Akademisi: KPK Wajib Jawab Tudingan Mandeknya Kasus yang Dilaporkan Jokowi

Zulfikar SyZulfikar Sy - Selasa, 12 November 2019
Akademisi: KPK Wajib Jawab Tudingan Mandeknya Kasus yang Dilaporkan Jokowi

Presiden Jokowi saat penyerahan hak pengelolaan hutan di Tanah Laut, Kalsel. (Biro Pers Setpres)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Akademisi dari Universitas Presiden Muhammad AS Hikam meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) buka suara soal laporan kasus yang disampaikan Presiden Joko Widodo kepada mereka.

Seperti dikatakan Menko Polhukam Mahfud MD, Jokowi sebelumnya menyampaikan bahwa sebuah kasus yang dilaporkan olehnya kepada KPK sampai saat ini tidak ada tindak lanjut.

Baca Juga:

KPK Enggak Tahu Kasus yang Dilaporkan Jokowi Kepadanya

“Kalau kabar ini valid, saya kira KPK sangat perlu melakukan klarifikasi setuntas-tuntasnya, sebelum berkembang tak terkontrol dan bisa menciptakan berbagai konsekuensi yang tak diperkirakan sebelumnya (unintended consequences),” kata Hikam dalam siaran persnya, Selasa (12/11).

M AS Hikam. (Foto: president.ac.id)
M AS Hikam. (Foto: president.ac.id)

Memang bahasa tidak ditindaklanjuti bisa memiliki dua sisi pemahaman yang berbeda. Antara lain tidak ditindaklanjuti karena memang KPK secara sadar dan sengaja mengabaikan laporan tersebut, atau bisa jadi memang KPK saat ini belum bisa menindaklanjuti lantaran kurangnya bukti yang ada.

“Apapaun tafsirnya, jika KPK diam, akan cenderung negatif dan pada gilirannya memicu kecurigaan publik,” ujarnya.

Terlebih lagi, kata Hikam, sumber adanya kabar jika sebuah kasus yang dilaporkan oleh presiden kepada KPK sampai saat ini tidak ada tindaklanjutnya berasal dari seorang tokoh nasional yakni Mahfud MD. Maka, kegentingan untuk memberikan penjelasan kepada publik menjadi sangat mendesak.

“Karena sumber kabar ini berasal dari dua tokoh yang paling penting (RI-1) dan sangat penting (Menko) di elit kekuasaan, maka KPK harus merespons cepat dan tuntas,” jelasnya.

“Sikap diam hanya akan membuka peluang bagi pihak-pihak yang berpandangan kurang baik kepada lembaga antirasuh tersebut untuk melontarkan tuduhan, tudingan, bahkan fitnah yang berujung pada pelemahannya,” imbuh Hikam.

Pengamat politik senior ini mengharapkan agar Ketua KPK Agus Rahardjo dan kawan-kawannya terbuka saja kepada publik bagaimana progres laporkan presiden yang disebutkan Mahfud MD itu.

“Pimpinan KPK harus benar-benar terbuka dalam memberikan penjelasan atas progress laporan Pak Jokowi. Tak boleh sedikit pun ada yang ditutupi atau disamarkan. Kredibilitas lembaga yang paling dipercaya publik di Indonesia, dan diakui dunia, itu sedang dipertaruhkan,” ucapnya.

Baca Juga:

Jokowi Seleksi DP KPK Tertutup, Indikasi Kuat Bagi-Bagi Jabatan ke Orang Dekat

Hikam menegaskan bahwa pendukung KPK pun juga berharap penjelasan yang benar-benar terang dari lembaga antirasuah itu.

“Pendukung KPK seperti saya juga perlu mendapat kejelasan agar pembelaan dan atau kritik terhadap lembaga tersebut bisa dilakukan secara transparan, nalar dan berdasar fakta dan bukti,” sambungnya.

Mahfud MD saat di Kompleks Kepatihan Yogyakarta. (MP/Teresa Ika)
Mahfud MD saat di Kompleks Kepatihan Yogyakarta. (MP/Teresa Ika)

Lebih lanjut, Menristek era almarhum Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu masih menaruh keyakinan bahwa KPK masih memiliki integritas.

“Untuk sementara, saya masih yakin bahwa KPK akan punya dasar dan argumentasi yang valid dan solid mengenai apa yang dikemukakan Prof MMD (Mahfud MD),” jelas dia.

