Legislator Tegaskan Kontrol DPR atas BPI Danantara Mengacu Pada UU BUMN
Gedung Baru Wisma Danantara Indonesia Sebelumnya Plaza Mandiri (MP/Didik)
Merahputih.com - DPR akan terus mengawasi operasional BPI Danantara, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 yang mengubah Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara.
Klarifikasi ini disampaikan Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khoeron dengan Menteri BUMN dan Kepala BPI Danantara di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, pada Rabu (23/7).
“Jadi menurut saya tidak benar kalau kemudian banyak beredar bahwa Danantara tidak bisa diawasi. Itu keliru. Justru sebagian besar norma dalam Undang-Undang ini masuk dalam pengawasan DPR,” tegas Herman dalam keterangannya, Kamis (24/7).
Baca juga:
Rapat Perdana Danantara dengan DPR Dilakukan Tertutup, Alasannya Demi Stabilitas
Selain itu, Herman juga menyoroti Rencana Anggaran dan Kinerja Perusahaan (RAKP) Danantara, termasuk 21 program utamanya. Ia menilai identifikasi masalah dalam paparan pemerintah sudah cukup baik.
Anggota DPR dari daerah pemilihan Jawa Barat VIII ini mendukung keberadaan Danantara, namun juga menekankan bahwa kinerja perusahaan akan menjadi tolok ukur keberhasilan atau perlunya revisi terhadap Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025.
Baca juga:
BPI Danantara Kini Kelola Dividen BUMN, Legislator Ingatkan Sejarah Kelam
BPI Danantara Kini Kelola Dividen BUMN, Legislator Ingatkan Sejarah Kelam
“Kalau ke depan Danantara menunjukkan kinerja baik, tentu itu juga merupakan keberhasilan bersama, termasuk Komisi VI DPR RI. Namun jika muncul banyak persoalan, maka penyempurnaan terhadap undang-undang ini akan menjadi kebutuhan yang harus dibahas kembali,” pungkasnya.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
DPR Bongkar Ironi Jaksa di Daerah Terpencil dan Wilayah Kepulauan, untuk Pulang Kampung Saja Enggak Cukup
Pertamina Gabungkan Anak Usaha Sektor Hilir, Penyaluran BBM Diklaim Bakal Efisien
Indonesia Kekurangan Ribuan Kapal, 70 Persen Kegiatan Ekonomi Libatkan Perkapalan
DPR Percepat RUU Migas, Pertamina PHE Jadi Calon Tunggal Pengelola Kontrak Energi
Pasien Cuci Darah Nyaris 'Lewat' Gara-gara BPJS Mati Mendadak, DPR Ngamuk Minta Aktivasi Darurat Sekarang
DPR Cecar Dewas BPKH Soal Transparansi Uang Jemaah, Nasib Uang Haji di Ujung Tanduk?
Arief Hidayat Resmi Pensiun Dari Hakim Konstitusi MK
Dosen Politik Senior UI Kritik Pemilu, Lahirkan Partai “Rental” Pemuja Uang
Raker Menteri Imipas dengan Komisi XIII DPR Bahas Implementasi KUHP dan KUHAP
DPR Endus Kekuatan Besar di Balik Perputaran Uang Rp 992 Triliun Tambang Emas Ilegal