Kesehatan

Kenali 5 Jenis Lapar yang Bisa Kamu Rasakan

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Selasa, 09 Februari 2021
Kenali 5 Jenis Lapar yang Bisa Kamu Rasakan

Terkadang, kita tidak benar-benar merasa lapar. (Foto: Unsplash/Pablo Merchan Montes)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KALAU kata orang-orang, lapar itu identik sebagai keinginan kuat untuk makan. Padahal, terkadang rasa lapar dikendailkan pikiran, emosi, dan hanya sensasi sesaat. Mengontrol makanan yang masuk ke tubuh dapat menghindari masalah penyakit kronis, gangguan tidur, hingga depresi.

Mengutip laman Boldsky, berikut lima jenis rasa lapar.

Baca juga:

Sering Lapar? Tandanya Kamu Tidak Sehat

1. Lapar pikiran

Lapar Ternyata Ada Jenisnya, Kamu Tipe yang Mana?
Lapar pikiran biasanya dipengaruhi oleh sugesti yang diberikan. (Foto: Unsplash/Angelos Michalopoulos)


Lapar pikiran biasanya dipengaruhi oleh sugesti yang diberikan oleh kita untuk diri kita sendiri, seperti karena hari ini sedih, maka harus makan es krim. Lapar ini biasanya dipengaruhi oleh suasana hati dan pikiran. Ini juga mencakup pikiran seperti “Saya harus menurunkan karbohidrat jadi harus makan lebih banyak protein.”

Hal buruk tentang kelaparan pikiran adalah pikiran berubah dan begitu juga preferensi makanan. Pikiran kita sering berubah karena dipengaruhi oleh tips nutrisi dari para ahli atau tips diet, pada akhirnya justru banyak kebutuhan tubuh yang tidak terpenuhi.

2. Lapar hati

Lapar Ternyata Ada Jenisnya, Kamu Tipe yang Mana?
Rasa lapar hati sering disebut dengan makan emosional yang berarti bisa positif atau negatif. (Foto: Unsplash/Artem Labunsky)


Rasa lapar hati sering disebut dengan makan emosional yang berarti bisa positif atau negatif. Sering kali, kita makan sebagai respons terhadap emosi negatif karena mengira makanan akan membantu mengisi kekosongan di hati atau menghindari perasaan menyakitkan itu untuk saat ini.

Contoh lainnya adalah menyantap makanan saat kamu ingin mengingat kenangan dengan orang tertentu, seperti mendambakan masakan nenek atau ibu untuk nostalgia masa kecil. Yang harus dilakukan adalah atasi emosimu dengan cara yang sehat, daripada mencari makanan setiap kali kamu mengingat sesuatu.

Baca juga:

Rasa Lapar Pada Penderita Diabetes Dapat Sebabkan Kematian

3. Lapar mata

Lapar Ternyata Ada Jenisnya, Kamu Tipe yang Mana?
Lapar mata dipicu saat kita melihat beberapa makanan yang menggoda atau lezat. (Foto: Unsplash/Rhett Noonan)


Jenis lapar yang satu ini mungkin sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Lapar mata dipicu saat kita melihat beberapa makanan yang menggoda atau lezat. Hal ini terjadi ketika kamu tidak bisa menahan diri untuk tidak makan setelah melihatnya. Padahal, kondisinya kamu masih kenyang tapi karena terlihat enak jadi ingin membelinya.

Strategi ini biasanya dimainkan pihak restoran atau supermarket makanan untuk membuat orang mencicipi makanan yang mereka tawarkan. Saat pertama kali melihat makanan, mata kita akan mengirimkan sinyal ke perut dan mengesampingkan rasa kenyang.

Yang harus dilakukan saat mata kita tergoda adalah alihkan fokus pada hal-hal lainnya seperti lukisan atau pakaian.

4. Lapar hidung

Lapar Ternyata Ada Jenisnya, Kamu Tipe yang Mana?
Lapar yang disebabkan lewat aroma. (Foto: Unsplash/Ian Valerio)


Pengertian dari lapar ini adalah ketika kita mencium makanan atau minuman tertentu. Aroma hidangan favorit, menyeduh kopi, lelehan mentega, atau memanggang sering kali mengundang seseorang untuk mengonsumsi makanan, terlepas dari apakah ia benar-benar lapar atau tidak.

Rasa lapar juga sering kali terkait dengan lapar mulut. Hal ini karena ketika seseorang mengalmai hidup tersumbat akibat flu atau masalah lainnya, mereka juga mengalami rasa tidak enak saat makan.

Lalu apa yang harus dilakukan? Sebelum makan, dekatkan piring makanan ke hidung dan dengan sabar mencium setiap bahan. Mulailah makan dan dengan setiap gigitan yang ditela, perhatikan terus aromanya.

5. Lapar perut

Lapar Ternyata Ada Jenisnya, Kamu Tipe yang Mana?
Ketika lapar, perut biasanya memberi sinyal lewat suara geraman. (Foto: Unsplash/Jarritos Mexican Soda)


Lapar perut memang sering terjadi dan disebut sebagai kelaparan biologis. Saat lapar perut, kita mengalami sensasi di perut seperti suara geraman. Para ahli mengatakan bahwa perut tidak mengatakan kapan seseorang lapar, melainkan hanya mengingatkan kita pada jadwal makan yang sudah kita susun sesuai dengan waktu makan.

Oleh karena itu, perut akan mengingatkan kita lewat suara geraman setiap kali lapar muncul. Kapan pun perut merasa “lapar”, usahakan untuk makan perlahan dan hanya dalam porsi kecil. (and)

Baca juga:

Makan Roti Tawar Putih Membuat Makin Lapar, ini Alasannya

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan