LDA Beri Gus Samsudin Gelar KRT, Kubu PB XIII Meradang

Andika PratamaAndika Pratama - Kamis, 29 Desember 2022
LDA Beri Gus Samsudin Gelar KRT, Kubu PB XIII Meradang

Gus Samsudin, pemilik Padepokan Nur Dzat Sejati dapat gelar gelar bangsawan dari Keraton Kasunanan Surakarta. (MP/tangkapan layar Youtube)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemberian gelar bangsawan kepada Samsudin Jadab alias Gus Samsudin oleh Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Kasunanan Surakarta mendapatkan respons dari kubu PB XIII.

Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta, KP Dani Nur Adiningrat mempertanyakan pemberian gelar tersebut. Terlebih gelar tidak diberikan oleh PB XIII.

Baca Juga

Lembaga Dewan Adat Buka Keraton Kasunan Surakarta untuk Wisatawan

"Acara pemberian gelar tersebut diadakan di luar acara resmi Keraton Surakarta PB XIII. Penyelenggara juga bukan dari Keraton. Biasanya Dhawuh Dalem (perintah raja) itu lewat Sasono Wilopo, saya juga sudah cek ke Kasentanan juga, tidak ada nama Gus Samsudin," kata Dani kepada wartawan di Surakarta, Kamis (29/12).

Ia menegaskan gelar bangsawan yang diperoleh Gus Samsudin tidak sah. Dani memastikan yang bersangkutan tidak menjadi bagian Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Diketahui, Gus Samsudin mendapatkan kenaikan gelar bangsawan dari Raden Tumenggung Samsudin Condrodipo menjadi Kanjeng Raden Tumenggung Samsudin Condronegoro.

Pemberian kenaikan gelar tersebut dilakukan oleh Ketua LDA Keraton Kasunanan Surakarta, GKR Wandansari Koes Moertiyah belum lama ini.

Baca Juga

Keraton Surakarta Tutup Museum untuk Wisatawan Imbas Konflik Internal

Saat pemberian gelar bangsawan tersebut yang bersangkutan juga didampingi sejumlah pengurus Paguyuban Kawula Keraton Surakarta (Pokoso) Blitar, Jawa Timur.

Ketua Lembaga Dewan Adat Keraton Kasunanan Surakarta, GKR Wandansari Koes Moertiyah atau yang akrab disapa Gusti Moeng membenarkan adanya pemberian gelar bangsawan terhadap Gus Samsudin.

"Pemberian gelar bangsawan kepada Gus Samsudin dilakukan pada November 2022. Kemudian dapat gelar kenaikan pangkat beberapa hari lalu," kata Gusti Moeng, Kamis (29/12).

Ia mengatakan kenaikan gelar bangsawan lantaran dianggap sebagai tokoh masyarakat di lingkungannya. Untuk gelar bangsawan adalah Kanjeng Raden (KRT)

"Dia (Samsudin) sebagai tokoh masyarakat di lingkupnya itu dengan diberi kepercayaan penghargaan dari keraton biar semakin baik untuk berbuat masyarakat itu,” kata Gusti Moeng.

Ia menambahkan Gus Samsudin awalnya bergelar Raden Tumenggung. Sekarang pakai tambahan Kanjeng jadi Kanjeng Raden Tumenggung. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga

