Wacana Menhub soal Pengoperasian KRL 24 Jam, Komisi V DPR: Perlu Kajian Matang dan Koordinasi dengan KAI
KRL Commuter Line Jabodetabek. (Foto: MerahPutih.com/Didik)
MerahPutih.com - Anggota Komisi V DPR RI, Syafiuddin, merespons pernyataan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi terkait wacana pengoperasian Kereta Rel Listrik (KRL) selama 24 jam. Ia menegaskan bahwa rencana tersebut harus dihitung secara matang sebelum diambil keputusan.
Wacana ini mencuat setelah beredarnya kabar sejumlah karyawan dan buruh terpaksa bermalam di Stasiun Cikarang akibat tidak tersedianya layanan perjalanan pada larut malam.
Menurut Syafiuddin, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) perlu melakukan kajian menyeluruh sebelum merealisasikan wacana tersebut. Ia juga menekankan perlunya koordinasi intensif antara Kemenhub dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai operator utama layanan KRL.
“Kemenhub perlu berkoordinasi dengan PT KAI dan melakukan perhitungan yang matang, baik dari sisi biaya maupun sisi pelayanan. Ketika waktu sudah lewat tengah malam, jumlah penumpang KRL semakin sedikit. Ini harus menjadi pertimbangan utama,” ujar Syafiuddin kepada wartawan, Rabu (19/11).
Baca juga:
Prabowo Mau Borong 30 Rangkaian KRL, Jumlah Penumpang Diprediksi Tembus 400 Juta Orang
Mengunjungi Mini Museum JALITA KRL Seri 8500 di Stasiun Jakarta Kota
Subsidi Tiket KRL Commuter Line Jabodetabek Tembus Rp 1,7 Triliun
Meski demikian, Syafiuddin menilai bahwa pengoperasian KRL 24 jam tetap perlu dipertimbangkan, mengingat adanya kelompok masyarakat yang membutuhkan layanan transportasi pada jam tersebut. Namun, menurutnya, tidak semua lintas harus beroperasi penuh selama 24 jam.
“Bisa saja ada jalur tertentu yang dioperasikan 24 jam, terutama yang masih memiliki kebutuhan mobilitas tinggi pada malam hari. Namun semua itu tentu bergantung pada hasil kajian Kemenhub dan PT KAI,” tambahnya.
Ia berharap kajian yang dilakukan mampu menghasilkan kebijakan transportasi publik yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus tetap mempertimbangkan efisiensi anggaran serta aspek keselamatan operasional. (Pon)
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
15 Juta Lebih Orang Naik KRL Selama Nataru 2026, Stasiun Bogor dan Jakarta Kota Jadi Paling Padat
Catat Jadwalnya! KRL, MRT, dan LRT Perpanjang Jam Operasional saat Malam Tahun Baru 2026
7 Jembatan di Aceh Kritis Pascabencana, Komisi V DPR Desak Pemerintah Bangun Ulang
Libur Panjang Nataru, KAI Commuter Tambah 4 Perjalanan Commuter Line Yogyakarta
Krisis Air Bersih Pascabencana Aceh-Sumatra, Anggota DPR Desak Pemerintah Bertindak Cepat
Bangun 2.000 Rumah untuk Korban Banjir Sumatra, DPR Minta Pemda Gerak Cepat
Jalur Udara Kualanamu-Rembele Sudah Dibuka, DPR Dorong Pemulihan dan Konektivitas di Aceh Tengah
Jalur Darat Terputus, Komisi V DPR Dorong Pembukaan Penerbangan Bandara Rembele Aceh
DPR Nilai Inpres Rehabilitasi Sumatra Tepat untuk Percepat Pemulihan Pascabencana
Komisi V Desak Pemerintah Cari Bantuan Eksternal untuk Penanganan Banjir Bandang Sumatera