Macron Bertemu Trump, Bilang Mau ada Perdamaian di Ukraina

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Selasa, 25 Februari 2025
Macron Bertemu Trump, Bilang Mau ada Perdamaian di Ukraina

Arsip foto - Asap membubung ke langit di Kiev, Ukraina (27/2/2022). ANTARA/Xinhua/Lu Jinbo/aa.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa Eropa ingin memastikan perdamaian yang langgeng di Ukraina saat bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, bertepatan dengan tiga tahun invasi Rusia.

Berbicara di Ruang Oval pada Senin pekan ini, Macron menyatakan bahwa tujuan bersama adalah membangun perdamaian yang kokoh dan berkelanjutan di Ukraina.

“Kami memiliki tujuan yang sama untuk mencapai perdamaian, tetapi kami juga menyadari pentingnya jaminan dan stabilitas agar situasi benar-benar terkendali,” kata Macron kepada wartawan, dikutip dari Aljazeera, Selasa (25/2).

Ia juga menegaskan bahwa Eropa siap meningkatkan perannya dalam pertahanan, keamanan, perdagangan, dan investasi.

Kunjungan Macron ke Washington, DC, terjadi di tengah kekhawatiran Eropa terhadap hubungan transatlantik, terutama karena Trump mendorong kebijakan "America First" dan mendesak diakhirinya perang Ukraina dengan cepat.

Trump bahkan mengusulkan negosiasi langsung antara diplomat AS dan Rusia tanpa melibatkan Ukraina maupun pemimpin Eropa, yang memicu ketegangan dan mempertanyakan komitmen Washington terhadap keamanan sekutu-sekutunya.

Trum Klaim Sudah ada Kemajuan untuk Upaya Perdamaian Ukraina

Meski demikian, Trump mengklaim bahwa upaya mengakhiri konflik sudah menunjukkan kemajuan. Ia mengatakan senang Presiden Macron setuju bahwa biaya dan beban untuk mengamankan perdamaian harus ditanggung oleh negara-negara Eropa, bukan hanya oleh Amerika Serikat.

“Eropa harus mengambil peran utama dalam memastikan keamanan jangka panjang Ukraina, dan mereka ingin melakukannya,” kata Trump. (ikh)

#Ukraina #Donald Trump
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Dunia
Ancaman Terbaru Trump, AS Kenakan Tarif 25% ke Negara Rekan Dagang Aktif Iran
Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan baru berupa tarif sebesar 25 persen terhadap semua negara yang masih menjalin perdagangan dengan Iran.
Wisnu Cipto - Selasa, 13 Januari 2026
Ancaman Terbaru Trump, AS Kenakan Tarif 25% ke Negara Rekan Dagang Aktif Iran
Dunia
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Tangkapan layar di Truth Social yang dibuat seperti biografi Wikipedia, mengklaim Trump sebagai presiden sementara Venezuela mulai Januari 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Januari 2026
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Dunia
Iran Membara, Trump Masih 'Keep Calm' Belum Kirim Pasukan ke Teheran
Kekacauan di Iran sendiri dipicu oleh ambruknya nilai tukar Rial yang menyebabkan inflasi hebat
Angga Yudha Pratama - Senin, 12 Januari 2026
Iran Membara, Trump Masih 'Keep Calm' Belum Kirim Pasukan ke Teheran
Dunia
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela
Keputusan ini menandai sikap tidak setuju atas ambisi Trump yang kian meluas di belahan Barat.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela
Dunia
Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama
Meski begitu, Gedung Putih tidak segera memberikan tanggapan ketika dimintai keterangan tambahan terkait dengan pertemuan tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama
Dunia
Trump Tebar Lagi Ancaman, Siap Serang Iran
AS mengklaim mendukung para pengunjuk rasa damai di seluruh dunia, termasuk di Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Januari 2026
Trump Tebar Lagi Ancaman, Siap Serang Iran
Dunia
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Disebut tidak lagi melayani kepentingan Amerika dan mendorong agenda yang tidak efektif atau bersifat bermusuhan.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Januari 2026
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Dunia
Gedung Putih Tegas akan Dikte Keputusan dan Penjualan Minyak Venezuela
Trump akan melakukan hal itu dengan mengandalkan blokade laut serta ancaman penggunaan kekuatan lebih lanjut.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Januari 2026
Gedung Putih Tegas akan Dikte Keputusan dan Penjualan Minyak Venezuela
Dunia
Culik Nicolas Maduro, Presiden AS Donald Trump Klaim Venezuela akan Serahkan 50 Juta Barel Minyak kepada AS
Trump mengatakan uang hasil penjualan akan berada di bawah kendalinya dan digunakan untuk kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Januari 2026
 Culik Nicolas Maduro, Presiden AS Donald Trump Klaim Venezuela akan Serahkan 50 Juta Barel Minyak kepada AS
Dunia
AS Akan Kontrol Penjualan 50 Juta Barel Minyak Venezuela, Larang Kerjasama Dengan China
Trump mengatakan minyak itu akan dijual pada harga pasar, dan hasilnya akan dikontrol oleh dirinya sebagai Presiden Amerika Serikat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Januari 2026
AS Akan Kontrol Penjualan 50 Juta Barel Minyak Venezuela, Larang Kerjasama Dengan China
Bagikan