MerahPutih.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus memainkan peran penting dalam mendukung distribusi energi nasional melalui layanan angkutan bahan bakar minyak (BBM). Sepanjang Januari hingga Mei 2026, KAI telah mengangkut sebanyak 1.096.988 ton BBM ke berbagai wilayah di Indonesia.
Moda transportasi kereta api dinilai memiliki keunggulan dalam mengangkut muatan dalam volume besar secara terjadwal dan konsisten. Kemampuan tersebut menjadikan kereta api sebagai salah satu pilihan strategis dalam menjaga kelancaran distribusi energi nasional.
Sebagai perbandingan, sepanjang tahun 2025 KAI melayani pengangkutan BBM mencapai 2.655.780 ton. Volume tersebut menunjukkan kontribusi berkelanjutan perusahaan dalam mendukung kebutuhan energi masyarakat maupun dunia usaha.
Baca juga:
KAI Angkut 21,56 Juta Ton Batu Bara hingga Mei 2026, Perkuat Rantai Pasok Nasional
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan distribusi energi yang andal memiliki pengaruh langsung terhadap aktivitas ekonomi serta mobilitas masyarakat.
Karena itu, KAI terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan pasokan BBM dapat tersalurkan dengan baik melalui jaringan perkeretaapian nasional.
Kereta api menjadi salah satu moda yang mendukung distribusi energi dalam jumlah besar secara terjadwal. Melalui kolaborasi yang terjalin dengan berbagai pihak, KAI terus berupaya menjaga kelancaran pasokan BBM sehingga aktivitas masyarakat dan dunia usaha dapat berjalan dengan baik,
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba.
KAI Perkuat Sinergi dengan Pertamina Group
Dalam mendukung distribusi energi nasional, KAI menjalin kerja sama strategis dengan Pertamina Group untuk layanan angkutan BBM.
Kolaborasi tersebut berperan dalam memperkuat konektivitas antara pusat pasokan dan wilayah tujuan distribusi, sekaligus mendukung penyaluran energi ke berbagai daerah.
Selain itu, untuk kebutuhan operasional kereta api yang menggunakan BBM subsidi, KAI juga berkoordinasi dengan BPH Migas dan SKK Migas. Pasokan BBM didukung oleh PT Pertamina Patra Niaga.
Sinergi antarlembaga tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan layanan transportasi kereta api yang setiap hari melayani masyarakat serta sektor logistik nasional.
Baca juga:
92 Lokasi Operasional PT KAI Sudah Sudah Pakai Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Berdasarkan data monitoring per 5 Juni 2026, KAI memperoleh kuota BBM subsidi tahun 2026 sebesar 214.342.000 liter.
Hingga periode tersebut, realisasi penggunaan mencapai 95.394.629 liter atau 44,51 persen dari total kuota yang tersedia. Dengan demikian, sisa kuota yang masih tersedia tercatat sebesar 118.947.371 liter.
Dari total penggunaan tersebut, konsumsi terbesar berasal dari operasional kereta api penumpang yang mencapai 85.220.668 liter.
Sementara itu, penggunaan BBM lainnya berasal dari angkutan peti kemas sebesar 7.254.124 liter, angkutan parcel 1.541.672 liter, angkutan semen 1.148.414 liter, serta angkutan klinker sebanyak 229.751 liter.
Data tersebut menunjukkan bahwa dukungan energi tidak hanya menopang layanan transportasi publik, tetapi juga mendukung distribusi logistik yang menjadi penggerak berbagai sektor ekonomi.
Baca juga:
Angkutan Peti Kemas KAI Tumbuh 14,57 Persen pada Triwulan I 2026
Pemanfaatan kereta api dalam distribusi energi juga memberikan nilai tambah dari sisi efisiensi transportasi.
Dengan kapasitas angkut yang besar dalam satu perjalanan, distribusi melalui kereta api membantu menjaga kelancaran rantai pasok, sekaligus mendukung sistem logistik yang lebih efektif dan berkelanjutan.
KAI menegaskan akan terus memperkuat kolaborasi dengan Pertamina Group, BPH Migas, SKK Migas, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya guna mendukung ketahanan energi nasional.
Melalui layanan transportasi yang andal, KAI berkomitmen menjaga kelancaran distribusi energi, mobilitas masyarakat, dan aktivitas ekonomi di berbagai daerah,
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba.
(Asp)