Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Krisis Perbankan Turunkan Tingkat Penerimaan Publik pada Joe Biden

Mula AkmalMula Akmal - Sabtu, 25 Maret 2023
Krisis Perbankan Turunkan Tingkat Penerimaan Publik pada Joe Biden

Presiden Amerika Serikat Joe Biden. (ANTARA/HO-Kedubes AS di Jakarta)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Krisis perbankan di Amerika Serikat yang makin merunyamkan masalah ekonomi negeri itu, yang sudah didera krisis inflasi selama berbulan-bulan, telah menurunkan tingkat penerimaan publik kepada Presiden Amerika Serikat Joe Biden.

Menurut US News and World Report, peringkat penerimaan Joe Biden mencapai titik paling rendah dalam bulan ini.

Baca Juga:

Bruce Springstenn Dianugerahi 'National Medal of Arts' Oleh Joe Biden

Mengutip hasil jajak pendapat AP/NORC yang dirilis Kamis waktu setempat, laman US News and World Report menyebutkan tingkat penerimaan Biden turun dari 45 persen bulan lalu menjadi 38 persen bulan ini.

Menurut jajak pendapat itu juga, hanya 31 persen warga Amerika Serikat yang yakin Biden mampu mengatasi krisis perbankan dan inflasi yang lagi menerjang negeri itu.

Rakyat Amerika Serikat, berdasarkan jajak pendapat AP/NORC itu, semakin pesimistis pemerintahnya telah membawa negara ke jalur benar. Hanya 28 persen yang menilai pemerintahan Biden tengah membawa Amerika ke dalam jalur ekonomi yang benar.

Survei ini digelar pada saat Biden bersiap mengampanyekan pencalonannya lagi sebagai presiden AS.

Biden berusaha memenangi suara kelas menengah tanpa harus meminggirkan kalangan progresif dalam Partai Demokrat. Dia juga dipaksa menjawab kekhawatiran soal usianya yang sudah sepuh.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Anies Bikin Joe Biden Terpukau

Namun, berbagai jajak pendapat menunjukkan sentimen dalam tubuh Partai Demokrat justru menguntungkan Biden di mana 76 persen kaum Demokrat mengapresiasi kinerja pemerintahan Biden, sedangkan 63 persen kaum Demokrat menilai Biden sudah benar dalam mengelola perekonomian AS.

Selain tengah memerangi inflasi tinggi, Pemerintah AS sedang direpotkan oleh dampak ambruknya Silicon Valley Bank. Mereka berusaha sekuat tenaga untuk mencegah terjadinya krisis pada sistem perbankan AS.

Tahun ini sudah memasuki proses pemilu di Amerika Serikat, tapi sejauh ini Biden belum resmi menyatakan akan mencalonkan kembali.

Sebaliknya, mantan lawannya dalam Pemilu 2020 yang juga presiden sebelum dia, Donald Trump, pada November 2022 sudah menyatakan akan mencalonkan diri lagi.

Pemilihan presiden AS digelar pada 5 November 2024. Pemenang pemilihan presiden AS ini akan dilantik pada 20 Januari 2025. (*)

Baca Juga:

Joe Biden Tiba Paling Akhir di Forum KTT G20

#Joe Biden #Amerika Serikat #Krisis Perbankan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Mula Akmal

