Merahputih.com - Menteri Pariwisata Arief Yahya menargetkan lima destinasi super prioritas akan bisa mendatangkan 6 juta wisatawan mancanegara.
"Contoh, Danau Toba 1 juta wisman nanti, Borobudur 2 juta, Mandalika 2 juta, begitulah kira-kira, Labuan Bajo 500 ribu karena caring capacity, lalu Likupang 500 ribu juga, jadi proyeksinya kira-kira segitu," ujar Arief di Kantor Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Jakarta Selatan, Jumat (16/8).
Baca Juga: Olahraga Alam Ini Patut Dicoba Saat Melancong Ke Selandia Baru
Presiden Joko Widodo, dalam pembacaan Nota Keuangan dan RAPBN di Gedung DPR/MPR menyebutkan terdapat empat destinasi super prioritas yang akan mengalami percepatan pengembangan.
Daerah-daerah itu adalah Danau Toba di Sumatera Utara, Candi Borobudur di Jawa Tengah , Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, dan Mandalika di Nusa Tenggara Barat. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang di Sulawesi Utara kemudian ditambahan dalam destinasi super prioritas tersebut.
Menurut Arief, setiap satu juta wisman yang berkunjung akan menyumbang sekitar 1 miliar dolar proyeksi pendapatan setiap tahun.
"Satu juta itu artinya satu miliar dolar hampir Rp15 triliun per tahun sehingga kalau kita investasi tadi total untuk empat super prioritas Rp6,4 (triliun) itu sebenarnya tidak besar dibandingkan dengan proyeksi yang kita dapatkan dari devisa," jelas Arief dikutip Antara.
Baca Juga: Nike Zoom Series Akan Membuat Lari Kamu Lebih Cepat? Ini Penjelasannya
Untuk mencapai pengembangan destinasi super prioritas itu, Presiden mendorong semua fasilitas dan utilitas di daerah-daerah tersebut selesai pada 2020.
"Yang diinginkan adalah semua infrastruktur dan utilitas dasar selesai pada 2020, apa itu jalan, airport, dermaga, air, listrik, internet, harus selesai semuanya dan harus sudah ground breaking, memulai pembangunan di destinasi super prioritas," tegas Arief. (*)