Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Kucing Punya 276 Ekspresi Wajah Berbeda

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 07 November 2023
Kucing Punya 276 Ekspresi Wajah Berbeda

Komunikasi kucing lebih kompleks dari yang diperkirakan sebelumnya. (Foto: freepik/freepic.diller)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

POSISI telinga turun, pupil menyempit, bibir menjilat. Apakah kira-kira arti pose itu ya? Jika kamu pernah bertanya-tanya apakah kucing mengatakan sesuatu setiap kali mereka berkumpul, amat mungkin memang demikian.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Behavioral Processes bulan lalu, dua ilmuwan AS menghitung 276 ekspresi wajah berbeda ketika kucing peliharaan berinteraksi satu sama lain.

BACA JUGA:

Fakta Menarik Kucing Oyen yang Terkenal Barbar

“Studi kami menunjukkan bahwa komunikasi kucing lebih kompleks dari yang diperkirakan sebelumnya,” kata rekan penulis studi, seorang psikolog evolusioner Brittany Florkiewicz di Lyon College di Arkansas, kepada CNN pada Rabu (1/11).

Ia menambahkan, temuan mereka menunjukkan domestikasi memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan ekspresi wajah kucing.

kucing

Kucing peliharaan biasanya lebih toleran secara sosial dibandingkan kucing liar. (Foto: pexels/cottonbro studio)

Florkiewicz menjelaskan kucing peliharaan biasanya lebih toleran secara sosial dibandingkan kucing liar karena cara mereka hidup dekat dengan manusia, sehingga para peneliti berharap untuk melihat ekspresi dalam konteks positif dan negatif. Namun, mereka terkejut ketika menemukan hasil pengamatan akan 276 ekspresi wajah yang berbeda secara morfologis.

Menurut Florkiewicz dan penulis utama mahasiswa kedokteran dari University of Kansas Medical Center Lauren Scott yang memiliki ketertarikan pribadi pada kucing, domestikasi memungkinkan lebih banyak interaksi sosial antar kucing. Itulah sebabnya kedua peneliti ini percaya bahwa kucing-kucing itu akan menunjukkan lebih banyak ekspresi.

Kucing kamu mungkin juga secara diam-diam menunjukkan kasih sayangnya melalui cara mereka memandangmu, tulis Emily Blackwell.

BACA JUGA:

Mengenal Maxwell, Kucing Lucu yang Berseliweran di FYP TikTok

Bentuk penelitian

kucing
Data studi ini merupakan hasil rekaman video 53 kucing di cat kafe berdurasi 194 menit. (Foto: Unsplash/Camden & Hailey George)

Untuk mengumpulkan data, Scott memfilmkan 53 kucing di cat kafe setempat ketika keduanya berbasis di University of California, Los Angeles, antara Agustus 2021 hingga Juni 2022.

Dari rekaman video berdurasi 194 menit yang dikumpulkan, ia merekam 186 interaksi kucing. Kucing-kucing tersebut adalah kucing-kucing domestik dewasa dari berbagai jenis kelamin, semuanya telah dikebiri atau dimandulkan.

Kedua peneliti menilai perbedaan ekspresi dengan sistem pengkodean yang dirancang khusus untuk kucing, yang disebut Cat Facial Action Coding System, dan melihat jumlah dan jenis gerakan otot wajah. Studi tersebut menambahkan bahwa gerakan otot yang berhubungan dengan proses biologis seperti bernapas dan menguap tidak dimasukkan.

Meskipun mereka tidak dapat memberikan arti pada setiap ekspresi yang mereka rekam, Florkiewicz dan Scott menemukan bahwa 45,7 persen ekspresi berkode bersifat ramah, sementara 37 persen bersifat agresif.

Makalah tersebut merinci bahwa ekspresi ramah ditunjukkan ketika telinga dan kumis bergerak maju sementara mata tertutup, dan kucing yang agresif memiliki pupil yang menyempit, telinga menempel rata ke kepala, dan bibir yang menggesek lidah.

“Harapan kami ialah memperluas ukuran sampel untuk memasukkan kucing yang tinggal di lokasi lain, melihat ekspresi wajah kucing yang tinggal di rumah dengan banyak kucing, koloni liar," kata Florkiewicz.

