Pilpres 2019

Lupakan Saling Serang, Gerindra Tantang Kubu Jokowi "Tarung" Ide dan Gagasan

Eddy FloEddy Flo - Selasa, 13 November 2018
Lupakan Saling Serang, Gerindra Tantang Kubu Jokowi

Partai Gerindra targetkan kuasai parlemen di Pemilu 2019 (Foto: Twitter @Gerindra)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Ketua DPP Partai Gerindra, Sodik Mudjahid mengakui bahwa kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 belum menghadirkan isu-isu yang substansial.

Hal itu tercermin dari munculnya istilah 'politik genderuwo', 'politisi sontoloyo', hingga 'Tampang Boyolali'. Teranyar justru keluar penyataan dari calon wakil presiden tentang 'budek-buta' dan klaim santri.

"Ya, saya setuju begitu. Saya hari ini banyak ditanya soal makam, soal Boyolali," kata Sodik di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (13/11).

Karena itu, anggota Komisi VIII DPR ini meminta semua pihak mengedepankan isu-isu substansial seperti masalah ekonomi yang menyentuh langsung kehidupan rakyat.

"Saya mengajak kepada semua teman-teman di Sandi-Prabowo dan juga teman-teman Jokowi kemarin supaya kita jangan terlalu merepotkan, meramaikan hal-hal yang kecil-kecil," jelas Sodik Mudjahid.

Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mudjahid
Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mudjahid (Foto: Twitter @sodikmjhd)

Menurut Sodik, pihaknya siap memakai isu substansial dalam kontestasi Pilpres 2019. Dia mengklaim, calon presiden nomor urut 2 yang juga Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto selalu mengajarkan kadernya untuk kedepankan isu ekonomi.

"Kami, diajarkan oleh Prabowo tentang visi ini. Sudah dari awal kami lontarkan tentang paradoks indonesia. Kami keluarkan visi dan misi. Tapi sering kami dikagetkan oleh hal yang tidak substansi ini. Maka marilah kedua belah pihak harus fair, harus jujur, harus komit kita didik bangsa kita mulai pilpres yang lebih bermutu dan juga diskusi-diskusi yang visioner yang terprogram," ucap dia.

Sebelumnya, pengamat politik, Ujang Komarudin menganggap kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 belum pada taraf membicarakan hal substansial. Menurutnya, yang dibicarakan sebatas prosudral tanpa menyentuh isu terkait kepentingan rakyat.

"Kampanye Pilpres masih sebatas saling serang dan saling menjatuhkan dan belum mengarah pada perdebatan adu gagasan dan ide serta visi, misi, dan program-program terbaik," kata Ujang Komarudin di Jakarta, Selasa (13/11).

Menurut Ujang sebagaimana dilansir Antara, selama dua bulan kampanye Pilpres masih diwarnai berbagai perdebatan dan isu-isu yang kurang substantif.

Ujang mengatakan kalaupun muncul perdebatan mengenai gagasan dan program, sifatnya hanya sebentar karena cepat tertutup dengan kampanye yang saling serang.

"Kampanye hanya dijalankan sebatas memenuhi dan mengisi ruang dalam menjalankan demokrasi prosedural, belum mengarah pada demokrasi yang substantif," ujar Ujang.(Pon)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Pantau Titik Banjir di Jakarta, Anies Kerahkan 1.400 Relawan

