kabinet Prabowo Peka Penderitaan Ekonomi Rakyat
Indonesia
Elite Politik Solid, Penghambat Reformasi Jilid II
Gerakan perubahan besar seperti yang terjadi pada 1998 membutuhkan kombinasi krisis ekonomi dan krisis politik yang berlangsung secara bersamaan.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Elite Politik Solid, Penghambat Reformasi Jilid II
Indonesia
Kejagung Amankan 17 Ribu Motor Listrik Hasil Mark Up BGN, Biar Tidak Tiba-Tiba Pindah Tangan
Kejagung menyegel 17.600 motor listrik terkait dugaan korupsi pengadaan di BGN. Eks Kepala BGN Dadan Hindayana jadi tersangka, nilai kontrak Rp1,035 triliun diduga mark up.
Wisnu Cipto - Jumat, 19 Juni 2026
Kejagung Amankan 17 Ribu Motor Listrik Hasil Mark Up BGN, Biar Tidak Tiba-Tiba Pindah Tangan
Indonesia
Tersangka Baru Kasus MBG Diduga Setor Uang Puluhan Juta Rupiah untuk Dadan Hindayana dari Pemilik SPPG
GHS merupakan pihak swasta yang diminta Dadan selaku kepala BGN untuk mencari mitra dalam rangka pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Tersangka Baru Kasus MBG Diduga Setor Uang Puluhan Juta Rupiah untuk Dadan Hindayana dari Pemilik SPPG
Indonesia
Demo Mahasiswa di Jakarta, Jumat (19/6), Masyarakat Diimbau Hindari Lokasi
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk menghindari titik-titik lokasi yang menjadi lokasi aksi demonstrasi.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Demo Mahasiswa di Jakarta, Jumat (19/6), Masyarakat Diimbau Hindari Lokasi
Indonesia
Pastikan Penyelidikan Dugaan Korupsi MBG Belum Dihentikan, KPK Masih Tunggu Penyidikan Kejagung
Ketua KPK Setyo Budiyanto memastikan penyelidikan dugaan korupsi Program MBG di BGN belum dihentikan. KPK masih menunggu perkembangan penyidikan Kejagung.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 19 Juni 2026
Pastikan Penyelidikan Dugaan Korupsi MBG Belum Dihentikan, KPK Masih Tunggu Penyidikan Kejagung
Indonesia
Tersangka Baru Korupsi MBG Terungkap, Diduga Jual Titik SPPG hingga Rp 100 Juta per Lokasi
Kejagung menetapkan GHS sebagai tersangka baru kasus korupsi MBG. Diduga menjual titik SPPG dan setor uang ke Dadan Hidayana.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 19 Juni 2026
Tersangka Baru Korupsi MBG Terungkap, Diduga Jual Titik SPPG hingga Rp 100 Juta per Lokasi
Bagikan