Tujuan lain di masa depan, imbuhnya, yakni melakukan studi lanjutan untuk menentukan arti dari ungkapan-ungkapan tersebut.(aru)

BACA JUGA:

Tanda Kucing Hamil Sebelum Perutnya Bunting

#Hobi #Kucing
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Mendag Budi Santoso Dorong Pertumbuhan Ekonomi lewat Hobi Burung Kicau
Melalui lomba tersebut, Mendag Busan mengajak masyarakat untuk menunjukkan semangat melestarikan lingkungan.
Dwi Astarini - Senin, 04 Mei 2026
Mendag Budi Santoso Dorong Pertumbuhan Ekonomi lewat Hobi Burung Kicau
Lifestyle
Kenali Bahaya Ikan Sapu-Sapu untuk Ekosistem dan Risiko Hukumnya Jika Dilepas Sembarangan
Ikan sapu-sapu ternyata berbahaya jika dilepas ke alam liar. Simak dampak, cara penanganan, dan ancaman hukumnya di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Kenali Bahaya Ikan Sapu-Sapu untuk Ekosistem dan Risiko Hukumnya Jika Dilepas Sembarangan
Fun
Tren Pelihara Ular Meningkat, Ball Python Jadi Pilihan Utama Pemula
Minat pelihara ular meningkat. Ball python jadi pilihan pemula karena jinak, mudah dirawat, dan minim risiko gigitan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 20 April 2026
Tren Pelihara Ular Meningkat, Ball Python Jadi Pilihan Utama Pemula
Fashion
'Heavier Than Ever': Perpaduan Heavy Metal dan Subkultur Motor dari Lawless Jakarta
Kolaborasi Black Sabbath dan Lawless Jakarta menghadirkan koleksi eksklusif "Heavier Than Ever" berupa apparel, helm, dan skate deck edisi terbatas.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 12 Desember 2025
'Heavier Than Ever': Perpaduan Heavy Metal dan Subkultur Motor dari Lawless Jakarta
Indonesia
Ajak Warga Lapor Resto-Pasar Jual Daging Anjing, Pemprov Jakarta Jamin Identitas Cepu Aman
"Kami akan memastikan nama pelapor tetap kami rahasiakan, jadi tidak perlu takut," kata Kepala Dinas KPKP Jakarta Hasudungan Sidabalok
Wisnu Cipto - Selasa, 09 Desember 2025
Ajak Warga Lapor Resto-Pasar Jual Daging Anjing, Pemprov Jakarta Jamin Identitas Cepu Aman
Indonesia
Anjing dan Kucing 'Haram' Dijual untuk Santapan, Pramono Perintahkan Satpol PP Turun Tangan
Pramono berharap regulasi ini dapat berkontribusi dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan warga Jakarta
Angga Yudha Pratama - Jumat, 05 Desember 2025
Anjing dan Kucing 'Haram' Dijual untuk Santapan, Pramono Perintahkan Satpol PP Turun Tangan
Fun
GJAW 2025 Hadirkan Program Komunitas Seru, Dari Campervan Show hingga Diecast
GJAW 2025 menghadirkan program komunitas seperti Campervan Show dan Diecast On GJAW, memperkaya pengalaman pengunjung di ICE BSD.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 28 November 2025
GJAW 2025 Hadirkan Program Komunitas Seru, Dari Campervan Show hingga Diecast
Indonesia
Pramono Resmi Berlakukan Pergub Perdagangan Daging Anjing dan Kucing di Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, resmi memberlakukan Pergub larangan jual-beli daging anjing dan kucing di Jakarta.
Soffi Amira - Rabu, 26 November 2025
Pramono Resmi Berlakukan Pergub Perdagangan Daging Anjing dan Kucing di Jakarta
Indonesia
Sah! Pergub Larangan Perdagangan Daging Anjing dan Kucing Berlaku 24 November 2025
Peraturan ini secara rinci tertuang dalam Pergub Nomor 36 Tahun 2025
Angga Yudha Pratama - Selasa, 25 November 2025
Sah! Pergub Larangan Perdagangan Daging Anjing dan Kucing Berlaku 24 November 2025
Fun
Dari Miniatur ke Mahakarya: Geliat Karya Anak Bangsa di Dunia Custom Diecast
Costum diecast telah menjadi gerakan kreatif yang menumbuhkan kebanggaan, kolaborasi, dan inovasi anak bangsa.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 06 November 2025
Dari Miniatur ke Mahakarya: Geliat Karya Anak Bangsa di Dunia Custom Diecast
Bagikan