2 Kubu Keraton Surakarta Saling Lapor Polisi, Kapolresta: Laporan Masuk Kita Proses

#Keraton Solo #Keraton Kasunanan Solo
Bagikan
Ditulis Oleh

Andika Pratama

Berita Terkait

Tradisi
2 Kubu Keraton Solo Gelar Kirab Pusaka Malam 1 Suro di 1 Rute, Jangan Sampai Ada Gesekan!
Kirab Pusaka Malam 1 Suro harus sesuai dhawuh dalem Raja dan mengimbau agar tidak terjadi gesekan antar kubu.
Wisnu Cipto - Rabu, 10 Juni 2026
2 Kubu Keraton Solo Gelar Kirab Pusaka Malam 1 Suro di 1 Rute, Jangan Sampai Ada Gesekan!
Tradisi
Tradisi Grebeg Besar Idul Adha: Gunungan di Masjid Agung Solo Raib dalam Hitungan Menit
Gunungan jaler melambangkan peran laki-laki sebagai pencari nafkah, sedangkan gunungan estri melambangkan perempuan yang mengelola hasil nafkah untuk kebutuhan keluarga.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Tradisi Grebeg Besar Idul Adha: Gunungan di Masjid Agung Solo Raib dalam Hitungan Menit
Indonesia
Datangi Keraton Solo, Fadli Zon Tegaskan Revitalisasi Sesuai Mandat Presiden
Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menegaskan proses revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat akan dilanjutkan secara bertahap
Frengky Aruan - Jumat, 27 Maret 2026
Datangi Keraton Solo, Fadli Zon Tegaskan Revitalisasi Sesuai Mandat Presiden
Indonesia
Kementerian Kebudayaan Lanjutkan Revitalisasi Keraton Solo, Sasar Keraton Kilen
Badan Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X Jawa Tengah mengirimkan sejumlah petugas untuk memulai pendataan di Keraton Kilen.
Dwi Astarini - Rabu, 11 Maret 2026
Kementerian Kebudayaan Lanjutkan Revitalisasi Keraton Solo, Sasar Keraton Kilen
Indonesia
Kirab Hajat Ndalem Malam Selikuran, Tradisi Sambut Lailatulkadar
Tradisi Malam Selikuran telah ada sejak PB X untuk menyambut Lailatulkadar.
Dwi Astarini - Selasa, 10 Maret 2026
Kirab Hajat Ndalem Malam Selikuran, Tradisi Sambut Lailatulkadar
Indonesia
Pemkot Solo Setop Bayari Listrik Keraton Solo Rp19 Juta per Bulan, tak Ada Dana
Disbudpar membayar lima rekening listrik atas nama Keraton secara langsung ke Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Dwi Astarini - Selasa, 03 Maret 2026
Pemkot Solo Setop Bayari Listrik Keraton Solo Rp19 Juta per Bulan, tak Ada Dana
Indonesia
Abaikan Peringatan LDA, Purboyo Tetap Rekam KTP dengan Nama Sri Susuhunan Pakubuwono Empat Belas
Proses hukum yang masih berjalan tidak mengganggu proses penggantian nama Gusti Purboyo menjadi Sri Susuhuan Pakubuwono Empat Belas.
Dwi Astarini - Kamis, 12 Februari 2026
Abaikan Peringatan LDA, Purboyo Tetap Rekam KTP dengan Nama Sri Susuhunan Pakubuwono Empat Belas
Indonesia
Perubahan Nama KTP KGPH Puruboyo Jadi Pakubuwono XIV Digugat di PN Solo
Pengabulan perubahan nama KGPH Puruboyo menjadi Sri Susuhunan Pakubuwono XIV digugat oleh Gusti Moeng di PN Solo.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 30 Januari 2026
Perubahan Nama KTP KGPH Puruboyo Jadi Pakubuwono XIV Digugat di PN Solo
Indonesia
PN Solo Kabulkan Perubahan Nama KGPH Puruboyo Jadi Pakubuwono XIV di KTP
Pengadilan Negeri Solo mengabulkan perubahan nama KGPH Puruboyo menjadi Sri Susuhunan Pakubuwono XIV dalam KTP. Putusan telah berkekuatan hukum tetap.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Januari 2026
PN Solo Kabulkan Perubahan Nama KGPH Puruboyo Jadi Pakubuwono XIV di KTP
Indonesia
Kenakan Beskap dan Jarit, Wapres Gibran Hadiri Tingalan Jumenengan di Pura Mangkunegaran
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghadiri Tingalan Jumenengan Kaping 4 KGPAA Mangkunagoro X di Pura Mangkunegaran, Solo, Selasa (27/1).
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 27 Januari 2026
Kenakan Beskap dan Jarit, Wapres Gibran Hadiri Tingalan Jumenengan di Pura Mangkunegaran
Bagikan