KPK Cermati Nama Djaka Budhi Utama yang Muncul dalam Sidang Korupsi Bea Cukai

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 17 Juni 2026
KPK Cermati Nama Djaka Budhi Utama yang Muncul dalam Sidang Korupsi Bea Cukai

Ketua KPK Setyo Budiyanto. (Foto: MerahPutih.com/Didik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto, angkat bicara terkait munculnya sejumlah nama pejabat dalam persidangan kasus dugaan korupsi di lingkungan Bea dan Cukai.

Salah satu nama yang menjadi perhatian adalah Djaka Budhi Utama. Selain Djaka, dalam persidangan juga muncul nama Ahmad Deddy serta Nyoman Adhi Suryadnyana.

Setyo menegaskan,Rabu (17/6), KPK tidak mengabaikan fakta-fakta yang terungkap selama proses persidangan. Menurutnya, penyidik dan Kedeputian Penindakan saat ini tengah mencermati seluruh informasi yang muncul sebelum menentukan langkah lanjutan.

Informasi-informasi tersebut tentu dicermati juga oleh penyidik dan Kedeputian Penindakan, tidak dilepaskan begitu saja,

Ketua KPK, Setyo Budiyanto.

Keterangan Saksi Akan Diuji dengan BAP dan Fakta Persidangan

Setyo menjelaskan, secara prosedural jaksa penuntut umum akan menyusun laporan pengembangan berdasarkan fakta-fakta yang terungkap selama persidangan. Laporan tersebut kemudian menjadi bahan pembahasan bersama tim penyidik.

Menurut dia, setiap keterangan saksi yang disampaikan di bawah sumpah akan dibandingkan dengan berita acara pemeriksaan (BAP) saat tahap penyidikan. Selain itu, keterangannya juga akan diuji melalui kesaksian pihak lain maupun alat bukti yang tersedia.

"Semuanya menjadi bahan kajian sampai nanti ada keputusan lebih lanjut," ujarnya.

Baca juga:

Jaksa KPK Beberkan Dugaan Aliran Dana Rp 21 Miliar ke Dirjen Bea Cukai dalam Kasus Blueray Cargo

KPK Belum Bicara Soal Kemungkinan Pemanggilan

Saat ditanya mengenai kemungkinan pemanggilan Djaka Budhi Utama yang disebut dua kali dalam persidangan dan diduga menerima uang puluhan miliar rupiah, Setyo memilih tidak mendahului proses yang sedang berjalan.

Ia menegaskan pimpinan KPK tidak bisa langsung menginstruksikan tindakan tertentu tanpa melalui kajian dan pembahasan yang komprehensif.

"Biasanya ada pembahasan secara khusus antara penuntut dengan penyidik. Kalau semuanya sudah lengkap dan kuat, baru ada langkah berikutnya," kata Setyo.

Baca juga:

KPK Belum Mau Periksa Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi, Tunggu Hasil Sidang Blueray Cargo

Setyo menambahkan, seluruh informasi yang berkembang dalam persidangan saat ini masih terus dikumpulkan dan dianalisis oleh penyidik.

Analisis tersebut dilakukan untuk melihat keterkaitan setiap informasi dengan alat bukti lain yang telah dimiliki KPK sebelum lembaga antirasuah itu mengambil keputusan lebih lanjut terkait pengembangan perkara. (Pon)

#Ketua KPK #KPK #Setyo Budiyanto #Djaka Budi Utama #Korupsi Bea Cukai #Bea Cukai
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
KPK Seret Dedi Congor Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Siapa Menyusul?
KPK resmi menetapkan Ahmad Dedi alias Dedi Congor sebagai tersangka baru dalam pusaran kasus suap pejabat Bea Cukai Kemenkeu. Simak update selengkapnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Oktober 2026
KPK Seret Dedi Congor Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Siapa Menyusul?
Indonesia
KPK Geledah Kantor DLH Klaten Selama 7 Jam, Sejumlah Dokumen Disita
KPK menggeledah kantor DLH Klaten pada Kamis (29/10). Penyidik KPK membawa dua koper berisi barang bukti.
Soffi Amira - Jumat, 30 Oktober 2026
KPK Geledah Kantor DLH Klaten Selama 7 Jam, Sejumlah Dokumen Disita
Indonesia
KPK Hanya Geledah Kantor Bea Cukai Kudus, Tidak Bawa Pegawai
Ruwiya mengaku belum memperoleh informasi secara lengkap mengenai barang atau data yang dibawa tim KPK dari kantor tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Hanya Geledah Kantor Bea Cukai Kudus, Tidak Bawa Pegawai
Indonesia
KPK Geledah Bea Cukai dan Pabrik Rokok di Kudus
Di tengah kegiatan penggeledahan, aktivitas pelayanan dan pekerjaan pegawai di kantor tersebut masih berlangsung.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Geledah Bea Cukai dan Pabrik Rokok di Kudus
Indonesia
KPK Masih Tutup Rapat Jadwal Panggilan Pemeriksaan Ketiga Nusron Wahid
KPK masih merahasiakan jadwal pemanggilan ketiga Menteri ATR/BPN Nusron Wahid terkait dugaan suap HGB Summarecon Bogor. Cek info selengkapnya!
Wisnu Cipto - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Masih Tutup Rapat Jadwal Panggilan Pemeriksaan Ketiga Nusron Wahid
Indonesia
KPK Periksa Sestama BNPB Rustian sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi
Ia menjalani pemeriksaan selama kurang lebih tujuh jam sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi di lingkungan BNPB.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
KPK Periksa Sestama BNPB Rustian sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi
Indonesia
Dilepas Pasca-OTT, Sestama BNPB Rustian Kembali Diperiksa KPK Lagi Hari Ini
Sestama BNPB Rustian kembali diperiksa KPK terkait dugaan korupsi dana siap pakai penanganan bencana usai sempat dilepas saat OTT. Cek faktanya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 27 Oktober 2026
Dilepas Pasca-OTT, Sestama BNPB Rustian Kembali Diperiksa KPK Lagi Hari Ini
Indonesia
Emas Disembunyikan di Tubuh Penumpang, Bea Cukai Bongkar Upaya Ekspor Ilegal Rp 61,95 Miliar
Bea Cukai menggagalkan ekspor ilegal 25,88 kg emas senilai Rp61,95 miliar di lima bandara internasional sepanjang Oktober 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 27 Oktober 2026
Emas Disembunyikan di Tubuh Penumpang, Bea Cukai Bongkar Upaya Ekspor Ilegal Rp 61,95 Miliar
Indonesia
Usul Cerdas KPK di RUU Perampasan Aset: Harta Pejabat di Luar LHKPN Bisa Dirampas Negara
KPK mengusulkan RUU Perampasan Aset agar berwenang menyita harta pejabat yang tidak dilaporkan di LHKPN. Simak ulasan dan fakta hukum lengkapnya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 27 Oktober 2026
Usul Cerdas KPK di RUU Perampasan Aset: Harta Pejabat di Luar LHKPN Bisa Dirampas Negara
Berita Foto
Suhendrik Jalani Pemeriksaan Lanjutan Kasus Korupsi Iklan Bank BJB
Tersangka Direktur PT Wahana Semesta Bandung Ekspres (WBE) Suhendrik, usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 23 Oktober 2026
Suhendrik Jalani Pemeriksaan Lanjutan Kasus Korupsi Iklan Bank BJB
Bagikan