Life University Abadikan Kisah Jatuh-Bangun Jerry Hermawan Lo

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 22 November 2019
Life University Abadikan Kisah Jatuh-Bangun Jerry Hermawan Lo

Jerry Hermawan Lo. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

POHON Palem Raja Kelurahan Anggrung, Kecamatan Medan Polonia tak lagi sendirian. Saban hari anak kecil penjual kue selalu singgah menemani. Ia berteduh melepas lelah sehabis berkeliling menjajakan dagangannya. Sambil mengatur napas, anak kecil itu memandang ke sebrang mengamati rumah super besar di kejauhan.

Ia terheran-heran mengapa ada rumah sebesar itu. Halamannya luas rimbun pepohonan. Punya jalur khusus kendaraan. Banyak mobil terparkir di garasi. "Suatu saat rumah saya harus sebesar rumah itu," batinnya. Di kemudian hari, ia baru sadar kalau rumah besar itu tak lain Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara.

Anak penjual kue itu tak sekadar bermimpi. Steven Beteng mengisahkan bagaimana anak itu bangun dari tidur, menapaki jalan berliku, penuh kerikil, untuk menggapai impiannya lewat buku Live University. Buku Live University merupakan biografi Jerry Hermawan Lo (Lo Suk Cian), anak penjual kue, kelak menjadi pebisnis ulung memiliki setidaknya 30 perusahaan di bidang properti.

jerry hermawan lo, buku life university
Jerry Hermawan Lo. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Kehadiran biografi Jerry Hermawan Lo di era digital menjadi sangat vital terutama sebagai pegangan kaum milenial menghadapi keputusasaan saat usaha atau bisnisnya terpuruk. Dengan penceritaan ringkas, cara bertutur sederhana, Steven Beteng mampu menghadirkan sosok Jerry sebagai manusia utuh dengan segala kekurangan. Berbeda dari banyak biografi nan mengemas tokoh serupa superhero. Tiba-tiba jadi tokoh tanpa ada proses jatuh-bangun.

Sejak duduk di kelas satu Sekolah Dasar (SD), Jerry harus bangun lebih awal untuk membantu ibunya berjualan nasi uduk di pasar. Sepulang sekolah, ia lanjut berkeliling kampung menjajakan kue buatan ibunya. Kegiatan itu berlangsung saban hari agar dapur rumahnya bisa mengepul.

Setelah tak melanjutkan Sekolah Dasar, Jerry menemukan petualangan baru di pasar. Ia mencari peruntungan berjualan kelapa parut dan ikan. Berbeda dengan pedagang lain, Jerry menjual kelapa telah diparut sehingga memudahkan pembeli untuk mengolah santan sesampainya di rumah. Lapaknya pun cukup diminati.

Beranjak dewasa, berbekal pengalaman di pasar, Jerry memutar haluan bekerja menjadi pencatat kupon undian berhadiah atau judi lotre bernama National Lottery (Nalo). Tugasnya hanya mencatat nomor tebakan konsumen. Dari uang hasil kerja sebulan, Jerry memberanikan diri merantau ke Jakarta bersama tiga temannya.

jerry hermawan lo, life university
Jerry Hermawan Lo. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Di Jakarta cerita jatuh-bangunnya makin kentara. Semua kerja dilakoni, dari memandikan bus Gamadi, mencuci mangkuk kotor bakmi dan bubur, salesman, usaha sabun colek, menjual resep sabun dan makanan, berdagang barang kelontong, importir, ternak hewan, hingga pebisnis ulung di bidang properti.

Semua usahanya tak selalu mulus. Saat akan membangun perusahaan sabun colek, Jerry rela melepas puncak kariernya sebagai sales baterai ABC dan anggur Cap Orang Tua. Bahkan, ia sempat bekerja sebagai buruh di pabrik sabun colek agar tahu cara membuat sabun colek.

Ketika perusahaan sabun colek miliknya bermerek ACC telah berkembang, nasib malang menghampiri begitu nilai tukar rupiah terhadap dolar melemah. Semua bahan kebutuhan usahanya hampir semua didatangkan dari luar negeri naik. Sementara harga jual sabun coleknya tak mungkin ikut naik karena pesaingnya justru menurunkan harga. Alhasil usaha sabun coleknya gulung tikar.

jerry hermawan lo, life university
Jerry Hermawan Lo. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Tak sekali dua kali Jerry sampai menjual rumah untuk merintis usaha. "Saya menjadi kontraktor. Orang berpindah-pindah kontrakan maksudnya," kelakar Jerry. Ia tak pernah main-main bila telah berniat memulai usaha. Di saat kondisi ekonominya terpuruk pun, Jerry tetap berani berspekulasi menjual ranjang, meski keluarganya harus tidur di lantai, untuk modal membuat filter air. Tekad kuat itu melahirkan produk filter air merek Y nan laris dipesan saat Pekan raya Jakarta.

Di luar pengorbanan, kerja keras, dan inovasi, Jerry dikisahkan Steven Beteng secara implisit sejatinya memiliki kekuatan pikiran (the power of mind) di tiap memulai bekerja maupun berbisnis. Saat masih menjadi penjual kue, ia pernah berjanji akan punya rumah sebesar Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara. Begitu pula ketika ia punya keinginan kuat memiliki perusahaan kelak. Semua janji dan keinginan itu tak hanya mengendap tapi bekerja di alam bawah sadar dan menggerakannya untuk berusaha lebih keras. Semua keinginan itu kini terwujud.

