Larangan Penjualan LPG 3 Kg Bikin Pedagang Kecil Kehilangan Pendapatan

Soffi AmiraSoffi Amira - Selasa, 04 Februari 2025
Larangan Penjualan LPG 3 Kg Bikin Pedagang Kecil Kehilangan Pendapatan

Gas LPG 3 kilogram. (Foto: MerahPutih.com/Didik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sulitnya mendapatkan LPG 3 kg membuat pedagang kecil ikut menjerit. Pedagang mengaku, bebannya makin berat karena harus menghabiskan waktu saat mengantre di pangkalan resmi penjual LPG.

Keluhan ini salah satunya datang dari Marji (43). Ia merupakan pedagang martabak mini di kawasan Grogol, Jakarta Barat. Marji mengaku, dirinya harus antre sejak pagi hanya untuk mendapatkan LPG, sehingga mengurangi penghasilannya.

“Saya pagi antre dari jam 06.00 sampai 07.30. Biasanya jam segitu saya bisa jualan di depan sekolah. Sekarang tak bisa karena harus antre beli gas gitu,” kata Marji ditemui di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (4/2).

Menurut Marji, biasanya pagi hari adalah momen dia mendapatkan untung lantaran berjualan di jam masuk anak sekolah.

Baca juga:

Pengecer LPG 3 Kg Otomatis Jadi Sub-Pangkalan, Menteri Bahlil Pakai Evaluasi Seleksi Alam

“Dua hari ini karena harus antre jadi tak bisa jualan di sekolah. Otomatis pemasukan berkurang,” sesalnya.

Marji mengaku, dirinya rugi bisa Rp 100 ribu karena tak dapat berjualan sejak pagi hari.

“Kalau jualannya siang anak-anak jarang beli karena mereka sudah dapat makan siang dari sekolah. Kalau pagi kan bisa buat bekal mereka,” jelas Marji yang sudah lima tahun belakangan jualan martabak mini seharga Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu ini.

Sama halnya dengan Marji, pedagang batagor keliling di kawasan Ciputat, Anto (23) mengaku, kebijakan larangan pembelian gas LPG di eceran sangat menyulitkannya.

Baca juga:

Muhammad Hatta Cap Larangan Pengecer Jual LPG 3 Kg Kebijakan Prematur, Efek Dominonya Bahaya

“Akibat antre berjam-jam, saya bisa kekurangan penghasilan,” sebut Anto.

Ia mengaku, bisa menghabiskan waktu sampai satu jam lebih hanya untuk mendapatkan gas melon itu.

“Padahal sejam itu kalau saya pakai muter di sekolah atau deket perkantoran bisa dapat untung banyak. Tapi sekarang waktu saya terbuang hanya untuk antre gas,” sesal Anto seraya menggoreng batagor di wajan gerobaknya itu.

Ia juga mengaku, dirinya sering berdebat dengan sesama pembeli gas dan penjual.

Baca juga:

Legislator Kritik ESDM Mending Bikin Aturan HET LPG 3 Kg daripada Larang Dijual Pengecer

“Karena memang saya minta penjualannya dipercepat supaya bisa jualan. Tapi mereka beralasan stok terbatas jadi harus menunggu lama,” keluh Anto.

Anto juga mengungkapkan, bahwa dirinya tak masalah dengan harga gas di pangkalan resmi. Namun, dia meminta agar penjualan gas kembali dibolehkan di level pengecer.

“Memang di level pengecer sedikit lebih mahal bisa sampai Rp 20 ribuan. Tapi saya tak perlu antre dan ribet - ribet lagi untuk mendapatkan gas,” harap Anto yang merupakan perantau asal Brebes ini. (knu)

