Kenali 5 Jenis Lapar yang Bisa Kamu Rasakan
Terkadang, kita tidak benar-benar merasa lapar. (Foto: Unsplash/Pablo Merchan Montes)
KALAU kata orang-orang, lapar itu identik sebagai keinginan kuat untuk makan. Padahal, terkadang rasa lapar dikendailkan pikiran, emosi, dan hanya sensasi sesaat. Mengontrol makanan yang masuk ke tubuh dapat menghindari masalah penyakit kronis, gangguan tidur, hingga depresi.
Mengutip laman Boldsky, berikut lima jenis rasa lapar.
Baca juga:
1. Lapar pikiran
Lapar pikiran biasanya dipengaruhi oleh sugesti yang diberikan oleh kita untuk diri kita sendiri, seperti karena hari ini sedih, maka harus makan es krim. Lapar ini biasanya dipengaruhi oleh suasana hati dan pikiran. Ini juga mencakup pikiran seperti “Saya harus menurunkan karbohidrat jadi harus makan lebih banyak protein.”
Hal buruk tentang kelaparan pikiran adalah pikiran berubah dan begitu juga preferensi makanan. Pikiran kita sering berubah karena dipengaruhi oleh tips nutrisi dari para ahli atau tips diet, pada akhirnya justru banyak kebutuhan tubuh yang tidak terpenuhi.
2. Lapar hati
Rasa lapar hati sering disebut dengan makan emosional yang berarti bisa positif atau negatif. Sering kali, kita makan sebagai respons terhadap emosi negatif karena mengira makanan akan membantu mengisi kekosongan di hati atau menghindari perasaan menyakitkan itu untuk saat ini.
Contoh lainnya adalah menyantap makanan saat kamu ingin mengingat kenangan dengan orang tertentu, seperti mendambakan masakan nenek atau ibu untuk nostalgia masa kecil. Yang harus dilakukan adalah atasi emosimu dengan cara yang sehat, daripada mencari makanan setiap kali kamu mengingat sesuatu.
Baca juga:
3. Lapar mata
Jenis lapar yang satu ini mungkin sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Lapar mata dipicu saat kita melihat beberapa makanan yang menggoda atau lezat. Hal ini terjadi ketika kamu tidak bisa menahan diri untuk tidak makan setelah melihatnya. Padahal, kondisinya kamu masih kenyang tapi karena terlihat enak jadi ingin membelinya.
Strategi ini biasanya dimainkan pihak restoran atau supermarket makanan untuk membuat orang mencicipi makanan yang mereka tawarkan. Saat pertama kali melihat makanan, mata kita akan mengirimkan sinyal ke perut dan mengesampingkan rasa kenyang.
Yang harus dilakukan saat mata kita tergoda adalah alihkan fokus pada hal-hal lainnya seperti lukisan atau pakaian.
4. Lapar hidung
Pengertian dari lapar ini adalah ketika kita mencium makanan atau minuman tertentu. Aroma hidangan favorit, menyeduh kopi, lelehan mentega, atau memanggang sering kali mengundang seseorang untuk mengonsumsi makanan, terlepas dari apakah ia benar-benar lapar atau tidak.
Rasa lapar juga sering kali terkait dengan lapar mulut. Hal ini karena ketika seseorang mengalmai hidup tersumbat akibat flu atau masalah lainnya, mereka juga mengalami rasa tidak enak saat makan.
Lalu apa yang harus dilakukan? Sebelum makan, dekatkan piring makanan ke hidung dan dengan sabar mencium setiap bahan. Mulailah makan dan dengan setiap gigitan yang ditela, perhatikan terus aromanya.
5. Lapar perut
Lapar perut memang sering terjadi dan disebut sebagai kelaparan biologis. Saat lapar perut, kita mengalami sensasi di perut seperti suara geraman. Para ahli mengatakan bahwa perut tidak mengatakan kapan seseorang lapar, melainkan hanya mengingatkan kita pada jadwal makan yang sudah kita susun sesuai dengan waktu makan.
Oleh karena itu, perut akan mengingatkan kita lewat suara geraman setiap kali lapar muncul. Kapan pun perut merasa “lapar”, usahakan untuk makan perlahan dan hanya dalam porsi kecil. (and)
Baca juga:
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Polda dan Polres se-Indonesia Zoom Meeting Bahas Antisipasi Hoaks Virus Nipah
[HOAKS atau FAKTA] : Sering Main Ponsel di Ruangan Gelap Bisa Bikin Kebutaan pada Mata
Sekda DKI Minta Dinas KPKP Uji Kelayakan Daging Ikan Sapu-sapu
Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan
Cak Imin Janjikan Program Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Segera Terwujud
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah