Kurang Maksimal Bekerja, Kelik Mundur dari Kadis Perumahan Gabung TGUPP

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 27 Februari 2020
 Kurang Maksimal Bekerja, Kelik Mundur dari Kadis Perumahan Gabung TGUPP

Kepala Badan Kepegawain Daerah (BKD) DKI, Chaidir memberikan keterangan kepada awak media di Jakarta, Kamis (27/2) (MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Kepala Badan Kepegawain Daerah (BKD) DKI, Chaidir membocorkan alasan Kelik Indriyanto mengundurkan dari Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta.

Menurut Chaidir, Kelik cabut dari jabatannya karena kinerjanya kurang maksimal di program Rumah DP 0 Rupiah yang menjadi program andalan Gubernur Anies Baswedan dalam saat kampanye Pilkada DKI 2017 lalu.

Baca Juga:

Anies Tak Masalah Subejo Mundur dari Kepala BPBD Saat Jakarta Dilanda Banjir

Salah satu contohnya lesunya pemasaran hunian rumah tanpa DP itu bagi warga DKI. Fakta di lapangan dari 780 unit rumah Dp 0 persen di Klapa Village Jakarta Timur saat ini baru laku 225 unit sisanya masih belum laku.

Menurut Kepala BKD DKI, kinerja Kelik Indriyanto sebagai kepala dinas sangat buruk
Kepala BKD DKI Jakarta Chaidir (MP/Asropih)

"Ada beberapa mekanisme perjanjian kontrak kinerjanya yang memang tidak maksimal. (Rumah DP Rp 0) bagian dari mekanisme itu. Itu kan bagian dari kontrak kinerja," ujar Chaidir di Balaikota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (27/2).

Chaidir menuturkan, dalam kontrak perjanjian kerja, Kelik memang melempem. Target yang ditetapkan tak sampai 100 persen.

"Salah satu target Perkin (perjanjian kinerja) tahun lalu tidak tercapai 100 persen," kata dia.

Chaidir menerangkan, dari sejumlah kepala dinas yang dievaluasi, kinerja Kelik sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman merupakan yang terburuk.

"Yang paling sangat signifikan ya baru pak Kelik yang kita evaluasi kinerjanya. Yang lain masih diatas angka rata-rata lah. Masih bisa ditoleransi, artinya masih bisa berlanjut," jelasnya.

Atas kinerjanya yang dinilai kurang baik itu BKD lalu mengevaluasi Kelik, ia diberi dua pilihan. Tetap bertahan sebagai Kadis dengan berbagai persyaratan yang disodorkan BKD atau mengundurkan diri dan memilih jabatan lain.

Tapi Kelik memilih bergabung dengan Tim gubernur untuk percepatan pembangunan (TGUPP). Ia menjabat bidang prasarana.

Baca Juga:

Diduga Terkait Banjir Jakarta, Dua Anak Buah Anies Mundur

Artinya Kelik turun jabatan. Posisinya sebagai kadis, setara pegawai negeri eselon II sedangkan di TGUPP dia tak punya eselon tapi tunjangannya setara eselon III.

“Ketika kinerja enggak jalan, pasti kita tanyakan," tutup Chaidir.(Asp)

Baca Juga:

Pengamat Kritik Penanganan Banjir di Jakarta Bertolak Belakang dengan Ucapan Anies

#Pemprov DKI #RUmah DP 0 Persen #Gubernur DKI Jakarta #Anies Baswedan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Disebut Rumah Keberagaman, Ini Pesan Pramono di Hari Kesaktian Pancasila
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan Jakarta adalah rumah keberagaman bagi siapa pun dan meminta ASN menerapkan nilai Pancasila.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Jakarta Disebut Rumah Keberagaman, Ini Pesan Pramono di Hari Kesaktian Pancasila
Indonesia
Gubernur DKI Bakal Evaluasi Car Free Day dan Sistem Ganjil-Genap
Pramono Anung mengatakan akan mengevaluasi penerapan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) dan sistem ganjil genap.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Gubernur DKI Bakal Evaluasi Car Free Day dan Sistem Ganjil-Genap
Indonesia
Direncanakan Sejak Era Fauzi Bowo, Proyek Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu Ditargetkan Rampung 2027
Proses pembebasan lahan yang berjalan secara bertahap sempat terhenti akibat pandemi COVID-19.
Yusuf Abdillah - Senin, 14 September 2026
Direncanakan Sejak Era Fauzi Bowo, Proyek Jalan Sejajar Rel Pasar Minggu Ditargetkan Rampung 2027
Indonesia
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Sampai Jakarta, Gubernur DKI: Batasi Aktivitas Luar Ruangan dan Pakai Masker
Abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau telah menyebar hingga wilayah Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau warga Jakarta untuk tenang.
Yusuf Abdillah - Minggu, 06 September 2026
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Sampai Jakarta, Gubernur DKI: Batasi Aktivitas Luar Ruangan dan Pakai Masker
Indonesia
PJLP DKI Menjerit Upah Masih Pakai UMP 2025, PSI Tuntut Tanggung Jawab Pemprov
Staf PJLP Pemprov DKI Jakarta mengeluhkan upah yang diterima masih menggunakan perhitungan UMP 2025, meski tahun 2026 sudah berjalan.
Wisnu Cipto - Sabtu, 05 September 2026
PJLP DKI Menjerit Upah Masih Pakai UMP 2025, PSI Tuntut Tanggung Jawab Pemprov
Indonesia
El Nino Ancam Jakarta, 1.027 Petugas Disiagakan Hadapi Puncak Musim Kemarau
Difokuskan pada antisipasi kekeringan, kekurangan air bersih, kebakaran, dan penurunan kualitas udara.
Yusuf Abdillah - Rabu, 02 September 2026
El Nino Ancam Jakarta, 1.027 Petugas Disiagakan Hadapi Puncak Musim Kemarau
Indonesia
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, Tarif Rp 5.000 Berlaku hingga Oktober 2026
LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai dijadwalkan diresmikan 26 Agustus 2026. Tarif sementara tetap Rp 5.000 hingga Oktober 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, Tarif Rp 5.000 Berlaku hingga Oktober 2026
Indonesia
Pramono soal Usulan Tarif Parkir hingga Rp60 Ribu: Bukan Angka dari Pemprov
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa angka tarif parkir hingga Rp60.000 per jam bukan berasal dari Pemerintah Provinsi.
Yusuf Abdillah - Senin, 24 Agustus 2026
Pramono soal Usulan Tarif Parkir hingga Rp60 Ribu: Bukan Angka dari Pemprov
Indonesia
Prabowo Dijadwalkan Resmikan LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai 26 Agustus
LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai dijadwalkan diresmikan Prabowo pada 26 Agustus. Layanan ini diproyeksikan melayani hingga 80 ribu penumpang per hari.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
Prabowo Dijadwalkan Resmikan LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai 26 Agustus
Indonesia
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Anies menilai masyarakat tidak boleh menganggap penderitaan akibat bencana sebagai sesuatu yang biasa.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
Anies Baswedan Soroti Bencana di Kalimantan dan NTT, Dorong Penguatan Koordinasi Lintas Sektor Serta Gotong Royong Masyarakat
Bagikan