“Dan saya juga husnuzan kepada Pak Menko bahwa pernyataan beliau punya niat dan maksud baik (yakni) memberikan dorongan dan dukungan kepada KPK dan pemberantasan korupsi di negeri ini. Bukan karena ada sentimen atau agenda politik lancung yang dapat melemahkan dan menghancurkan KPK. Amin,” tutupnya. (Knu)

Baca Juga:

KPK Kembali Panggil Anak Menkumham Yasonna Laoly

#KPK #Presiden Jokowi #Mahfud MD
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
KPK OTT Bupati Klaten, Ruangan Bupati, Wakil dan Sekda Disegel
Ada sejumlah 20 orang yang diamankan KPK di wilayah Klaten dan Jakarta. Para pihak yang diamankan di Klaten diperiksa di Mapolresta Klaten
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
KPK OTT Bupati Klaten, Ruangan Bupati, Wakil dan Sekda Disegel
Berita Foto
KPK Pamerkan Barang Bukti OTT Bupati Klaten, Gentong Biru Berisi Uang Rp1,2 Miliar
Petugas menunjukkan barang bukti OTT korupsi dugaan suap Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 16 Oktober 2026
KPK Pamerkan Barang Bukti OTT Bupati Klaten, Gentong Biru Berisi Uang Rp1,2 Miliar
Berita Foto
KPK Pamerkan Barbuk Rp5,47 Miliar Kasus Dugaan Korupsi Dana Siap Pakai BNPB
Petugas menunjukkan barang bukti hasil OTT terkait dugaan korupsi dana siap pakai BNPB di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 16 Oktober 2026
KPK Pamerkan Barbuk Rp5,47 Miliar Kasus Dugaan Korupsi Dana Siap Pakai BNPB
Berita Foto
KPK Resmi Tetapkan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Tersangka Dugaan Suap
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo (209) berjalan menuju mobil tahanan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jum'at (16/10/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 16 Oktober 2026
KPK Resmi Tetapkan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Tersangka Dugaan Suap
Berita Foto
Momen Bupati Klaten Terjaring OTT Tiba di Gedung KPK Jakarta
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyotiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 16 Oktober 2026
Momen Bupati Klaten Terjaring OTT Tiba di Gedung KPK Jakarta
Indonesia
Bupati Klaten Kena OTT KPK, Wabup Yulindha Pastikan Roda Pemerintahan Tetap Jalan
Pemkab menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan ditangani KPK.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Bupati Klaten Kena OTT KPK, Wabup Yulindha Pastikan Roda Pemerintahan Tetap Jalan
Indonesia
Nusron Wahid Mangkir Panggilan Kedua, KPK Kaji Strategi Jemput Paksa
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dua kali mangkir dari panggilan KPK kasus korupsi pertanahan. KPK buka peluang jemput paksa dan telah sita Rp 106,3 Miliar!
Wisnu Cipto - Jumat, 16 Oktober 2026
Nusron Wahid Mangkir Panggilan Kedua, KPK Kaji Strategi Jemput Paksa
Indonesia
Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten yang Terjaring OTT KPK, dari Reporter TV hingga Jadi Tersangka Suap
Dikenal sebagai salah satu tokoh politik muda di Jawa Tengah.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten yang Terjaring OTT KPK, dari Reporter TV hingga Jadi Tersangka Suap
Indonesia
Bupati Klaten Tiba di Jakarta, Penyidik KPK Bawa Tong Diduga Berisi Duit Suap
Jumlahnya sampai saat ini mencapai Rp 1 miliar.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Bupati Klaten Tiba di Jakarta, Penyidik KPK Bawa Tong Diduga Berisi Duit Suap
Indonesia
Dilema Wabup Lindha Benny, Baru 3 Hari Gantikan Mendiang Suami 'Diuji' OTT Klaten
Wabup Klaten Lindha Benny diuji OTT Bupati Hamenang Wajar Ismoyo hanya 3 hari usai dilantik gantikan mendiang suami. Simak rekap berita selengkapnya!
Wisnu Cipto - Kamis, 15 Oktober 2026
Dilema Wabup Lindha Benny, Baru 3 Hari Gantikan Mendiang Suami 'Diuji' OTT Klaten
Bagikan