Mahasiswa Politeknik Ujung Pandang Ciptakan Aplikasi Antibegal

Luhung SaptoLuhung Sapto - Senin, 21 Agustus 2017
Mahasiswa Politeknik Ujung Pandang Ciptakan Aplikasi Antibegal

Ilustrasi Tertangkapnya Pelaku Begal. (Foto Antara: Septianda Perdana)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Mahasiswa Politeknik Ujung Pandang, Syahrir mengembangkan aplikasi antibegal. Berkat karya itu, mereka berhasil menjadi juara pertama lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna tingkat Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Aplikasi ini kami kembangkan karena melihat maraknya kasus begal beberapa waktu yang lalu, melihat permasalahan ini, kami berinisiatif mencari solusi dari masalah ini," kata Syahrir yang ditemui di sela Penyerahan Piala, Piagam dan Hadiah Lomba Desa dan Kelurahan, Perlombaan BUMDes Berprestasi dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Tingkat Provinsi Sulsel di Makassar, Senin (21/8).

Pihaknya, kata dia, mengembangkan teknologi yang terdiri atas alat kendali yang dipasang di kendaraan bermotor dan aplikasi anti begal di telpon pintar yang dapat diunduh melalui "Play Store."

"Alat ini praktis, saat dibegal secara otomatis akan meminta bantuan kepada polisi dan keluarga yang nomornya terdaftar, aplikasi juga akan mematikan motor secara otomatis," jelasnya.

Apabila telpon pengguna juga ikut diambil oleh begal, maka terdapat alat lain yang dapat diselipkan di bawah jam tangan pengguna yang digunakan sebagai alat kendali alternatif.

Syahrir mengatakan saat ini pihaknya baru membuat lima prototipe alat tersebut. Nantinya alat itu akan dijual dengan harga sekitar Rp 120 ribu.

Syahrir mengembangkan alat dan aplikasi tersebut bersama dua mahasiswanya selama setahun terakhir dengan biaya sekitar Rp 500 ribu.

"Saat ini kami sedang berupaya mengurus paten teknologi alat ini, setelah patennya ada, baru mekanisme kerja alat secara rinci dapat dipaparkan," pungkasnya.

Selain Syahrir, juara II adalah Halim, dkk, dengan Nama alat Mesin Pemisah Biji Kapok, dan Juara III Muhammad Nurdin, dengan Nama Alat, alat Rancang Bangun Sistem Keamanan pada Tabung Gas LPG dengan Autorespon SMS (R-MQ7). Penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. (*)

Sumber: ANTARA

#Aksi Begal
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Viral Seorang Taksi Online Dibegal dan Ditusuk, Polisi Tangkap Pelaku
Modus operandi pelaku bermula saat AA meminta tolong kepada seorang saksi di perempatan Ciledug untuk memesankan taksi daring.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Viral Seorang Taksi Online Dibegal dan Ditusuk, Polisi Tangkap Pelaku
Indonesia
Komisi I DPR Minta TNI-Polri Perkuat Sinergi Tangani Begal
Sinergi tersebut perlu terus ditingkatkan agar mampu memberikan rasa aman yang lebih optimal kepada masyarakat.
Dwi Astarini - Kamis, 11 Juni 2026
Komisi I DPR Minta TNI-Polri Perkuat Sinergi Tangani Begal
Indonesia
Bersiap Hadapi Begal Jalanan, Resmob Polda Metro Latihan Menembak biar enggak Salah Tembak
kemampuan personel perlu terus diasah agar setiap tindakan kepolisian dapat dilakukan secara tepat, terukur, dan meminimalkan risiko.
Dwi Astarini - Senin, 08 Juni 2026
Bersiap Hadapi Begal Jalanan, Resmob Polda Metro Latihan Menembak biar enggak Salah Tembak
Indonesia
Komisi I DPR Tegaskan Pemberantasan Begal Tugas Polisi, Bukan Tupoksi TNI
Komisi I DPR menegaskan pemberantasan begal adalah tugas Polri. TNI hanya bisa terlibat jika ada permintaan resmi dan koordinasi.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Komisi I DPR Tegaskan Pemberantasan Begal Tugas Polisi, Bukan Tupoksi TNI
Indonesia
Polda Metro Jaya Harus Fokus Tindak Kejahatan Jalanan, Tegas dan Terukur
Kejahatan jalanan seperti pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor berdampak langsung terhadap rasa aman masyarakat.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 25 Mei 2026
Polda Metro Jaya Harus Fokus Tindak Kejahatan Jalanan, Tegas dan Terukur
Indonesia
Aksi Begal Kini Sudah Berada di Level Mengkhawatirkan, Polisi Didukung Bertindak Keras
Habiburokhman menyoroti korban begal yang kini bukan hanya masyarakat biasa. Aparat kepolisian hingga warga negara asing pun disebut ikut menjadi sasaran para pelaku.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 23 Mei 2026
Aksi Begal Kini Sudah Berada di Level Mengkhawatirkan, Polisi Didukung Bertindak Keras
Indonesia
Hasil Interogasi, Polda Metro Jaya Pastikan Model AWS Bukan Korban Begal
Polda Metro Jaya menegaskan model sekaligus selebgram berinisial AWS yang sempat dikabarkan menjadi korban begal di kawasan Jakarta Barat bukanlah korban tindak kriminal.
Wisnu Cipto - Kamis, 21 Mei 2026
Hasil Interogasi, Polda Metro Jaya Pastikan Model AWS Bukan Korban Begal
Indonesia
Menteri HAM Natalius Pigai: Begal Tak Boleh Ditembak Mati Tanpa Proses Hukum
Menteri HAM Natalius Pigai menolak instruksi Kapolda Lampung soal tembak di tempat pelaku begal. Tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip HAM dan hukum.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Menteri HAM Natalius Pigai: Begal Tak Boleh Ditembak Mati Tanpa Proses Hukum
Indonesia
Teror Pocong Ramai di Tangerang, Polisi Turun Tangan
Tim penyidik kepolisian kini masih melakukan pendalaman terhadap motif orang yang melakukan penyebaran konten bohong di dengan teror mistis sosok 'pocong'.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 20 Mei 2026
Teror Pocong Ramai di Tangerang, Polisi Turun Tangan
Indonesia
Polda Metro Bentuk Tim Pemburu Begal, Sahroni Minta Pelaku Ditembak di Tempat
Polda Metro Jaya bentuk Tim Pemburu Begal untuk menekan maraknya aksi kriminal di Jabodetabek.
Wisnu Cipto - Senin, 18 Mei 2026
Polda Metro Bentuk Tim Pemburu Begal, Sahroni Minta Pelaku Ditembak di Tempat
Bagikan