#LPG #Gas LPG 3 Kg #Pedagang #Pertamina
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
QR Code MyPertamina Bakal Berubah-ubah, BPH Migas Perketat Pembelian BBM Subsidi
Pemerintah akan mengubah QR Code di MyPertamina. Nantinya, pembelian BBM subsidi akan diperketat.
Soffi Amira - Jumat, 12 Juni 2026
QR Code MyPertamina Bakal Berubah-ubah, BPH Migas Perketat Pembelian BBM Subsidi
Indonesia
Pemerintah Pastikan Harga Pertalite dan Biosolar Tidak Naik, Bahlil Ungkap Alasannya
Pemerintah memastikan harga Pertalite dan Biosolar tidak naik. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan alasannya.
Soffi Amira - Jumat, 12 Juni 2026
Pemerintah Pastikan Harga Pertalite dan Biosolar Tidak Naik, Bahlil Ungkap Alasannya
Indonesia
YLKI Kritik Harga BBM Naik Mendadak, Tagih Transparansi Pemerintah dan Pertamina
YLKI menyoroti harga BBM naik mendadak. Pemerintah dan Pertamina pun diminta untuk mengungkap penyebabnya.
Soffi Amira - Kamis, 11 Juni 2026
YLKI Kritik Harga BBM Naik Mendadak, Tagih Transparansi Pemerintah dan Pertamina
Indonesia
Kenaikan Harga Pertamax Bikin Daya Beli Kelas Menengah Tertekan, PKS Ingatkan Risiko Inflasi
Kenaikan harga Pertamax membuat daya beli kelas menengah makin tertekan. PKS pun juga mengingatkan adanya risiko inflasi.
Soffi Amira - Kamis, 11 Juni 2026
Kenaikan Harga Pertamax Bikin Daya Beli Kelas Menengah Tertekan, PKS Ingatkan Risiko Inflasi
Indonesia
Kenaikan Harga Pertamax Berpotensi Picu Migrasi ke Pertalite, DPR Minta Antisipasi
Kenaikan harga Pertamax bisa memicu masyarakat pindah ke Pertalite. DPR pun meminta pemerintah menyiapkan skenario darurat.
Soffi Amira - Kamis, 11 Juni 2026
Kenaikan Harga Pertamax Berpotensi Picu Migrasi ke Pertalite, DPR Minta Antisipasi
Indonesia
Pertamax Tembus Rp 16.250 per Liter, DPR Bakal Panggil Kementerian ESDM dan Pertamina
Komisi XII DPR segera memanggil Kementerian ESDM dan Pertamina, terkait kenaikan harga Pertamax. Sebab, BBM tersebut kini menembus Rp 16.250 per liter.
Soffi Amira - Kamis, 11 Juni 2026
Pertamax Tembus Rp 16.250 per Liter, DPR Bakal Panggil Kementerian ESDM dan Pertamina
Indonesia
KAI Angkut 1,09 Juta Ton BBM hingga Mei 2026, Perkuat Distribusi Energi Nasional
KAI mencatat pengangkutan lebih dari 1 juta ton BBM hingga Mei 2026. Peran kereta api dalam distribusi energi dinilai semakin penting untuk menjaga kelancaran pasokan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 11 Juni 2026
KAI Angkut 1,09 Juta Ton BBM hingga Mei 2026, Perkuat Distribusi Energi Nasional
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Mobil di Atas 1.400 CC Dilarang Isi Pertalite Mulai Juni 2026
Mobil di atas 1.400 cc dilarang mengisi Pertalite mulai Juni 2026. Lalu, apakah informasi itu bisa dibenarkan?
Soffi Amira - Rabu, 10 Juni 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Mobil di Atas 1.400 CC Dilarang Isi Pertalite Mulai Juni 2026
Indonesia
Pemakai Kelas Menengah, Kenaikan Harga Pertamax Diklaim Tidak Pengaruhi Inflasi
Pengguna BBM nonsubsidi mayoritas berasal dari kelompok masyarakat menengah ke atas sehingga tidak berpengaruh terhadap sektor-sektor yang menjadi penentu inflasi.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 10 Juni 2026
Pemakai Kelas Menengah, Kenaikan Harga Pertamax Diklaim Tidak Pengaruhi Inflasi
Indonesia
Harga Pertamax Naik, Pertamina Minta Masyarakat Bijak Gunakan BBM
Penyesuaian tarif per 10 Juni 2026 merubah peta harga sejumlah produk bahan bakar nonsubsidi
Angga Yudha Pratama - Rabu, 10 Juni 2026
Harga Pertamax Naik, Pertamina Minta Masyarakat Bijak Gunakan BBM
Bagikan