Mabes TNI Pegang Kendali Penumpasan KKB Papua Pasca Penembakan Pesawat Smart Air

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 12 Februari 2026
Mabes TNI Pegang Kendali Penumpasan KKB Papua Pasca Penembakan Pesawat Smart Air

KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak/ Youtube Setpres

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak masih menunggu arahan dari Mabes TNI terkait insiden penembakan pesawat Smart Air oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Lapangan Terbang Karowai, Papua pada Rabu (11/2) yang menewaskan pilot dan kopilot.

Tragedi berdarah ini menjadi sorotan tajam setelah pesawat dengan nomor penerbangan PK-SNR tersebut dihujani peluru sesaat setelah mendarat dari Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel.

Baca juga:

Polisi Ungkap Dugaan KKB di Balik Penembakan Pesawat Smart Air, Pelaku Masih Diburu

Koordinasi Operasional di Bawah Kendali Mabes TNI

Jenderal Maruli menyampaikan bahwa laporan mengenai gugurnya kru pesawat tersebut sudah diterima oleh pihak Angkatan Darat. Namun, mengenai langkah taktis dan pengejaran terhadap pelaku, otoritas sepenuhnya berada di tangan Mabes TNI sebagai pemegang komando operasi di wilayah konflik tersebut.

"Saya baru mendapatkan laporan saja bahwa ada kejadian pilot itu. Ya nanti kita coba lagi bagaimana petunjuk operasional kan dalam Mabes TNI ini nanti bagaimana," ujar Jenderal Maruli, Kamis (12/2).

Terkait kemungkinan adanya instruksi khusus bagi satuan tugas di lapangan untuk melakukan pengejaran, KSAD kembali menekankan pentingnya hirarki komando. Ia memastikan bahwa teknis arahan akan langsung diteruskan kepada satuan tugas yang bersiaga di lokasi kejadian setelah ada keputusan dari pusat.

"Ya kita menunggu perintah saja," tegasnya singkat.

Baca juga:

Serangan Terhadap Warga Sipil Terjadi Jelang Natal di Yahukimo, Polisi Duga Pelaku KKB

Evakuasi Jenazah dan Investigasi Nasib Penumpang

Di sisi lain, Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz, Brigjen Faizal Rahmadani, mengonfirmasi identitas korban tewas adalah Pilot Enggo dan Kopilot Baskoro. Keduanya mengembuskan napas terakhir setelah serangan mendadak yang dilakukan kelompok bersenjata saat pesawat mendarat sekitar pukul 11.00 WIT.

Hingga saat ini, nasib 13 penumpang yang berada di dalam pesawat tersebut masih menyisakan tanda tanya besar. Pihak berwenang belum bisa memastikan kondisi para penumpang karena keterbatasan laporan awal dari lokasi yang terpencil.

"Kondisi 13 penumpang itu masih belum dapat dipastikan karena laporan yang diterima masih bersifat awal," ungkap Faizal.

Tim Satgas Damai Cartenz dijadwalkan bertolak ke Lapangan Terbang Karowai pada hari ini, Kamis (12/2), untuk mengevakuasi jenazah kru pesawat sekaligus melakukan olah TKP guna mengidentifikasi kelompok pelaku penembakan tersebut.

#TNI #TNI AD #TNI AL #TNI AU #Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) #Penembakan #Penembakan Massal #Kasus Penembakan #Penembakan Misterius
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Komisi I DPR Minta TNI-Polri Perkuat Sinergi Tangani Begal
Sinergi tersebut perlu terus ditingkatkan agar mampu memberikan rasa aman yang lebih optimal kepada masyarakat.
Dwi Astarini - Kamis, 11 Juni 2026
Komisi I DPR Minta TNI-Polri Perkuat Sinergi Tangani Begal
Indonesia
2 Batalyon Komcad Bakal Dibangun di 514 Kabupaten
Pembangunan Batalyon Komcad itu dilakukan agar personel TNI di daerah mudah mendapatkan bantuan tambahan personel dalam melaksanakan tugas-tugas pertahanan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 05 Juni 2026
2 Batalyon Komcad Bakal Dibangun di 514 Kabupaten
Indonesia
2.300 ASN Ikut Latihan Jadi Komponen Cadangan Gelombang II di Agustus
Donny membuka kemungkinan tempat pelatihan Komcad ASN gelombang II akan berbeda dari gelombang I.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 05 Juni 2026
2.300 ASN Ikut Latihan Jadi Komponen Cadangan Gelombang II di Agustus
Indonesia
4 Prajurit TNI Dituntut Penjara 2,5 Tahun dalam Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Oditur militer menuntut empat prajurit TNI dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Tindakan para terdakwa disebut dilakukan secara terencana.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 03 Juni 2026
4 Prajurit TNI Dituntut Penjara 2,5 Tahun dalam Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Indonesia
4 Tentara Terdakwa Teror Air Keras Aktivis Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun Bui, Vonis Diketok 10 Juni
Empat personel TNI terdakwa kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus dituntut 2,5 tahun penjara.
Wisnu Cipto - Rabu, 03 Juni 2026
4 Tentara Terdakwa Teror Air Keras Aktivis Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun Bui, Vonis Diketok 10 Juni
Indonesia
Eks Menhan Ryamizard Ryacudu Tutup Usia di RSPAD Pukul 14.03 WIB, Bakal Disemayamkan di Cikeas
Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, eks Menteri Pertahanan RI, meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto pada 31 Mei 2026.
Wisnu Cipto - Minggu, 31 Mei 2026
Eks Menhan Ryamizard Ryacudu Tutup Usia di RSPAD Pukul 14.03 WIB, Bakal Disemayamkan di Cikeas
Indonesia
Komisi I DPR Tegaskan Pemberantasan Begal Tugas Polisi, Bukan Tupoksi TNI
Komisi I DPR menegaskan pemberantasan begal adalah tugas Polri. TNI hanya bisa terlibat jika ada permintaan resmi dan koordinasi.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Komisi I DPR Tegaskan Pemberantasan Begal Tugas Polisi, Bukan Tupoksi TNI
Indonesia
Beri Taklimat di Seskoad, Prabowo Minta Perwira TNI Adaptif Hadapi Geopolitik Global
Presiden Prabowo Subianto meminta perwira TNI mampu beradaptasi dengan perubahan geopolitik global dan menyesuaikan doktrin militer dengan perkembangan zaman.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 25 Mei 2026
Beri Taklimat di Seskoad, Prabowo Minta Perwira TNI Adaptif Hadapi Geopolitik Global
Indonesia
Keluarga Korban Minta 3 Terdakwa Pembunuhan Kacab BRI Divonis Seumur Hidup
Peristiwa itu menimbulkan luka mendalam bagi keluarga korban sekaligus mencederai kepercayaan masyarakat terhadap institusi militer. 

Dwi Astarini - Senin, 25 Mei 2026
Keluarga Korban Minta 3 Terdakwa Pembunuhan Kacab BRI Divonis Seumur Hidup
Indonesia
Profil Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, Jenderal Muda yang Kini Jadi Waka Bais TNI
Mayjen Aulia Dwi Nasrullah yang dikenal sebagai salah satu jenderal termuda TNI kini dipercaya menjabat Wakil Kepala Bais TNI.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 22 Mei 2026
Profil Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, Jenderal Muda yang Kini Jadi Waka Bais TNI
Bagikan