SHOPEE menghadirkan acara bincang-bincang bertajuk 'Kreasi Produk Lokal di Era Modern' dengan mengundang tiga pelaku usaha lokal. Bersama Dittopercussion selaku pemilik dari Stuja Coffee, Galih Ruslan selaku pemilik Kylafood, dan Giovanno Warli pemilik Dekornata, acara ini membahas inovasi dan kreasi. Mulai dari variasi produk hingga pengemasan yang mereka lakukan untuk memperkenalkan produk-produk khas Indonesia agar semakin diminati masyarakat.
Salah satu tujuan acara ini adalah untuk mendukung perkembangan bisnis para pelaku usaha lokal. Indonesia merupakan negara yang memiliki ragam kebudayaan tanpa batas, mulai dari keragaman kuliner hingga kerajinan Nusantara. Keragaman budaya ini tidak hanya menjadi ciri khas bangsa, tetapi juga menjadi inspirasi tersendiri bagi para pelaku usaha untuk menekuni bisnis dan berkreasi dengan produk lokal yang memiliki unsur nilai budaya.
Baca Juga:
Interact 2021 Bahas Teknologi AI sebagai Solusi Semua Bisnis
Namun, dengan zaman dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang, mereka dituntut untuk bisa mengikuti tren dengan melakukan berbagai inovasi dan terobosan, mulai dari modernisasi produk dan kemasan, strategi bisnis, hingga digitalisasi pemasaran. Begitu pula halnya dengan ketiga perwakilan pelaku usaha lokal ini yang telah menjalankan strategi agar bisa menyesuaikan diri di tengah era digital, perubahan gaya hidup dan kebutuhan masyarakat.
Sebagai seorang pencinta kopi, Dittopercussion melihat potensi dari tren kopi susu yang terus dicari oleh masyarakat. Mengusung tema yang unik, ia mendirikan Stuja Coffee pada 2019 sebagai kedai kopi dan minuman kekinian lainnya dengan konsep ramah lingkungan. Semua produk Stuja dikemas tanpa menggunakan plastik, tetapi menggunakan kemasan dari botol kaca yang bisa konsumen bawa kembali untuk daur ulang atau refill minuman.
Namun, menyadari bahwa tidak semua orang menyukai kopi, Stuja Coffee menciptakan kreasi produk dan berinovasi dengan mengeluarkan produk minuman lokal versi non-kopi, seperti Susu Jahe, Teh Sereh, Taro dan Green Tea. Untuk segi pemasaran, Ditto juga merambah pasar online di tengah pandemi yang mengharuskan kedai Stuja Coffee untuk membatasi kegiatan.
Di sisi lain, usaha yang Galih Ruslan rintis berawal dari kegemarannya dan sang istri untuk mencoba ragam kuliner dan jajanan khas daerah tempat tinggalnya di Jawa Barat. Saat itu, dirinya kerap mendapatkan banyak pertanyaan dari para kerabat mengenai unggahan kuliner yang dia buat. Pada 2017, Galih akhirnya memutuskan untuk mendirikan Kylafood. Lewat Kylafood, Galih menawarkan ragam produk kuliner khas Jawa Barat seperti bakso aci, cimol, mie kocok, dan seblak dengan kemasan instan.
Baca Juga:
Melalui inovasi produk makanan tradisional yang dikemas secara instan, ia ingin memudahkan masyarakat di luar Jawa Barat yang ingin menikmati rasa khas kuliner ini tanpa perlu mengunjungi daerah tersebut, hingga nantinya makanan khas Jawa Barat semakin dikenal di seluruh Indonesia. Galih juga menggunakan bahan baku terbaik yang merupakan hasil panen petani lokal daerah Subang dan diolah bersama para karyawannya yang kebanyakan merupakan warga sekitar tempatnya tinggal.
Jika produk berbahan kayu identik dengan barang kuno dan mahal, Giovanno Warli bisa mematahkan persepsi ini lewat bisnisnya yang bernama Dekornata. Dekornata berdiri pada 2018, untuk menghadirkan kreasi produk peralatan rumah dan dekorasi dengan bahan baku kayu berkualitas asli Indonesia, seperti piring, vas bunga, dan tempat tisu. Selain bahan baku kayu, Dekornata juga merambah kerajinan lokal dengan bahan baku lokal lain seperti keramik, rotan, bambu, anyaman eceng, lamun (sea-grass), dan pelepah pisang.
Tidak hanya menggunakan bahan baku yang 100 persen lokal, Giovanno juga memberdayakan mitra pengrajin kayu lokal yang hingga saat ini jumlahnya mencapai lebih dari 150 mitra pengrajin yang kebanyakan berasal dari Jawa Barat, Bali, dan Lombok.
Ia juga ingin menunjukkan bahwa produk-produk berbahan kayu bisa disesuaikan dengan tren generasi milenial dan memiliki harga yang terjangkau. Untuk merealisasikan misi ini, Dekornata melakukan berbagai inovasi dari berbagai aspek, seperti melakukan creative styling pada produknya agar sesuai dengan tren yang berjalan.
Dekornata juga menerapkan teknologi augmented reality yang dapat digunakan untuk membantu konsumen melihat produk secara lebih jelas walaupun tidak melihat produk aslinya. (tel)
Baca Juga:
Nuro Siapkan Jalur Uji Coba Kendaraan Pengantar Barang Tanpa Pengemudi