#Partai Gerindra #Pilpres 2019 #Prabowo Subianto #Presiden Jokowi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Momen Presiden Prabowo Lantik Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Sebagai Wakil Panglima TNI
Presiden Prabowo Subianto (kanan) memasang tanda pangkat kepada Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Oktober 2026
Momen Presiden Prabowo Lantik Jenderal TNI Maruli Simanjuntak Sebagai Wakil Panglima TNI
Indonesia
Prabowo Lantik Dua Wamenhan Baru, Ini Pembagian Tugas Yusuf Jauhari dan Richard Tampubolon
Prabowo melantik Yusuf Jauhari dan Richard Tampubolon sebagai Wamenhan. Maulana Bungaran dan Alim Setiawan Slamet juga mendapat jabatan baru.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Oktober 2026
Prabowo Lantik Dua Wamenhan Baru, Ini Pembagian Tugas Yusuf Jauhari dan Richard Tampubolon
Indonesia
Kampung Ambon dan Kampung Boncos Digerebek Polisi, Perintah Langsung dari Prabowo
Kampung Ambon dan Boncos digerebek polisi. Hal itu berdasarkan perintah langsung Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Kampung Ambon dan Kampung Boncos Digerebek Polisi, Perintah Langsung dari Prabowo
Indonesia
Kapasitas Listrik IWIP dan IMIP Lampaui Singapura, ini Dampaknya bagi Industri EV
IWIP dan IMIP memiliki kapasitas listrik yang melampaui Singapura. Lalu, apa dampaknya bagi industri EV?
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Kapasitas Listrik IWIP dan IMIP Lampaui Singapura, ini Dampaknya bagi Industri EV
Berita Foto
Presiden Prabowo Subianto Luncurkan Program Hilirasisasi di Malut
Presiden Prabowo Subianto (tengah) meluncurkan program hilirisasi di kawasan industri Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis 8/10/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 08 Oktober 2026
Presiden Prabowo Subianto Luncurkan Program Hilirasisasi di Malut
Indonesia
Bongkar Isi Pertemuan 2 Jam dengan Prabowo, Jokowi: Bahas Bola, Ekonomi, hingga Politik
Jokowi mengungkap isi pertemuan dua jam dengan Prabowo di Kertanegara. Mereka membahas sepak bola, ekonomi, politik, hingga isu Pemilu 2029.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Bongkar Isi Pertemuan 2 Jam dengan Prabowo, Jokowi: Bahas Bola, Ekonomi, hingga Politik
Indonesia
Pemerintah Belum Bahas Putusan MK soal Ijazah Gibran, Masih Tunggu Perkembangan
Istana belum bahas putusan MK soal ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka. Hal itu diungkapkan Wamensesneg, Bambang Eko Suhariyanto.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Pemerintah Belum Bahas Putusan MK soal Ijazah Gibran, Masih Tunggu Perkembangan
Indonesia
Prabowo Luncurkan 11 Proyek Hilirisasi Rp 180 Triliun di IWIP Malut, Ekspor Perdana Baterai EV
Presiden RI, Prabowo Subianto, segera meluncurkan 11 proyek hilirisasi di IWIP Maluku Utara. Nantinya, ada ekspor perdana baterai EV.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Prabowo Luncurkan 11 Proyek Hilirisasi Rp 180 Triliun di IWIP Malut, Ekspor Perdana Baterai EV
Indonesia
Bocoran Obrolan Dinner Jokowi-Prabowo, PSI Buka Terlalu Kecil Kalau Cuma Bahas Ijazah Gibran
PSI bongkar isi obrolan pertemuan makan malam Jokowi dan Prabowo di Kertanegara saat sidang MK perkara ijazah SMA Wapres Gibran
Wisnu Cipto - Rabu, 07 Oktober 2026
Bocoran Obrolan Dinner Jokowi-Prabowo, PSI Buka Terlalu Kecil Kalau Cuma Bahas Ijazah Gibran
Indonesia
800 Pati TNI-Polri Dipanggil ke Istana, Prabowo Beri Taklimat Keamanan dan Pertahanan
Presiden Prabowo Subianto panggil 800 Pati TNI-Polri di Istana. Dudung menyebut pertemuan membahas keamanan dan pertahanan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 07 Oktober 2026
800 Pati TNI-Polri Dipanggil ke Istana, Prabowo Beri Taklimat Keamanan dan Pertahanan
Bagikan