Kreasi Produk Era Modern Dukung Perkembangan Usaha Lokal

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Minggu, 12 Desember 2021
Kreasi Produk Era Modern Dukung Perkembangan Usaha Lokal

Stuja Coffee membuat konsep kopi ramah lingkungan. (Foto: Instagram/stujacoffee)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SHOPEE menghadirkan acara bincang-bincang bertajuk 'Kreasi Produk Lokal di Era Modern' dengan mengundang tiga pelaku usaha lokal. Bersama Dittopercussion selaku pemilik dari Stuja Coffee, Galih Ruslan selaku pemilik Kylafood, dan Giovanno Warli pemilik Dekornata, acara ini membahas inovasi dan kreasi. Mulai dari variasi produk hingga pengemasan yang mereka lakukan untuk memperkenalkan produk-produk khas Indonesia agar semakin diminati masyarakat.

Salah satu tujuan acara ini adalah untuk mendukung perkembangan bisnis para pelaku usaha lokal. Indonesia merupakan negara yang memiliki ragam kebudayaan tanpa batas, mulai dari keragaman kuliner hingga kerajinan Nusantara. Keragaman budaya ini tidak hanya menjadi ciri khas bangsa, tetapi juga menjadi inspirasi tersendiri bagi para pelaku usaha untuk menekuni bisnis dan berkreasi dengan produk lokal yang memiliki unsur nilai budaya.

Baca Juga:

Interact 2021 Bahas Teknologi AI sebagai Solusi Semua Bisnis

Namun, dengan zaman dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang, mereka dituntut untuk bisa mengikuti tren dengan melakukan berbagai inovasi dan terobosan, mulai dari modernisasi produk dan kemasan, strategi bisnis, hingga digitalisasi pemasaran. Begitu pula halnya dengan ketiga perwakilan pelaku usaha lokal ini yang telah menjalankan strategi agar bisa menyesuaikan diri di tengah era digital, perubahan gaya hidup dan kebutuhan masyarakat.

Sebagai seorang pencinta kopi, Dittopercussion melihat potensi dari tren kopi susu yang terus dicari oleh masyarakat. Mengusung tema yang unik, ia mendirikan Stuja Coffee pada 2019 sebagai kedai kopi dan minuman kekinian lainnya dengan konsep ramah lingkungan. Semua produk Stuja dikemas tanpa menggunakan plastik, tetapi menggunakan kemasan dari botol kaca yang bisa konsumen bawa kembali untuk daur ulang atau refill minuman.

Kylafood menjual camilan lokal bagi orang-orang diluar kota. (Foto: Instagram/@kylafood)

Namun, menyadari bahwa tidak semua orang menyukai kopi, Stuja Coffee menciptakan kreasi produk dan berinovasi dengan mengeluarkan produk minuman lokal versi non-kopi, seperti Susu Jahe, Teh Sereh, Taro dan Green Tea. Untuk segi pemasaran, Ditto juga merambah pasar online di tengah pandemi yang mengharuskan kedai Stuja Coffee untuk membatasi kegiatan.

Di sisi lain, usaha yang Galih Ruslan rintis berawal dari kegemarannya dan sang istri untuk mencoba ragam kuliner dan jajanan khas daerah tempat tinggalnya di Jawa Barat. Saat itu, dirinya kerap mendapatkan banyak pertanyaan dari para kerabat mengenai unggahan kuliner yang dia buat. Pada 2017, Galih akhirnya memutuskan untuk mendirikan Kylafood. Lewat Kylafood, Galih menawarkan ragam produk kuliner khas Jawa Barat seperti bakso aci, cimol, mie kocok, dan seblak dengan kemasan instan.

Baca Juga:

Tren Bisnis 2021 yang Bisa Jadi Inspirasi UMKM

Melalui inovasi produk makanan tradisional yang dikemas secara instan, ia ingin memudahkan masyarakat di luar Jawa Barat yang ingin menikmati rasa khas kuliner ini tanpa perlu mengunjungi daerah tersebut, hingga nantinya makanan khas Jawa Barat semakin dikenal di seluruh Indonesia. Galih juga menggunakan bahan baku terbaik yang merupakan hasil panen petani lokal daerah Subang dan diolah bersama para karyawannya yang kebanyakan merupakan warga sekitar tempatnya tinggal.

Dekornata bekerjasama dengan pengrajin lokal untuk mendistribusikan produk mereka. (Foto: Instagram/dekornata)

Jika produk berbahan kayu identik dengan barang kuno dan mahal, Giovanno Warli bisa mematahkan persepsi ini lewat bisnisnya yang bernama Dekornata. Dekornata berdiri pada 2018, untuk menghadirkan kreasi produk peralatan rumah dan dekorasi dengan bahan baku kayu berkualitas asli Indonesia, seperti piring, vas bunga, dan tempat tisu. Selain bahan baku kayu, Dekornata juga merambah kerajinan lokal dengan bahan baku lokal lain seperti keramik, rotan, bambu, anyaman eceng, lamun (sea-grass), dan pelepah pisang.