Selain menjadi inspirasi bagi pelaku ekonomi muda, lahirnya buku ini juga menjadi pengingat bila ilmu dan pengetahuan tak melulu didapat dari bangku sekolah. Semesta telah menyajikan, tinggal sekeras apa manusia menggapainya. (*)

Baca juga: Life University, Kisah Perjuangan Jerry Hermawan Lo Meraih Kesuksesan

#Jerry Hermawan Lo #Life University
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Beli Alat Produksi Canggih dari Tiongkok, PT RAI Mampu Mengolah 2 Juta Butir Kelapa Per Hari
“Kami hadir dengan komitmen untuk menyejahterakan para petani kelapa dan putra-putri daerah. Selain itu, cita-cita kami adalah 'Mengembalikan Kejayaan Kelapa Nusantara di Mata Dunia',” kata Jerry.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
Beli Alat Produksi Canggih dari Tiongkok, PT RAI Mampu Mengolah 2 Juta Butir Kelapa Per Hari
Merah Putih Kasih
Beasiswa Kelapa JHL Foundation Targetkan 2.000 Mahasiswa Jadi Petani Modern Hingga Akhir 2026
Krisis regenerasi petani muda mengancam masa depan pangan. JHL Foundation hadir lewat Beasiswa Kelapa untuk mencetak petani milenial terdidik
Angga Yudha Pratama - Jumat, 04 September 2026
Beasiswa Kelapa JHL Foundation Targetkan 2.000 Mahasiswa Jadi Petani Modern Hingga Akhir 2026
Berita Foto
JHL Foundation Dorong Regenerasi Petani Muda lewat Beasiswa Kelapa untuk 100 Mahasiswa UBB
Dewan Pembina JHL Foundation Jerry Hermawan Lo bersama Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani berfoto bersama di Pangkalpinang, Rabu (2/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 04 September 2026
JHL Foundation Dorong Regenerasi Petani Muda lewat Beasiswa Kelapa untuk 100 Mahasiswa UBB
Indonesia
JHL Foundation Dorong Regenerasi Petani Lewat Beasiswa Kelapa untuk Mahasiswa UBB
JHL Foundation memberikan Beasiswa Kelapa kepada lebih dari 100 mahasiswa UBB untuk mendukung pendidikan dan mendorong regenerasi petani muda di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 04 September 2026
JHL Foundation Dorong Regenerasi Petani Lewat Beasiswa Kelapa untuk Mahasiswa UBB
Merah Putih Kasih
Puluhan Lansia di Ende NTT Takut Kembali Bekerja Usai Gempa, Bantuan JHL Foundation Jadi Penguat
Sebanyak 60 warga lanjut usia (lansia) di Desa Ranggatalo dan Lia Beke, Kecamatan Lio Timur, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, menerima bantuan dari JHL Foundation Yayasan Merah Putih Peduli Kasih, Selasa (25/8).
Frengky Aruan - Selasa, 25 Agustus 2026
Puluhan Lansia di Ende NTT Takut Kembali Bekerja Usai Gempa, Bantuan JHL Foundation Jadi Penguat
Indonesia
Hari Kedua, JHL Foundation Sisir Tiga Kecamatan di Manggarai Barat Salurkan Bantuan Langsung
Penyaluran langsung ini jadi komitmen JHL Foundation untuk memastikan bantuan kemanusiaan senilai Rp 1,3 miliar sampai ke warga terdampak gempa Flores, NTT.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Hari Kedua, JHL Foundation Sisir Tiga Kecamatan di Manggarai Barat Salurkan Bantuan Langsung
Indonesia
JHL Foundation Kirim Bantuan ke Paroki Watoe Neso, NTT, Penyemangat nan Diapresiasi Doa
Romo Yanuarius mengungkapkan rasa syukur dengan mendoakan Jerry Hermawan Lo senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, kekuatan, serta perlindungan Tuhan.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
JHL Foundation Kirim Bantuan ke Paroki Watoe Neso, NTT, Penyemangat nan Diapresiasi Doa
Fun
BAIC T1 Jadi Sorotan di GIIAS 2026, Jerry Hermawan Lo Nilai Prospeknya Cerah
BAIC T1 mencuri perhatian di GIIAS 2026. Dibekali 12 fitur ADAS, kabin lega, panoramic roof, dan teknologi pintar, mobil listrik ini dinilai memiliki prospek besar.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 04 Agustus 2026
BAIC T1 Jadi Sorotan di GIIAS 2026, Jerry Hermawan Lo Nilai Prospeknya Cerah
Lifestyle
BAIC BJ41 Hybrid Siap Mengaspal di Indonesia Tahun Depan, Bakal Punya Fitur Parkir Otomatis!
BAIC BJ41 Hybrid siap mengaspal di Indonesia tahun depan. Hal itu dibocorkan Founder PT JIO, Jerry Hermawan Lo.
Soffi Amira - Senin, 03 Agustus 2026
BAIC BJ41 Hybrid Siap Mengaspal di Indonesia Tahun Depan, Bakal Punya Fitur Parkir Otomatis!
Indonesia
Terharu Terima Penghargaan KONI, Jerry Hermawan Lo Ajak Lebih Banyak Pihak Peduli Atlet Purnatugas
Founder JHL Group, Jerry Hermawan Lo, menerima penghargaan dari KONI. Ia mengajak banyak pihak untuk memperhatikan atlet purnatugas.
Soffi Amira - Jumat, 12 Juni 2026
Terharu Terima Penghargaan KONI, Jerry Hermawan Lo Ajak Lebih Banyak Pihak Peduli Atlet Purnatugas
Bagikan