Mahasiswa Melanesia Tuntut Pemecatan Kapolda Jatim dan Jabar

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Rabu, 28 Agustus 2019
Mahasiswa Melanesia Tuntut Pemecatan Kapolda Jatim dan Jabar

Mahasiswa Melanesia di Cikini. (MP/Kanugrahan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Massa gabungan Mahasiswa Melanesia kembali melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (28/8). Adapun aksi ini buntut dari kekecewaan terhadap institusi Polri, lantaran dugaan memberikan minuman keras kepada mahasiswa Papua di Bandung.

Lalu Rentetan kekerasan, diskriminasi hingga intimidasi yang diterima oleh mahasiswa Papua di beberapa daerah dalam satu pekan terakhir mencederai kemanusiaan dan HAM.

Baca Juga:

Demo di Depan Istana, Mahasiswa Papua Teriakan 'Papua Merdeka Papua Merdeka'

Buntut dari persoalan tersebut, Gabungan Mahasiswa Melanesia mendesak Kapolda Jawa Timur dan Kapolda Jabar dicopot dari jabatannya. Lantaran, dinilai tak mampu menjalankan fungsinya dengan maksimal.

Massa melakukan aksi di Jayapura. (ANTARA FOTO/Gusti Tanati)
Massa melakukan aksi di Jayapura. (ANTARA FOTO/Gusti Tanati)

Kemudian fungsi Badan Intelijen Negara (BIN) pun dilai lemah, lantaran kebobolan dengan adanya RASISME terhadap mahasiswa Papua.

"Kadua pucuk pimpinan Kapolda (Jawa Barat dan Jawa Timur) harus dicopot. Lalu kepala BIN pun harus dicopot. Karena kita ketahui semua negara menolak rasisme, karena persoalan itu dapat memicu gejolak yang besar," ujar Amad, Koordinator Gabungan Mahasiswa Melanesia.

Gabungan Mahasiswa Melanesia, kata Amad, juga mendesak Komisi III DPR RI segera memanggil Kapolri Tito Karnavian guna mengklarifikasi pelik persoalan rasisme sampai dengan pemberian alkohol kepada mahasiswa Papua.

Kemudian penghinaan dan rasialisme harus diusut tuntas. Pihaknya juga mendorong kepolisian untuk memproses hukum kasus ini.

Baca Juga:

PSU Jadi Alasan Kapolri Tambah Pasukan di Papua

"Apapun yang terjadi Polri harus bertanggung jawab mengenai persoalan ini. Kami juga menyayangkan Polri yang lebih dominan memburu penyebar video mahasiswa Papua diolok dengan sebutan tak patut di media sosial. Seharusnya Polri menangkap para pelaku rasis," tandasnya.

Gabungan Mahasiswa Melanesia pun mempertanyakan kinerja Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Puan Maharani. Mengingat Puan Tak mampu membangun manusia dan kebudayaan sehingga munculnya rasisme.

"Apa kerjanya menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia ? Kok bisa sampai ada rasisme ? padahal di negara-negara luar sudah bersikap keras menolak rasisme," pungkasnya. (Knu)

Baca Juga:

Tuntut Kemerdekaan, Mahasiswa Papua Paksa Temui Presiden Jokowi

#Rasis #Rasisme #Polisi Rasis #Papua
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
Port FC Buka Suara soal Dugaan Rasisme ke Bek Persib Gabriel Mutombo, Siap Hadapi Investigasi
Port FC membantah dugaan rasisme terhadap Gabriel Mutombo saat melawan Persib Bandung di Shopee Cup 2026/2027. Klub Thailand itu siap menghadapi investigasi.
Frengky Aruan - Sabtu, 10 Oktober 2026
Port FC Buka Suara soal Dugaan Rasisme ke Bek Persib Gabriel Mutombo, Siap Hadapi Investigasi
Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Berita
Curhat Lamine Yamal Ungkap Pengalaman Jadi Korban Rasisme di Markas Real Madrid Santiago Bernabeu
Bintang Barcelona Lamine Yamal blak-blakan soal pengalaman pahitnya menjadi korban rasisme di sepak bola, termasuk insiden di Bernabeu. Cek respons berkelasnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 18 September 2026
Curhat Lamine Yamal Ungkap Pengalaman Jadi Korban Rasisme di Markas Real Madrid Santiago Bernabeu
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Bagikan