MERAHPUTIH.COM - BUPATI Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menjadi pusat perhatian nasional setelah resmi terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (15/10). Dalam operasi senyap tersebut, KPK menangkap total 20 orang dan menyita barang bukti uang tunai yang diperkirakan mencapai Rp 1 miliar.
Uang tersebut diduga berkaitan dengan suap pengadaan barang dan jasa, perizinan, serta dugaan manipulasi pengondisian audit laporan keuangan dengan pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Tengah.
Setelah menjalani pemeriksaan intensif selama 14 jam di Polres Klaten, Hamenang langsung diterbangkan ke Jakarta dan tiba di Gedung Merah Putih KPK pada Jumat (16/10) pagi untuk proses hukum lebih lanjut.
Lantas, siapakah sosok Hamenang Wajar Ismoyo?
Baca juga:
Bupati Klaten Tiba di Jakarta, Penyidik KPK Bawa Tong Diduga Berisi Duit Suap
Berikut profil dan rekam jejak kariernya.
Hamenang Wajar Ismoyo lahir di Klaten pada 26 November 1988. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh politik muda di Jawa Tengah. Sebelum memantapkan diri di jalur politik, alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Atma Jaya Yogyakarta bergelar Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom.) ini mengawali karier profesionalnya di dunia media.
Ia tercatat pernah bekerja sebagai jurnalis dan reporter di stasiun televisi swasta nasional.
Selama berkarier di bidang jurnalistik, Hamenang sempat merasakan rotasi tugas ke berbagai meja redaksi setiap tiga bulan sekali.
Mulai dari meliput program berita utama hingga terlibat dalam produksi program informasi ringan.
Setelah mundur dari dunia pers pada 2013, ia sempat bekerja di sektor perbankan sebelum akhirnya bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Karier politik pria berusia 37 tahun ini terhitung melesat dengan cepat di ranah lokal. Berangkat dari motivasi memajukan sektor pariwisata daerah, Hamenang berhasil menduduki kursi legislatif daerah pemilihan (Dapil) Klaten V.
Puncaknya, ia terpilih menjadi Ketua DPRD Kabupaten Klaten periode 2019–2024 sekaligus menjadikannya salah satu pimpinan dewan termuda di Solo Raya.
Dengan berbekal modal politik tersebut, Hamenang kemudian maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Klaten. Berpasangan dengan Benny Indra Ardhianto, ia berhasil memenangi suara mayoritas dan resmi dilantik menjadi Bupati Klaten untuk periode jabatan 2025–2030.
Nahas, belum genap dua tahun memimpin Kabupaten Klaten, langkah Hamenang terhenti oleh tim penindakan KPK.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa operasi tangkap tangan ini berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD), perizinan, serta pengondisian hasil audit anggaran Pemkab Klaten bersama oknum BPK perwakilan Jawa Tengah.
Sebelum dibawa oleh tim penyidik menuju Jakarta, Hamenang sempat menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat Kabupaten Klaten atas kegaduhan kasus hukum yang menjerat dirinya.(knu)
Baca juga:
KPK Bukan Cuma Ciduk Bupati Klaten Hamenang, Mobil Pj Sekda Jaka Purwanto Ikut Terseret