MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Bupati Muara Enim Edison (EDS) bersama tiga tersangka lain dalam kasus dugaan suap di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim tahun anggaran 2025-2026.
Teranyar, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) dalam pengembangan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan di Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Kali ini, lembaga antirasuah mengamankan sejumlah aparatur sipil negara (ASN) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Jubir KPK Budi Prasetyo mengatakan OTT lanjutan tersebut berkaitan dengan dugaan suap dari pihak Pemkab Muara Enim kepada oknum BPK. Dugaan suap itu disebut berkaitan dengan temuan pemeriksaan proyek pengadaan, termasuk pengadaan Smart TV yang sebelumnya telah diungkap dalam konstruksi perkara.
Kami menyampaikan update lanjutan peristiwa tertangkap tangan kemarin di Sumatera Selatan, bahwa KPK kembali melakukan tangkap tangan lanjutan yang berkaitan dengan dugaan pemberian suap dari Pemkab Muara Enim kepada pihak-pihak di Badan Pemeriksa Keuangan,
kata Budi di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (10/6).
Baca juga:
Budi menjelaskan, total ada 11 orang yang diamankan dalam rangkaian OTT tersebut. Enam orang merupakan pihak yang sebelumnya telah terjaring dalam OTT awal, sedangkan lima orang lainnya merupakan pihak baru.
Lima orang ini merupakan ASN dari Badan Pemeriksa Keuangan,
ujarnya.
Saat ini, seluruh pihak yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif. KPK juga telah menggelar ekspose perkara pada Rabu siang dan memutuskan meningkatkan status penanganan kasus dari penyelidikan menjadi penyidikan.
Diputuskan naik ke tahap penyidikan berdasarkan bukti permulaan yang cukup dan sah,
kata Budi.
KPK selanjutnya akan menetapkan pihak-pihak yang dinilai bertanggung jawab sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap kepada oknum BPK tersebut.
Kasus ini merupakan pengembangan dari OTT yang dilakukan KPK pada 6-9 Juni 2026 di wilayah Jakarta dan Sumatera Selatan. Dalam perkara sebelumnya, KPK telah menetapkan empat tersangka, yakni Bupati Muara Enim Edison, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muara Enim Abi Nurwardani, orang kepercayaan bupati Adi Triyadi, serta Marketing PT Millenium Solusi Abadi Cory Erin Hardi.