Parenting

Latih Sang Buah Hati untuk Saling Berbagi Sejak Dini

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Minggu, 30 Agustus 2020
Latih Sang Buah Hati untuk Saling Berbagi Sejak Dini

Melatih anak sejak dini untuk berbagi. (Unsplash/Gabe Pierce)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEJAK dini kita harus mengajarkan anak-anak untuk terbiasa berempati. Hal ini penting untuk menjadikan pribadi mereka tidak 'pelit' dan peduli dengan sekitar mereka. Sehingga nantinya sang buah hati bisa menjadi sosok dewasa yang mudah membangun relasi baik dengan orang-orang.

Lalu, bagaimana cara orangtua untuk melatih buah hati untuk berbagi sejak dini? Melansir laman Alodokter, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan pada anak sejak mereka menginjak tiga tahun.

Baca juga:

Parents, Membimbing Anak Hiperaktif Bukan Hal yang Mustahil

1. Kenalkan apa itu berbagi

Latih Sang Buah Hati untuk Saling Berbagi Sejak Dini
Kenalkan kepada anak pemahaman tentang berbagi. (Unsplash/Ben White)

Sebelum melatih mereka untuk berbagi, anak harus paham terlebih dahulu apa artinya berbagi. Contoh kecilnya yakni dengan meminjamkan salah satu mainan kesukaannya.

Bila anak menolak untuk meminjamkannya, sebagai orangtua katakan bahwa kamu merasa senang kalau mainan itu boleh dipinjamkan.

Jangan lupa juga untuk mengatakan kalau mainan itu akan dikembalikan. Sehingga anak menjadi tahu apa itu berbagi tanpa harus kehilangan mainan favoritnya.

2. Memberikan contoh yang baik

Latih Sang Buah Hati untuk Saling Berbagi Sejak Dini
Orangtua perlu memberikan contoh yang baik kepada anaknya. (Unsplash/Alexander Dummer)

Setiap anak akan mengikuti perilaku orang-orang yang ada disekitarnya, terutama orangtua mereka. Ketika menjadi orangtua, pastikan kita memberikan perilaku yang baik sebagai contoh untuk sang buah hati.

Jika orangtua menginginkan anak dapat saling berbagi, maka contohkan sikap berbagi dengan sesama. Agar nantinya mereka juga termotivasi untuk berbagi dengan sesama seperti yang dilakukan orangtuanya.

Baca juga:

Hati-hati Terjebak Dalam Pola Asuh Hyper-Parenting

3. Bermain permainan yang melibatkan sikap berbagi

Latih Sang Buah Hati untuk Saling Berbagi Sejak Dini
Mengajak anak bermain permainan yang melibatkan sikap berbagi. (Unsplash/Marisa Howenstine)

Permainan menjadi alternatif yang paling mudah untuk sang anak agar terbiasa berbagi. Libatkan anak dalam permainan yang memerlukan sikap tersebut.

Salah satu contohnya yakni permainan balok kayu atau permainan lainnya. Langkah ini bisa dilakukan agar anak belajar peduli dan saling berbagi.

4. Beri pujian

Latih Sang Buah Hati untuk Saling Berbagi Sejak Dini
Berikan pujian ketika mereka mau berbagi. (Unsplash/Sai De Silva)

Pujian adalah hal penting untuk anak. Ketika mereka mau berbagi mainannya dengan anggota keluarga atau teman, pastikan untuk memberikan pujian dan ucapan terima kasih.

Hal ini menjadi dasar untuk mendidik mereka menjadi pribadi yang mengerti pentingnya berbagi. Apalagi kalau sang anak telah melakukan suatu hal yang baik.

5. Jangan Memaksa

Latih Sang Buah Hati untuk Saling Berbagi Sejak Dini
Jangan paksa mereka bila tidak ingin berbagi. (Unsplash/Eye for Ebony)

Anak harus terlatih untuk berbagi. Namun, jangan paksa sang buah hati bila belum terbiasa untuk berbagi. Karena dengan memaksa malah membuat mereka sulit memahami apa pentingnya berbagi. (ren)

Baca juga:

Parents Jangan Cengeng, Didik Anak Agar Tidak Manja

#Parenting #Anak #Anak-anak #Anak Kecil
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Berita Foto
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Sejumlah anak mengikuti pertandingan padel dalam ajang Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026 di Tangerang, Banten, Sabtu (29/8/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 29 Agustus 2026
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Foto Essay
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Gio dan Hamzah berlatih tinju dengan alat seadanya di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/8/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 19 Agustus 2026
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Indonesia
Ramai Bincang Anak Jadi Bintang Vape di Media Sosial, DPR Desak Polisi Bertindak
Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Jangan pernah menjadikan anak sebagai alat untuk memperoleh keuntungan ekonomi
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Ramai Bincang Anak Jadi Bintang Vape di Media Sosial, DPR Desak Polisi Bertindak
Indonesia
KPAI Soroti Dugaan Anak Dijadikan Promosi Vape, Minta Penegak Hukum Bertindak
KPAI menyoroti dugaan keterlibatan anak dalam promosi vape di YouTube dan meminta aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 03 Agustus 2026
KPAI Soroti Dugaan Anak Dijadikan Promosi Vape, Minta Penegak Hukum Bertindak
Indonesia
Kemkomdigi Layangkan Teguran ke YouTube usai Temukan Konten Vape yang Libatkan Anak
Kemkomdigi melayangkan teguran ke YouTube, setelah menemukan konten vape yang melibatkan anak-anak.
Soffi Amira - Minggu, 02 Agustus 2026
Kemkomdigi Layangkan Teguran ke YouTube usai Temukan Konten Vape yang Libatkan Anak
Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Bagikan