Sains

Kucing Liar Skotlandia Berada di Ambang Kepunahan

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 05 Mei 2023
Kucing Liar Skotlandia Berada di Ambang Kepunahan

Terlalu sedikit kucing liar di Skotlandia untuk populasi yang dapat bertahan hidup_Website_NatureScot

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

POPULASI kucing liar Skotlandia berada di ambang kepunahan dengan sebagian besar kucing liar yang hidup sekarang adalah hibrida, menurut penelitian baru. Proyek lima tahun yang dilaksanakan oleh NatureScot menyimpulkan bahwa terlalu sedikit kucing liar di Skotlandia untuk populasi yang dapat bertahan hidup.

Menurut penelitan tersebut, hibridisasi atau fenomena kala kucing liar berkembang biak dengan kucing liar atau domestik jenis lainnya merupakan ancaman besar bagi spesies tersebut. Penyakit dan hilangnya habitat diidentifikasi sebagai risiko lainnya.

Baca Juga:

Lemur Madagaskar Terancam Punah

Menteri Keanekaragaman Hayati Skotlandia Lorna Slater mengatakan keberadaan spesies ikonik itu telah terancam. Sementara itu, penelitian sebelumnya menyimpulkan bahwa kucing liar Skotlandia telah punah secara fungsional.

"Membalik kerugian dramatis di alam yang telah kita lihat belakangan ini adalah salah satu tantangan yang dihadapi negara kita," ungkapnya seperti dilaporkan BBC.


Penelitian terbaru tersebut adalah puncak dari Scottish Wildcat Action project, sebuah upaya kolaboratif yang dipimpin oleh badan alam Skotlandia, NatureScot, yang berlangsung dari 2015 hingga 2020.

Dalam serangkaian laporan baru, tim proyek telah membuat rekomendasi tentang cara mencoba dan menyelamatkan spesies tersebut. Salah satu langkahnya adalah dengan melepaskan kucing liar hasil penangkaran di lokasi tertentu sebagai upaya untuk mensterilkan kucing hibrida dan kucing liar serta memperbaiki habitat.

Baca Juga:

Ilmuwan Konservasi Bawa Kembali Hewan yang Sudah Punah ke Alam

Didanai oleh National Lottery Heritage Fund, proyek tersebut mengatakan kemungkinan besar kucing liar, kucing liar hibrida, dan kucing domestik telah kawin secara bebas satu sama lain selama beberapa generasi sejak 1960-an, menciptakan situasi yang disebut kawanan hibrida.

Dr Roo Campbell, penasihat mamalia NatureScot mengatakan proyek lima tahun itu hanyalah awal dari perjalanan untuk memulihkan populasi kucing liar Skotlandia.

"Tujuan akhir harus untuk membangun populasi kucing liar yang tidak memerlukan campur tangan manusia lebih lanjut untuk mengamankan kelangsungan hidupnya,” jelasnya

Bulan lalu, lisensiuntuk pelepasan kucing liar Skotlandia di Taman Nasional Cairngorms yang dibiakkan di penangkaran oleh Royal Zoological Society of Scotland (RZSS) juga telah disetujui.

"Kami berharap dapat mencapai ini dengan bekerja sama sekarang untuk melindungi dan memulihkan spesies ikonik ini untuk generasi yang akan datang," tutup Dr.Campbell. (dsh)

Baca Juga:

Arus Laut dalam Antartika Terancam Hancur

#Hewan #Kucing #Sains
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Indonesia
Jelang Idul Adha 2026, DPR Minta Pengawasan Ketat Hewan Kurban untuk Cegah PMK
DPR meminta pengawasan ketat terhadap hewan kurban menjelang Idul Adha 2026. Sebab, penyakit PMK mulai mengintai.
Soffi Amira - Selasa, 05 Mei 2026
Jelang Idul Adha 2026, DPR Minta Pengawasan Ketat Hewan Kurban untuk Cegah PMK
Lifestyle
Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Status baru tersebut dipublikasikan pada Rabu (8/4) oleh International Union for the Conservation of Nature (IUCN).
Dwi Astarini - Jumat, 10 April 2026
  Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Lifestyle
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Bulan tampak memenuhi jendela kapsul mereka, saat para astronaut Artemis II melaju memasuki penerbangan melintasi bulan.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Dunia
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Badan antariksa Amerika Serikat NASA mengumumkan misi antariksa Artemis II akan membawa kru manusia meluncur ke bulan.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Lifestyle
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Kerangka itu ditemukan terkubur di sebuah makam di depan altar Gereja St Peter and Paul di Kota Maastricht, Belanda Selatan.
Dwi Astarini - Selasa, 31 Maret 2026
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Lifestyle
Mudik Bawa Anabul, Wajib Perhatikan 8 Hal Ini
Unggahan di Tiktok hingga Instagram memperlihatkan burung, kucing, anjing, bahkan gecko, diajak pergi bersama alih-alih dititipkan ke pet hotel.
Dwi Astarini - Senin, 16 Maret 2026
Mudik Bawa Anabul, Wajib Perhatikan 8 Hal Ini
Fun
Mudik Lebaran Nyaman Bersama Anabul, ini Tipsnya
Pergi bersama hewan peliharaanmembutuhkan persiapan khusus agar tetap aman dan nyaman, baik bagi pemilik maupun hewan tersebut.
Dwi Astarini - Minggu, 15 Maret 2026
Mudik Lebaran Nyaman Bersama Anabul, ini Tipsnya
Indonesia
Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Penemuan seperti ini dikenal sebagai ‘lazarus taxon’, sebuah istilah yang terinspirasi dari tokoh dalam Alkitab yang dibangkitkan dari kematian.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Maret 2026
 Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Dunia
Kura-Kura Raksasa Kembali ke Pulau Galapagos, Pernah Punah Hampir 200 Tahun
Spesies asli Floreana, 'Chelonoidis niger niger', punah pada 1840-an karena pelaut mengambil mereka dari pulau tersebut untuk sumber makanan dalam pelayaran.
Dwi Astarini - Senin, 23 Februari 2026
Kura-Kura Raksasa Kembali ke Pulau Galapagos, Pernah Punah Hampir 200 Tahun
Indonesia
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Presiden Prabowo Subianto bertemu profesor dari 24 universitas top Inggris yang tergabung dalam Russell Group. Kerja sama pendidikan hingga rencana bangun 10 kampus baru di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Januari 2026
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Bagikan