Mahasiswa Politeknik Ujung Pandang Ciptakan Aplikasi Antibegal
Ilustrasi Tertangkapnya Pelaku Begal. (Foto Antara: Septianda Perdana)
MerahPutih.com - Mahasiswa Politeknik Ujung Pandang, Syahrir mengembangkan aplikasi antibegal. Berkat karya itu, mereka berhasil menjadi juara pertama lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna tingkat Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).
"Aplikasi ini kami kembangkan karena melihat maraknya kasus begal beberapa waktu yang lalu, melihat permasalahan ini, kami berinisiatif mencari solusi dari masalah ini," kata Syahrir yang ditemui di sela Penyerahan Piala, Piagam dan Hadiah Lomba Desa dan Kelurahan, Perlombaan BUMDes Berprestasi dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Tingkat Provinsi Sulsel di Makassar, Senin (21/8).
Pihaknya, kata dia, mengembangkan teknologi yang terdiri atas alat kendali yang dipasang di kendaraan bermotor dan aplikasi anti begal di telpon pintar yang dapat diunduh melalui "Play Store."
"Alat ini praktis, saat dibegal secara otomatis akan meminta bantuan kepada polisi dan keluarga yang nomornya terdaftar, aplikasi juga akan mematikan motor secara otomatis," jelasnya.
Apabila telpon pengguna juga ikut diambil oleh begal, maka terdapat alat lain yang dapat diselipkan di bawah jam tangan pengguna yang digunakan sebagai alat kendali alternatif.
Syahrir mengatakan saat ini pihaknya baru membuat lima prototipe alat tersebut. Nantinya alat itu akan dijual dengan harga sekitar Rp 120 ribu.
Syahrir mengembangkan alat dan aplikasi tersebut bersama dua mahasiswanya selama setahun terakhir dengan biaya sekitar Rp 500 ribu.
"Saat ini kami sedang berupaya mengurus paten teknologi alat ini, setelah patennya ada, baru mekanisme kerja alat secara rinci dapat dipaparkan," pungkasnya.
Selain Syahrir, juara II adalah Halim, dkk, dengan Nama alat Mesin Pemisah Biji Kapok, dan Juara III Muhammad Nurdin, dengan Nama Alat, alat Rancang Bangun Sistem Keamanan pada Tabung Gas LPG dengan Autorespon SMS (R-MQ7). Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. (*)
Sumber: ANTARA
Bagikan
Berita Terkait
Warga Baduy Jadi Korban Pembegalan, Walkot Jakpus Harap Polisi Tangkap Pelaku
Pemprov DKI Jamin Kesehatan Non-Diskriminatif, Dinkes Ungkap Fakta CCTV dan Alur Pelayanan Pasien Baduy Korban Begal
Autopsi RS Polri Pastikan Sopir Taksi Online Tewas 2 Hari Sebelum Ditemukan di Tol Jagorawi
Mayat Korban Dibuang di Tol Jagorawi, Begal Sadis Taksi Online Ditangkap di Ciamis
Gubernur DKI Tegaskan Tak Ada Penolakan RS terhadap Warga Baduy Korban Begal
Sadis, Seorang Perempuan Dibegal di Gang Sempit Tanah Abang hingga Alami Luka Sobek di Leher dan Jari Tangan
Aksi Begal di Cengkareng, Korban Diancam Ditusuk Pedang hingga Serahkan Motor
Terlilit Utang, Satpam Pembegal Mobil Sopir Online Perempuan Minta Tebusan Rp 70 Juta
Kronologis Sopir Taksi Online Perempuan Dibegal dan Ditinggal di Jalan Tol JOR
Sekuriti Pembegal Sopir Taksi Online Perempuan di Tol JORR Terancam 9 Tahun Bui