KRL Jakarta-Bogor Anjlok, Lagi-lagi Gerindra Salahkan Jokowi

Thomas KukuhThomas Kukuh - Senin, 11 Maret 2019
KRL Jakarta-Bogor Anjlok, Lagi-lagi Gerindra Salahkan Jokowi

Presiden Jokowi saat naik KRL. (Ist)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono kembali menyalahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kali ini soal kecelakaan kereta rel listrik (KRL) di Kebon Pedes, Bogor, Jawa Barat, Minggu (10/3). “Belum seminggu KRL Jakarta-Bogor ditumpangi Joko Widodo, KRL-nya langsung anjlok dan banyak makan korban luka-luka," kata Arief lewat pesan singkat, Minggu (10/3) malam

KRL KA 1722 rute Jatinegara-Bogor diketahui keluar dari lintasan dan menabrak tiang listrik. Proses evakuasi gerbong yang anjlok masih berlangsung hingga Minggu malam. Jokowi sebelumnya menaiki transportasi massal itu pada 6 Maret lalu.

"Untung saja enggak ada Pak Joko Widodo ya. Mungkin saja saat KRL ditumpangi oleh Joko Widodo hanya untuk tebar pesona dan pasti KRL-nya sudah di-check dengan benar atau sudah disterilkan, sehingga risiko anjloknya tidak akan terjadi," ungkap Arief.

Arief kemudian menyarankan mantan wali kota Solo dua periode itu untuk naik KRL Jakarta-Bogor pada hari kerja. Menurutnya, selain menghemat APBN, alat transportasi itu mungkin akan lebih terjamin keamanannya. “Ini kan sepertinya ingin cari suara dan simpati ya. Aduh kasihan juga para penumpang KRL jadi sarana politisasi Kangmas Joko Widodo," sindir Arief.

KRL Anjlok
KRL Jakarta-Bogor anjlok di Kebon Pedes, Bogor, Jawa Barat. (Humas KAI)

Meskipun demikian, Arief merasa prihatin dengan terjadinya kecelakaan KRL tersebut, terutama terhadap para penumpang yang mengalami luka dan shock akibat peristiwa tersebut.

Menurut Arief, ke depan perlu ada pemebenahan yang lebih baik untuk pelayanan moda transportasi tersebut agar mengurangi risiko kecelakan. "Yang pasti tolong Kang Mas (Jokowi) jangan kampanye di KRL lagi. Nanti bisa anjlok lagi loh," tukas Arief.

Pengurus serikat pekerja BUMN itu juga mengapresiasi sikap Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang telah meminta maaf atas insiden kecelakaan KRL tersebut. "Perlu Kita apresiasi setinggi-tingginya. Ini contoh pejabat negara yang punya tanggung jawab dan perlu dicontoh," pungkasnya.

Sebelumnya, Arief Poyuono juga menyalahkan Presiden Jokowi terkait penangkapan Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief karena kasus narkoba. Arief Poyuono menilai Andi Arief hanya menjadi korban kegagalan rezim Joko Widodo. Pasalnya, kata dia, peredaran narkoba di era Jokowi semakin massif.

"Andi Arief Cuma jadi korban kegagalan Pemerintah Joko Widodo dalam pemberantasan narkoba di Indonesia," kata Arief kepada wartawan, Senin (3/3). (Pon)

