MerahPutih.com - PT Pertamina (Persero) resmi menggabungkan tiga anak usaha yang bergerak di sektor hilir, yaitu PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan segmen bisnis PT Pertamina International Shipping (PIS).
Penggabungan anak usaha yang selama ini menyediakan layanan distribusi dan penjualan bahan bakar minyak, menjadi subholding downstream.
"Ketika kilang, distribusi, dan logistik serta pemasaran bekerja sebagai satu sistem, kita dapat menghilangkan redundansi, mempercepat layanan, dan menghadirkan pasokan energi yang andal dari Sabang sampai Merauke,” ujar Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri.
Integrasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat kepastian pasokan energi nasional, serta meningkatkan daya saing Pertamina.
Baca juga:
Update Harga BBM 1 Februari: Pertamina, BP, Shell, dan Vivo Kompak Turun
Dengan sistem yang terintegrasi, koordinasi antarfungsi berjalan lebih cepat, pengambilan keputusan lebih efektif, dan investasi yang lebih optimal.
Ia menegaskan, melalui Subholding Downstream, Pertamina menargetkan transformasi dalam lini bisnisnya, khususnya yang terkait dengan peningkatan pelayanan ke masyarakat.
Integrasi, kata ia, tidak akan mengganggu pelayanan terhadap masyarakat maupun terhadap mitra bisnis dan pekerja, sebaliknya menargetkan penyediaan energi yang semakin andal untuk masyarakat.
Target tersebut dapat direalisasikan melalui peningkatan kolaborasi lintas divisi, serta memberikan dampak yang lebih besar bagi bangsa dan generasi mendatang dengan semangat Energizing Indonesia.
“Di tengah perubahan geopolitik, tuntutan transisi energi, dan persaingan global yang semakin ketat. Indonesia membutuhkan Pertamina yang lincah, kuat, dan terintegrasi,” kata Simon.
Integrasi bisnis hilir berlaku per 1 Februari 2026, bukan sekadar perubahan organisasi, melainkan upaya penguatan fondasi untuk menjadikan Pertamina sebagai soko guru bangsa dalam penyediaan energi kepada masyarakat semakin optimal. (*)