Tidak hanya menggunakan bahan baku yang 100 persen lokal, Giovanno juga memberdayakan mitra pengrajin kayu lokal yang hingga saat ini jumlahnya mencapai lebih dari 150 mitra pengrajin yang kebanyakan berasal dari Jawa Barat, Bali, dan Lombok.

Ia juga ingin menunjukkan bahwa produk-produk berbahan kayu bisa disesuaikan dengan tren generasi milenial dan memiliki harga yang terjangkau. Untuk merealisasikan misi ini, Dekornata melakukan berbagai inovasi dari berbagai aspek, seperti melakukan creative styling pada produknya agar sesuai dengan tren yang berjalan.

Dekornata juga menerapkan teknologi augmented reality yang dapat digunakan untuk membantu konsumen melihat produk secara lebih jelas walaupun tidak melihat produk aslinya. (tel)

Baca Juga:

Nuro Siapkan Jalur Uji Coba Kendaraan Pengantar Barang Tanpa Pengemudi

#Bisnis
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Kuliner
Dua Logo Ayam Goreng Suharti: Mana yang OG nih?
Di balik kerenyahan kremesan dan gurihnya bumbu, tersimpan kisah perjuangan hidup serta dinamika pahit perpecahan bisnis Ayam Goreng Suharti.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Oktober 2026
Dua Logo Ayam Goreng Suharti: Mana yang OG nih?
Kuliner
Starbucks China Terapkan Kebijakan Baru, Pesanan Dulu Baru Dapat Tempat Duduk
Starbucks China menyatakan langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan pengalaman di dalam toko bagi para pelanggan.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
 Starbucks China Terapkan Kebijakan Baru, Pesanan Dulu Baru Dapat Tempat Duduk
Dunia
Netflix Catatkan Kenaikan Laba Hampir 44 Persen pada Kuartal III 2026
Netflix menyatakan pertumbuhan pendapatannya terutama didorong kenaikan pendapatan langganan.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
Netflix Catatkan Kenaikan Laba Hampir 44 Persen pada Kuartal III 2026
Indonesia
IOITE 2026 Resmi Dibuka di PIK 2, Fokus Perkuat Bisnis MICE dan Corporate Travel
Indonesia Outing & Incentive Travel Expo (IOITE) 2026 resmi dibuka di PIK 2, Tangerang. Pameran bisnis ini berlangsung hingga 11 Oktober 2026.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
IOITE 2026 Resmi Dibuka di PIK 2, Fokus Perkuat Bisnis MICE dan Corporate Travel
Lifestyle
30 Tahun Erajaya Group, Berkembang dan Bertransformasi untuk Selalu Relevan
Perubahan preferensi konsumen menjadi kompas utama kami dalam melangkah dan mengembangkan bisnis Erajaya.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Oktober 2026
  30 Tahun Erajaya Group, Berkembang dan Bertransformasi untuk Selalu Relevan
Indonesia
Generasi Muda Dominasi Bisnis Waralaba, FLEI Business Show 2026 Buka Peluang Ekspansi Global
Bisnis waralaba kini tumbuh pesat di Indonesia. FLEI Business Show 2026 pun siap membuka peluang tersebut bagi generasi muda.
Soffi Amira - Kamis, 25 Juni 2026
Generasi Muda Dominasi Bisnis Waralaba, FLEI Business Show 2026 Buka Peluang Ekspansi Global
Dunia
Bos Baru Apple John Ternus Diharap Bawa Perbedaan, Mengubah Arah ke Pengembangan iPhone
Penunjukan Ternus menjadi sinyal bahwa Apple mencari diferensiasi dalam produknya.
Dwi Astarini - Selasa, 21 April 2026
 Bos Baru Apple John Ternus Diharap Bawa Perbedaan, Mengubah Arah ke Pengembangan iPhone
Dunia
Apple Tunjuk Bos Anyar, John Ternus Siap Bawa Era Baru
Apple menunjuk John Ternus sebagai chief executive officer (CEO) baru untuk menggantikan Tim Cook yang mengundurkan diri setelah 15 tahun memimpin raksasa teknologi tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 21 April 2026
  Apple Tunjuk Bos Anyar, John Ternus Siap Bawa Era Baru
Indonesia
Syahmudrian Lubis Jadi Dirut Baru Ancol
Perubahan direksi ini berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk.
Dwi Astarini - Rabu, 15 April 2026
Syahmudrian Lubis Jadi Dirut Baru Ancol
Indonesia
Geliatkan Ekonomi Jakarta, Gubernur Pramono Sederhanakan Birokrasi di Dunia Usaha
Pemerintah DKI Jakarta akan membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku usaha untuk berkembang.
Dwi Astarini - Senin, 09 Maret 2026
Geliatkan Ekonomi Jakarta, Gubernur Pramono Sederhanakan Birokrasi di Dunia Usaha
Bagikan