Kritik Rencana Impor 105 Ribu Pikap PT Agrinas, Said Abdullah: Bisa Gerus PDB Rp 39 Triliun

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 26 Februari 2026
Kritik Rencana Impor 105 Ribu Pikap PT Agrinas, Said Abdullah: Bisa Gerus PDB Rp 39 Triliun

Kendaraan Asal India yang Diklaim akan Digunakan untuk Kooperasi Desa Merah Putih/ Tata Motor

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, menilai rencana impor 105.000 mobil pikap oleh PT Agrinas Pangan Nusantara tidak memberikan manfaat bagi perekonomian nasional. Bahkan, kebijakan tersebut dinilai berpotensi merugikan ekonomi Indonesia secara luas.

“Rencana mengimpor 105.000 mobil niaga tersebut malah merugikan perekonomian nasional,” ujar Said di Jakarta, Kamis (26/2).

Said mengutip hasil kajian Center of Economic and Law Studies (CELIOS) yang memperkirakan rencana impor tersebut berpotensi menggerus Produk Domestik Bruto (PDB) hingga Rp 39,29 triliun.

Selain itu, kebijakan tersebut dinilai dapat:

  • Menurunkan pendapatan masyarakat sekitar Rp 39 triliun
  • Memangkas surplus industri otomotif hingga Rp 21,67 triliun
  • Mengurangi pendapatan tenaga kerja di rantai pasok otomotif sebesar Rp 17,39 triliun
  • Menekan penerimaan pajak bersih negara hingga Rp 240 miliar

Baca juga:

Impor 105 Ribu Kendaraan Rp 24,66 Triliun Disorot, Menkeu: Presiden Ingin Industri Dalam Negeri

Said yang juga merupakan Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) menilai aksi korporasi berupa pengadaan kendaraan niaga menggunakan dana APBN perlu dipertimbangkan kembali.

Pertanyakan Minimnya Keterlibatan Industri Dalam Negeri

Ia mempertanyakan langkah perusahaan yang dinilai belum menjalin komunikasi dengan pabrikan otomotif dalam negeri, termasuk dengan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

Menurut Said, jumlah impor 105.000 unit pikap hampir setara dengan total produksi mobil niaga nasional sepanjang 2025. Jika pengadaan dilakukan di dalam negeri, kebijakan tersebut dinilai berpotensi:

  • Mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional
  • Menciptakan lapangan kerja baru
  • Menghasilkan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian

Baca juga:

Anggaran Negara Malah Perkaya India, DPR Minta Rencana Impor Mobil Niaga Agrinas Segera Disetop

Said juga menyoroti rencana pembelian kendaraan yang menggunakan dana APBN dan bersifat multiyears di tengah kondisi struktur fiskal yang terbatas.

Menurutnya, setiap belanja negara harus memperhitungkan manfaat ekonomi secara menyeluruh, termasuk dampak jangka panjang terhadap industri dan penerimaan negara.

Ia turut mempertanyakan aspek layanan purna jual kendaraan impor, seperti ketersediaan suku cadang dan jaringan perawatan. Menurutnya, harga pembelian yang lebih murah di awal belum tentu menjamin efisiensi dalam jangka panjang.

Sebelumnya, PT Agrinas berencana mengimpor 105.000 mobil pikap dari India guna mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. (Pon)

#Banggar DPR #Impor #Mobil India #Ekonomi
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dollar Menguat, Tembus Rp 17.725 pada Senin (15/6) Pagi
Nilai tukar rupiah hari ini dibuka menguat signifikan 82 poin (0,46 persen) ke level Rp 17.725 per dolar AS.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dollar Menguat, Tembus Rp 17.725 pada Senin (15/6) Pagi
Dunia
Hong Kong Rebut Takhta Swiss, Jadi Pusat Pengelolaan Kekayaan Lintas Negara Terbesar Dunia
Hong Kong resmi menggeser Swiss sebagai pusat pengelolaan kekayaan lintas negara terbesar dunia. Aset naik 10,7% jadi 2,95 triliun dolar AS, didorong IPO dan family office.
Wisnu Cipto - Sabtu, 13 Juni 2026
Hong Kong Rebut Takhta Swiss, Jadi Pusat Pengelolaan Kekayaan Lintas Negara Terbesar Dunia
Indonesia
Mensesneg Minta Masyarakat tak Mudah Terpengaruh Narasi Menyesatkan Terkait Kondisi Ekonomi
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah terus bekerja keras menangani berbagai persoalan ekonomi melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Dwi Astarini - Jumat, 12 Juni 2026
Mensesneg Minta Masyarakat tak Mudah Terpengaruh Narasi Menyesatkan Terkait Kondisi Ekonomi
Indonesia
Jaksa KPK Beberkan Dugaan Aliran Dana Rp 21 Miliar ke Dirjen Bea Cukai dalam Kasus Blueray Cargo
Sidang kasus suap impor yang menjerat John Field mengungkap dugaan aliran dana Rp 21 miliar kepada Dirjen Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 12 Juni 2026
Jaksa KPK Beberkan Dugaan Aliran Dana Rp 21 Miliar ke Dirjen Bea Cukai dalam Kasus Blueray Cargo
Lifestyle
Nahan Jajan, Ngejar Cuan: Cara Gen Z Kreatif Bertahan in This Economy
Tekanan ekonomi membuat Gen Z harus lebih selektif dalam mengatur keuangan.
Dwi Astarini - Kamis, 11 Juni 2026
Nahan Jajan, Ngejar Cuan: Cara Gen Z Kreatif Bertahan in This Economy
Indonesia
Imbau Warga Lepas Dolar, Dasco: Minggu Depan Rupiah Menguat, Bisa Rugi Kalau Disimpan
Dasco meyakini nilai tukar rupiah akan menguat pada pekan depan sehingga pemegang dolar berpotensi mengalami kerugian.
Dwi Astarini - Kamis, 11 Juni 2026
Imbau Warga Lepas Dolar, Dasco: Minggu Depan Rupiah Menguat, Bisa Rugi Kalau Disimpan
Indonesia
Prabowo Optimistis Indonesia Jadi Raksasa Ekonomi Lewat Hilirisasi dan Swasembada Energi
Presiden Prabowo Subianto menegaskan hilirisasi dan industrialisasi menjadi kunci Indonesia menuju kekuatan ekonomi dunia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 11 Juni 2026
Prabowo Optimistis Indonesia Jadi Raksasa Ekonomi Lewat Hilirisasi dan Swasembada Energi
Indonesia
Rupiah dan IHSG Ambrol, Banggar DPR Minta Pemerintah Bercermin
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menyoroti tekanan ekonomi nasional akibat mahalnya dolar AS, tingginya yield SBN, dan merosotnya IHSG.
Wisnu Cipto - Rabu, 10 Juni 2026
Rupiah dan IHSG Ambrol, Banggar DPR Minta Pemerintah Bercermin
Indonesia
DEN Sebut Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Solid di Tengah Gejolak Global
Dewan Ekonomi Nasional menilai ekonomi Indonesia tetap solid dan jauh dari krisis. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,61 persen dan inflasi tercatat 3,08 persen pada 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 09 Juni 2026
DEN Sebut Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Solid di Tengah Gejolak Global
Indonesia
Strategi Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Kejar Pertumbuhan Ekonomi 2027
Pemerintah bertumpu pada penguatan peran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara guna menarik minat para pemodal internasional
Angga Yudha Pratama - Selasa, 09 Juni 2026
Strategi Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Kejar Pertumbuhan Ekonomi 2027
Bagikan