Merahputih.com - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak masih menunggu arahan dari Mabes TNI terkait insiden penembakan pesawat Smart Air oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Lapangan Terbang Karowai, Papua pada Rabu (11/2) yang menewaskan pilot dan kopilot.
Tragedi berdarah ini menjadi sorotan tajam setelah pesawat dengan nomor penerbangan PK-SNR tersebut dihujani peluru sesaat setelah mendarat dari Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel.
Baca juga:
Polisi Ungkap Dugaan KKB di Balik Penembakan Pesawat Smart Air, Pelaku Masih Diburu
Koordinasi Operasional di Bawah Kendali Mabes TNI
Jenderal Maruli menyampaikan bahwa laporan mengenai gugurnya kru pesawat tersebut sudah diterima oleh pihak Angkatan Darat. Namun, mengenai langkah taktis dan pengejaran terhadap pelaku, otoritas sepenuhnya berada di tangan Mabes TNI sebagai pemegang komando operasi di wilayah konflik tersebut.
"Saya baru mendapatkan laporan saja bahwa ada kejadian pilot itu. Ya nanti kita coba lagi bagaimana petunjuk operasional kan dalam Mabes TNI ini nanti bagaimana," ujar Jenderal Maruli, Kamis (12/2).
Terkait kemungkinan adanya instruksi khusus bagi satuan tugas di lapangan untuk melakukan pengejaran, KSAD kembali menekankan pentingnya hirarki komando. Ia memastikan bahwa teknis arahan akan langsung diteruskan kepada satuan tugas yang bersiaga di lokasi kejadian setelah ada keputusan dari pusat.
"Ya kita menunggu perintah saja," tegasnya singkat.
Baca juga:
Serangan Terhadap Warga Sipil Terjadi Jelang Natal di Yahukimo, Polisi Duga Pelaku KKB
Evakuasi Jenazah dan Investigasi Nasib Penumpang
Di sisi lain, Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz, Brigjen Faizal Rahmadani, mengonfirmasi identitas korban tewas adalah Pilot Enggo dan Kopilot Baskoro. Keduanya mengembuskan napas terakhir setelah serangan mendadak yang dilakukan kelompok bersenjata saat pesawat mendarat sekitar pukul 11.00 WIT.
Hingga saat ini, nasib 13 penumpang yang berada di dalam pesawat tersebut masih menyisakan tanda tanya besar. Pihak berwenang belum bisa memastikan kondisi para penumpang karena keterbatasan laporan awal dari lokasi yang terpencil.
"Kondisi 13 penumpang itu masih belum dapat dipastikan karena laporan yang diterima masih bersifat awal," ungkap Faizal.
Tim Satgas Damai Cartenz dijadwalkan bertolak ke Lapangan Terbang Karowai pada hari ini, Kamis (12/2), untuk mengevakuasi jenazah kru pesawat sekaligus melakukan olah TKP guna mengidentifikasi kelompok pelaku penembakan tersebut.