#Kereta Rel Listrik (KRL)
Bagikan
Ditulis Oleh

Thomas Kukuh

Berita Terkait

Indonesia
Genangan Air Hambat KRL Angke–Kampung Bandan, Perjalanan Dialihkan
Hujan deras di Jakarta menyebabkan genangan di jalur KRL Angke–Kampung Bandan dan pohon tumbang di lintas Tanjung Priok. KAI Commuter lakukan rekayasa.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 12 Januari 2026
Genangan Air Hambat KRL Angke–Kampung Bandan, Perjalanan Dialihkan
Indonesia
15 Juta Lebih Orang Naik KRL Selama Nataru 2026, Stasiun Bogor dan Jakarta Kota Jadi Paling Padat
KRL Commuter Line jadi salah satu moda transportasi favorit saat libur Natal dan Tahun Baru.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Januari 2026
15 Juta Lebih Orang Naik KRL Selama Nataru 2026, Stasiun Bogor dan Jakarta Kota Jadi Paling Padat
Indonesia
Catat Jadwalnya! KRL, MRT, dan LRT Perpanjang Jam Operasional saat Malam Tahun Baru 2026
KRL, MRT Jakarta, dan LRT Jabodebek memperpanjang jam operasional saat malam Tahun Baru 2026. KRL hingga 01.25 WIB, LRT sampai 01.44 WIB.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 31 Desember 2025
Catat Jadwalnya! KRL, MRT, dan LRT Perpanjang Jam Operasional saat Malam Tahun Baru 2026
Indonesia
Viral Isu Pegawai KRL Dipecat setelah Tumbler Penumpang Hilang, KAI Commuter Berikan Penjelasan Resmi
Insiden tumbler hilang di KRL Tanah Abang–Rangkasbitung memicu isu pemecatan pegawai. KCI menegaskan informasi tersebut tidak benar.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 27 November 2025
Viral Isu Pegawai KRL Dipecat setelah Tumbler Penumpang Hilang, KAI Commuter Berikan Penjelasan Resmi
Indonesia
KRL belum Beroperasi 24 Jam, Bos KAI: Kapan Periksa Kabelnya?
Perpanjangan jam operasional KRL bukan hanya soal memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat, melainkan juga terkait waktu untuk melakukan perawatan rutin.
Dwi Astarini - Rabu, 26 November 2025
KRL belum Beroperasi 24 Jam, Bos KAI: Kapan Periksa Kabelnya?
Indonesia
Wacana Menhub soal Pengoperasian KRL 24 Jam, Komisi V DPR: Perlu Kajian Matang dan Koordinasi dengan KAI
Anggota Komisi V DPR Syafiuddin menilai wacana KRL 24 jam perlu kajian mendalam dan koordinasi Kemenhub–KAI, terutama terkait biaya dan kebutuhan penumpang.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 19 November 2025
Wacana Menhub soal Pengoperasian KRL 24 Jam, Komisi V DPR: Perlu Kajian Matang dan Koordinasi dengan KAI
Berita Foto
Mengunjungi Mini Museum JALITA KRL Seri 8500 di Stasiun Jakarta Kota
Aktivitas pengunjung mengamati berbagai seni isntalasi yang dipajang di Mini Museum Stasiun Jakarta Kota, Jum'at (14/11/2025).
Didik Setiawan - Jumat, 14 November 2025
Mengunjungi Mini Museum JALITA KRL Seri 8500 di Stasiun Jakarta Kota
Indonesia
Prabowo Mau Borong 30 Rangkaian KRL, Jumlah Penumpang Diprediksi Tembus 400 Juta Orang
Prabowo mau borong 30 rangkaian KRL, jumlah penumpang diprediksi bisa menembus 400 juta orang.
Soffi Amira - Kamis, 06 November 2025
Prabowo Mau Borong 30 Rangkaian KRL, Jumlah Penumpang Diprediksi Tembus 400 Juta Orang
Indonesia
Prabowo Tambah 30 Rangkaian KRL Baru, Momentum Penting KAI Tingkatkan Layanan
KRL merupakan tulang punggung transportasi masyarakat Jabodetabek.
Dwi Astarini - Rabu, 05 November 2025
Prabowo Tambah 30 Rangkaian KRL Baru, Momentum Penting KAI Tingkatkan Layanan
Indonesia
DPR Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo Perkuat Layanan Commuter Line Jabodetabek
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto meningkatkan layanan KRL Jabodetabek dengan alokasi anggaran Rp5 triliun untuk menambah 30 rangkaian kereta demi mengurangi waktu tunggu dan kepadatan penumpang.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 05 November 2025
DPR Apresiasi Komitmen Presiden Prabowo Perkuat Layanan Commuter Line Jabodetabek
Bagikan