LINAC dan Brachytherapy Jadi Opsi Pengobatan Kanker
Ilustrasi riset kanker. (Foto: Unsplash/Ani Kolleshi)
MerahPutih.com - Pengobatan kanker kini kiam beragam. Yang terbaru, ada terapi radiasi atau radioterapi yang menggunakan Linear Accelerator (LINAC) dan metode brachytherapy. Dua hal ini menjadi terobosan dalam dunia medis untuk menangani kanker.
LINAC merupakan alat untuk memberikan perawatan radiasi sinar eksternal kepada pasien kanker. Sedangkan brachytherapy adalah perawatan yang menggunakan radiasi internal untuk pengobatan kanker.
Terapi radiasi dipertimbangkan sebagai salah satu treatment untuk beberapa tujuan, antara lain mengecilkan ukuran tumor sebelum operasi, mengobati kanker, mencegah kanker kembali muncul, dan mengurangi nyeri akibat kanker yang tujuannya untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
Baca juga:
"Jadi, sebelum dilakukan terapi radiasi yang penting adalah penentuan karakter dari kanker tersebut, apakah berespons baik terhadap terapi radiasi atau tidak,” ujar dr. Denny Handoyo Kirana, Sp.Onk.Rad (K), dokter spesialis onkologi radiasi RS Siloam MRCCC melalui keterangan pers (16/4).
Dua terapi tadi dilakukan oleh ahli onkologi radiasi, ahli dosimetri dan fisikawan medis guna memenuhi kebutuhan spesifik pasien kanker meliputi rencana perawatan individual, metode pemberian, jadwal, dan dosis perawatan radiasi yang sesuai.
Beberapa tahapan awal terapi ini adalah pengambilan gambar dari pasien (CT planning) guna mendeteksi target radiasi, penentuan titik target, dan perencanaan radiasi oleh dokter sebelum pasien menjalani radioterapi.
Baca juga:
Terapi radiasi memiliki keunggulan dibandingkan pengobatan kanker lainnya karena mampu menyasar area kanker secara tepat dan akurat dan menghindari organ sehat yang berada di sekitar target.
Meski begitu, terdapat pula efek samping jangka pendek radioterapi meliputi mual dan muntah pada pasien yang mendapat terapi radiasi di area perut dan saluran pencernaan, rambut rontok bisa terjadi pada area kulit yang mendapat terapi radiasi, serta perubahan kulit yang terkena terapi menjadi kemerahan.
Sementara efek samping jangka panjang adalah perubahan pada organ yang sensitif jika terkena radiasi dan perubahan organ reproduksi yang bisa berdampak pada kesuburan. (dru)
Baca juga:
Bagikan
Hendaru Tri Hanggoro
Berita Terkait
Penyanyi Raisa Berduka, Ibunda Meninggal Dunia Karena Penyakit Kanker
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Momen Garda Medika Hadirkan Fitur Express Discharge Permudah Layanan Rawat Jalan
Cak Imin Imbau Penunggak Iuran BPJS Kesehatan Daftar Ulang Biar Bisa Diputihkan
23 Juta Tunggakan Peserta BPJS Kesehatan Dihapuskan, Ini Syarat Penerimanya
Trik Dokter Jaga Imun: Vitamin, Hidrasi & Tidur Lawan Penyakit Cuaca Ekstrem
Kejar Target, Cek Kesehatan Gratis Bakal Datangi Kantor dan Komunitas