KWI: Tangkal Radikalisme Dengan Gerakan Anti Ekslusivisme

Bahaudin MarcopoloBahaudin Marcopolo - Jumat, 24 Juli 2015
 KWI: Tangkal Radikalisme Dengan Gerakan Anti Ekslusivisme

Sejumlah tokoh agama saling bergandengan tangan saat pembacaan pernyataan sikap terkait kasus Tolikara, Papua. (ANTARA FOTO/Siswowidodo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Nasional - Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menyerukan gerakan nasional inklusivisme untuk menangkal gerakan radikalisme dan ekstrimisme yang mengatasnamakan agama.

"Kalau perlu basmi ekslusivisme," kata Sekretaris Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan KWI, Romo Agus Ulahayanan di Menteng, Jakarta, Jumat (24/7).

Hal senada diucapkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsudin. Menurutnya, tindakan kekerasan ekstrim yang mengatasnamakan agama terdapat di semua agama.

"Bukan hanya di kelompok agama tertentu," sambungnya.

Din mengatakan ini adalah ancaman terhadap bangsa yang majemuk. Karena mereka menampilkan sikap yang eklusif ingin meniadakan kelompok lain, mengusir kelompok lain, ekstrim dan sekaligus juga menggunakan kekerasan.

"Ini perlu gerakan nasional anti ekslusivisme, ekstrimisme dan radikalisme. Ini kita cari formatnya nanti," tandasnya. (mad)

BACA JUGA:

Pangdam Jaya: Toleransi Cegah Benturan Antar Pemeluk Agama

Kapuspen TNI: Insiden Tolikara Kasus Kriminal saat Hari Raya Keagamaan

Ulama NU: Peristiwa Tolikara Tunjukkan Keberagamaan Masih Sensitif

Muslim Amerika Galang Dana untuk Bangun Ulang Gereja yang Terbakar

 

 

 

#Din Syamsuddin
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Mantan Ketum MUI Din Syamsuddin Jadi Khatib Shalat Idul Adha di Masjid Agung Al-Azhar
Kapasitas kalau itu semua terpenuhi sekitar 12 sampai 13 ribu jemaah
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 26 Mei 2026
Mantan Ketum MUI Din Syamsuddin Jadi Khatib Shalat Idul Adha di Masjid Agung Al-Azhar
Indonesia
Din Syamsuddin: Board of Peace Berpotensi Perparah Konflik Timur Tengah
Din Syamsuddin menilai prakarsa Board of Peace yang digagas Donald Trump sebagai bentuk neo-kolonialisme dan imperialisme yang berpotensi memperparah konflik Timur Tengah.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 07 Februari 2026
Din Syamsuddin: Board of Peace Berpotensi Perparah Konflik Timur Tengah
Indonesia
Eks Ketum Muhammadiyah Minta Presiden Prabowo Kendalikan Situasi, Imbau Ulama Tenangkan Warga
Para pemuka agama diharapkan mampu menenangkan umat namun tetap kritis terhadap segala bentuk kemungkaran.
Wisnu Cipto - Minggu, 31 Agustus 2025
Eks Ketum Muhammadiyah Minta Presiden Prabowo Kendalikan Situasi, Imbau Ulama Tenangkan Warga
Indonesia
Din Syamsuddin Minta Warga Tak 'Goreng' Pernyataan Suswono soal Janda Kaya Nikahi Pria Pengangguran
Menurut Din Syamsuddin, Cagub Suswono sudah mengaku bersalah hingga meminta maaf, dan bahkan ia sudah mencabut pernyataan yang dipermasalahkan itu.
Frengky Aruan - Selasa, 05 November 2024
Din Syamsuddin Minta Warga Tak 'Goreng' Pernyataan Suswono soal Janda Kaya Nikahi Pria Pengangguran
Indonesia
Din Syamsuddin Minta RK Tak Abaikan Agama selain Islam
Din Syamsuddin meminta Ridwan Kamil untuk tidak mengabaikan agama selain Islam.
Soffi Amira - Senin, 04 November 2024
Din Syamsuddin Minta RK Tak Abaikan Agama selain Islam
Indonesia
Ridwan Kamil Silaturahmi ke Din Syamsuddin untuk Minta Nasihat
Ridwan Kamil mengeklaim Din Syamsuddin memberikan dukungan terhadap pasangan RIDO di Pemiliham Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024.
Frengky Aruan - Senin, 04 November 2024
Ridwan Kamil Silaturahmi ke Din Syamsuddin untuk Minta Nasihat
Indonesia
Polisi Bakal Periksa Din Syamsuddin Terkait Pembubaran Paksa Diskusi Kemang
Penyidik bisa memeriksa siapapun yang saat itu berada di lokasi pembubaran.
Wisnu Cipto - Rabu, 02 Oktober 2024
Polisi Bakal Periksa Din Syamsuddin Terkait Pembubaran Paksa Diskusi Kemang
Indonesia
RD Tersangka Baru Pembubaran Acara Din Syamsudin Terbukti Pukuli Satpam Hotel
Tersangka MR dijerat dengan Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 351 KUHP dan atau Pasal 355 KUHP. Saat kejadian, MR masuk ke ruang diskusi melalui pintu belakang hotel.
Wisnu Cipto - Rabu, 02 Oktober 2024
RD Tersangka Baru Pembubaran Acara Din Syamsudin Terbukti Pukuli Satpam Hotel
Indonesia
Gerombolan Orang Bubarkan Paksa Acara Diskusi Din Syamsudin dkk di Kemang
Massa yang membubarkan acara juga membawa spanduk yang provokatif.
Wisnu Cipto - Sabtu, 28 September 2024
Gerombolan Orang Bubarkan Paksa Acara Diskusi Din Syamsudin dkk di Kemang
Indonesia
Din Syamsuddin Harap Pasukan Khusus TNI Terjun Payung Bawa Bendera Indonesia dan Palestina
Bangsa Palestina, pertama mengakui kemerdekaan Indonesia
Angga Yudha Pratama - Senin, 19 Agustus 2024
Din Syamsuddin Harap Pasukan Khusus TNI Terjun Payung Bawa Bendera Indonesia dan Palestina
Bagikan