Jurnalis dan profesional komunikasi dengan pengalaman memimpin redaksi, menggarap strategi konten, dan menjembatani informasi publik lintas sektor. Bagi saya, setiap berita adalah peluang untuk menghadirkan akurasi, relevansi, dan dampak nyata bagi pembaca.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Setelah Blokade Selat Hormuz, AS dan Israel Berencana Terapkan Blokade Darat ke Iran
Blokade darat disebut menjadi salah satu dari sejumlah opsi yang sedang dipertimbangkan Washington dan Tel Aviv untuk menekan Iran agar kembali ke meja perundingan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Juli 2026
Setelah Blokade Selat Hormuz, AS dan Israel Berencana Terapkan Blokade Darat ke Iran
Indonesia
AS Serang Iran Habis-Habisan, DPR: Indonesia Harus Serukan Gencatan Senjata
Militer AS melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada Rabu malam waktu Amerika atau Kamis (30/7) dini hari waktu Teheran.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AS Serang Iran Habis-Habisan, DPR: Indonesia Harus Serukan Gencatan Senjata
Dunia
AS Siapkan Sanksi Baru Buat Rusia dan Iran, Bakal Kenakan Tarif Bea 500 Persen
Pemungutan suara tersebut merupakan tahap prosedural kedua terkait RUU tersebut dalam waktu kurang dari 24 jam.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Juli 2026
AS Siapkan Sanksi Baru Buat Rusia dan Iran, Bakal Kenakan Tarif Bea 500 Persen
Indonesia
AS Kerahkan 20 Kapal ke Timur Tengah Buat Operasi Militer dan Blokade Selat Hormuz
AS dan Iran sebenarnya telah menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni untuk mengupayakan berakhirnya konflik sejak 28 Februari namun berakhir tanpa tindak lanjut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
AS Kerahkan 20 Kapal ke Timur Tengah Buat Operasi Militer dan Blokade Selat Hormuz
Indonesia
Tarif Global 10% Berakhir, AS Incar Tarif Dagang Baru 12,5% ke 60 Negara
Amerika Serikat akan memberlakukan tarif baru hingga 12,5% terhadap barang dari 60 negara, termasuk Jepang, Korea Selatan, dan Uni Eropa
Wisnu Cipto - Jumat, 24 Juli 2026
Tarif Global 10% Berakhir, AS Incar Tarif Dagang Baru 12,5% ke 60 Negara
Dunia
3 Tanker Pro-AS Nekat Lewati Ranjau Iran di Selat Hormuz, 1 Meledak 2 Balik Kanan
iga tanker minyak pro-AS nekat melintasi Selat Hormuz. Satu meledak terkena ranjau Iran, dua lainnya mundur. Iran peringatkan kapal jangan terjebak janji keamanan Trump.
Wisnu Cipto - Kamis, 23 Juli 2026
3 Tanker Pro-AS Nekat Lewati Ranjau Iran di Selat Hormuz, 1 Meledak 2 Balik Kanan
Dunia
Kapal Asing Jangan Nekat Lewat Jalur Selat Hormuz, Iran Mulai Tebar Ranjau Laut
Presiden Donald Trump telah menegaskan gencatan senjata antara AS dan Iran sudah tidak lagi berlaku.
Wisnu Cipto - Kamis, 23 Juli 2026
Kapal Asing Jangan Nekat Lewat Jalur Selat Hormuz, Iran Mulai Tebar Ranjau Laut
Dunia
PLTN Diserang, Iran Balas Serangan ke Pusat Data Milik Amazon di Bahrain
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran juga telah melancarkan serangan ke Yordania hingga menewaskan personel militer Amerika Serikat di sana.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 22 Juli 2026
PLTN Diserang, Iran Balas Serangan ke Pusat Data Milik Amazon di Bahrain
Dunia
Qatar, Mesir, Pakistan Ajukan Gencatan Senjata 10 Hari Antara AS dan Iran
Pada 18 Juni malam, Teheran dan Washington menandatangani memorandum yang mengatur pengakhiran konflik yang dimulai pada 28 Februari. Namun, sejak 8 Juli, pasukan AS telah melakukan beberapa rangkaian serangan
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
Qatar, Mesir, Pakistan Ajukan Gencatan Senjata 10 Hari Antara AS dan Iran
Dunia
2 Tanker Meledak di Selat Hormuz, Iran Salahkan Agresi Blokade AS
Dua tanker minyak meledak di Selat Hormuz. Iran menuding blokade AS sebagai penyebab dan mengancam balasan. UKMTO melaporkan kapal terbakar di dekat Oman.
Wisnu Cipto - Selasa, 21 Juli 2026
 2 Tanker Meledak di Selat Hormuz, Iran Salahkan Agresi Blokade AS
Bagikan