Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Minuman Panas Lebih Efektif Menyejukkan Tubuh?

annehsannehs - Sabtu, 04 September 2021
Minuman Panas Lebih Efektif Menyejukkan Tubuh?

Teh panas di musim panas. (Foto: Screen Tea)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BAGI orang Indonesia yang tinggal di negara yang beriklim tropis, menjalani siang hari yang sangat panas telah menjadi makanan sehari-hari. Bahkan, mungkin kita telah terbiasa dengan musim kemarau karena biasanya musim ini berlangsung selama kurang lebih enam bulan. Maklum, Indonesia terletak di garis khatulistiwa sehingga hanya melewati dua musim, yaitu musim kemarau dan hujan.

Ketika terik sinar matahari menerpa, biasanya kita cenderung ingin mengonsumsi minuman yang dingin-dingin untuk melepaskan dahaga dan membunuh rasa gerah yang melanda. Apalagi, banyak pedagang gerobakan yang menawarkan jajanan kaki lima khas Indonesia yang menggugah selera mulai dari es cendol, es podeng, es lilin, es pisang ijo, liang teh, sampai es teler.

Baca juga:

Whipped Lemonade yang Viral di TikTok

Es cendol, Pelepas dahaga di siang hari. (Foto- Instagram/esdawetwongmbanjar)
Es cendol, Pelepas dahaga di siang hari. (Foto: Instagram@esdawetwongmbanjar)

Mengejutkannya, ternyata minuman hangat terbukti lebih mampu menyejukkan tubuhmu ketimbang minuman dingin pada kondisi kering.

Dikutip dari Mirror, studi yang dilakukan oleh peneliti dari Univeristy of Ottawa, Jepang, melihat dampak dari mengonsumsi minuman hangat terhadap temperatur tubuh. Hasil penelitian yang dilakukan pada 2012 itu menunjukkan bahwa minuman hangat lebih efektif menyejukkan tubuh.

"Jika kamu minum minuman yang panas, maka itu akan menghasilkan lebih sedikit panas yang disimpan di dalam tubuhmu, memberikan keringat tambahan yang diproduksi karena kamu minum minuman panas, dan membuat(keringat)-nya menguap" ungkap salah satu peneliti studi, Dr Ollie Jay, kepada Smithsonian Mag.

Jadi ketika kamu minum minuman panas, kamu cenderung lebih berkeringat.

Ketika keringat menguap dari permukaan kulit, maka itu akan menghilangkan panas tubuh berlebih dengan cara mengubah air dari cairan menjadi uap. Semakin banyak keringat yang menguap, maka tubuhmu akan semakin sejuk.

Baca juga:

Empat Hal Ini Bikin Tidur Berkualitas

Teh chamomile. (Foto: Pixabay/congerdesign)
Teh chamomile. (Foto: Pixabay/congerdesign)

Memang, berkeringat sering dianggap sebagai hal yang memalukan bagi sebagian orang. Meski begitu, berkeringat merupakan reaksi yang menunjukkan bahwa tubuhmu berfungsi dengan baik untuk membuat tubuh kita menjadi lebih sejuk.

Meski begitu, minum minuman panas tidak selalu menjadi pilihan terbaik pada kondisi yang lembab.

"Pada hari sangat panas dan lembab, ketika kamu menggunakan banyak (layer) pakaian, atau jika kamu sudah berkeringat banyak bahkan sampai mulai menetes ke tanah dan keringat tidak menguap dari permukaan kulit, maka minum minuman panas adalah hal yang buruk," ungkap Jay.

Jadi jika kamu sudah sangat berkeringat sampai menetes, apalagi ketika sedang menggunakan pakaian yang berlapis-lapis, otomatis keringatmu tidak bisa menguap. Maka dari itu, pilih minuman yang dingin.

Kesimpulannya, jika kamu kepanasan tetapi masih berada pada kondisi kering, pilih minuman panas. Tetapi jika kondisinya lembab, tetap bertahan dengan minuman dingin. (SHN)

Baca juga:

Deretan Minuman Dingin yang Cocok Untuk Teman Berolahraga

#Lipsus Bulan September #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kopi menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Indonesia
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Langkah darurat ini dinilai sebagai keputusan krusial untuk mencegah berulangnya tragedi serta melindungi keselamatan jiwa dokter maupun pasien.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Indonesia
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Kemenkes dorong masyarakat lakukan tes HIV tanpa takut stigma negatif. Deteksi dini penting untuk menekan penularan dan memastikan pengobatan segera dengan terapi ARV.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Pemeriksaan sejak 1 Januari hingga 14 Juli 2026, karies gigi atau gigi berlubang menjadi keluhan terbanyak, disusul anemia pada remaja putri dan hipertensi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Indonesia
Kemenkes Rampungkan Pembangunan 20 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Kemenkes juga tidak hanya membantu pembangunan infrastruktur seperti gedung, tetapi fasilitas Kesehatan juga perlu untuk dibantu.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 Juli 2026
Kemenkes Rampungkan Pembangunan 20 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Lifestyle
Ramalan Shio 7 Juli 2026: Ada yang Diprediksi Terancam Keuangannya
Ramalan shio besok, 7 Juli, mengulas prediksi karier, asmara, dan keuangan untuk 12 shio. Simak lima shio yang diprediksi perlu lebih waspada dalam mengelola keuangan
ImanK - Senin, 06 Juli 2026
Ramalan Shio 7 Juli 2026: Ada yang Diprediksi Terancam Keuangannya
Indonesia
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Selama ini, kesehatan mental masih belum ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam sistem membangun kesehatan daera
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Fun
ASICS Get The Glow Ajak Aktif Bergerak untuk Pikiran Lebih Positif dan Bersinar Alami
Riset ASICS menunjukkan bahwa hanya dengan 15 menit 9 detik aktivitas fisik, suasana hati dapat mulai meningkat secara signifikan.
Dwi Astarini - Selasa, 30 Juni 2026
ASICS Get The Glow Ajak Aktif Bergerak untuk Pikiran Lebih Positif dan Bersinar Alami
Indonesia
Cakupan Imunisasi Daerah 3T Anjlok, Legislator Desak Kemenkes Jemput Bola
Pemerintah tidak bisa lagi menggunakan pendekatan seragam yang menyamakan wilayah perkotaan dengan daerah terpencil dalam urusan pelayanan kesehatan dasar.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
Cakupan Imunisasi Daerah 3T Anjlok, Legislator Desak Kemenkes Jemput Bola
Indonesia
Dinkes Bandung Barat Temukan 174 Suspek Flu Singapura
Masyarakat perlu memahami gejala Flu Singapura agar dapat melakukan penanganan lebih dini apabila menemukan tanda-tanda penyakit tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
Dinkes Bandung Barat Temukan 174 Suspek Flu Singapura
Bagikan