Lakukan Pra-Puasa agar Puasa Ramadan Lebih Sehat

Andrew FrancoisAndrew Francois - Minggu, 05 Maret 2023
Lakukan Pra-Puasa agar Puasa Ramadan Lebih Sehat

Pra puasa bantu puasa Ramadan lebih sehat dan mudah. (Foto: Pexels/Jack Sparrow)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MENYAMBUT bulan suci Ramadan, para dokter dan pakar gizi di Uni Emirat Arab (UEA) menganjurkan untuk membangun kebiasaan sehat pra-puasa (pre-fasting habits) sebelum memasuki bulan Ramadan, termasuk memilih asupan makanan dan minuman yang tepat.

Seperti diungkapkan laman ANTARA, Sabtu (4/3), Ahli Diet Klinis di Rumah Sakit Burjeel Abu Dhabi, UEA, Archana Baju mengatakan, hal itu dapat membuat seseorang terhindar dari komplikasi hingga kenaikan berat badan selama bulan suci Ramadan.

"Ramadan sudah dekat, sekarang adalah waktu yang tepat untuk merencanakan Ramadan yang sehat dan bergizi. Pertama, hindari kafein," ungkap Baju.

Baca juga:

Kenali Ciri 'Si Pura-Pura Puasa' di Tongkrongan

Hindari konsumsi kafein sebelum berpuasa. (Foto: Pexels/RODNAE Productions)

Menurut Baju, minuman berkafein perlu dikontrol. Zat itu tidak hanya membuat sulit tidur tetapi juga bertindak sebagai diuretik dan menyebabkan dehidrasi. Selama berpuasa, dehidrasi harus menjadi perhatian khusus. Jadi, usahakan untuk tidak minum kopi sebelum bulan suci dimulai.

Archana mengatakan, umat Islam juga harus sudah mulai minum banyak cairan, melatih kontrol porsi, dan memilih makanan yang sehat. Persiapan menjelang Ramadan ini akan membantu tubuh beradaptasi dengan fase puasa intermiten dengan cara yang tepat.

Bahkan, ia mengatakan Ramadan adalah waktu yang tepat untuk menurunkan berat badan. Asalkan praktik makan sehat dan gaya hidup aktif tidak disepelekan. Dia juga menyarankan untuk fokus pada hidrasi. Selain air mineral, jus buah segar, susu, dan infused water juga merupakan pilihan yang baik.

Baca juga:

Hukum dan Cara Bersikat Gigi Saat Puasa

Makanan harus tetap dipilih secara tepat saat berpuasa. (Foto: Pexels/Michael Burrows)

Buah dan sayuran yang mengandung air seperti mentimun, selada, semangka, persik, apel, dan tomat juga sangat cocok untuk menjadi dasar infused water. Muslim juga harus mencoba memasukkan kombinasi karbohidrat kompleks, seperti biji dan kacang-kacangan, buah, dan sayuran saat berbuka dan sahur.

"Adaptasi metode memasak yang sehat. Gunakan pemanggang atau air-fryer sebagai pengganti cara menggoreng. Jangan lupa gunakan produk susu versi rendah lemak," katanya.

Selain mengurangi makanan berminyak, alih-alih makana penutup yang mengandung gula, rencanakan alternatif sehat seperti tusuk sate buah, parfait granola, atau puding buah. (waf)

Baca juga:

#Puasa #Tips Puasa #Manfaat Puasa #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan