KPK Bongkar Modus Pejabat Bea dan Cukai Sewa Safe House dalam Kasus Suap Importasi

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 27 Februari 2026
KPK Bongkar Modus Pejabat Bea dan Cukai Sewa Safe House dalam Kasus Suap Importasi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: MP/Dicke Prasetia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap temuan rumah aman atau safe house tambahan dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Lokasi tersebut diduga dipakai untuk menyimpan uang hasil kejahatan.


Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan para oknum DJBC menyewa sejumlah apartemen di Jakarta Pusat sebagai tempat penyimpanan barang bukti.


“Para oknum DJBC ini menyewa beberapa apartemen di Jakarta Pusat yang digunakan untuk safe house. Barang-barang hasil kejahatan disimpan di sana,” kata Asep dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/2).


Menurut Asep, penyewaan beberapa lokasi dilakukan agar aktivitas para pelaku tidak mudah terdeteksi. Mereka disebut sering berpindah tempat untuk kepentingan operasional. KPK juga menduga Kepala Seksi Intelijen Cukai Penindakan dan Penyidikan DJBC Budiman Bayu Prasojo sempat memerintahkan pegawainya membersihkan salah satu safe house setelah operasi tangkap tangan (OTT). Apartemen tersebut disewa sejak pertengahan 2024 atas arahan Budiman Bayu dan Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan DJBC, Sisprian Subiaksono.


Uang yang disimpan di lokasi itu diduga berasal dari pengurusan importasi barang dan cukai. Penyidik KPK telah menggeledah sejumlah safe house dan menemukan barang bukti berupa uang tunai serta barang lainnya.

Baca juga:

KPK Tangkap Pegawai Bea dan Cukai Budiman Bayu Prasojo Terkait dengan Kasus Importasi




Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan total ada empat safe house yang ditemukan, tersebar di Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Tangerang Selatan. Dari salah satu lokasi, penyidik menyita uang sekitar Rp 5 miliar yang tersimpan dalam lima koper.


Kasus ini merupakan pengembangan OTT KPK pada 4 Februari 2026 terkait dengan dugaan suap pengurusan importasi barang. KPK sebelumnya menetapkan enam tersangka, termasuk pejabat DJBC dan pihak swasta. Perkara diduga bermula dari kesepakatan pengaturan jalur importasi pada Oktober 2025. Budiman kemudian ditetapkan sebagai tersangka baru setelah ditangkap di kantor pusat DJBC di Jakarta Timur pada 26 Februari 2026.


Budiman diduga menerima dan mengelola uang dari pengusaha dan importir sejak November 2024. Ia dijerat Pasal 12B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(Pon)

Baca juga:

KPK Tahan Tersangka OTT Importasi Barang di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai







#KPK #Kasus Korupsi #Ditjen Bea Dan Cukai
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Momen Menteri ATR/BPN Nusron Wahid usai Jalani Pemeriksaan KPK sebagai Saksi
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid meninggalkan Gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 04 November 2026
Momen Menteri ATR/BPN Nusron Wahid usai Jalani Pemeriksaan KPK sebagai Saksi
Indonesia
Kelar Diperiksa KPK Terkait Dugaan Suap HGB Bogor, Nusron Wahid: Saya Pejabat!
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid penuhi panggilan KPK terkait kasus dugaan suap HGB Summarecon Bogor. Cek fakta pemeriksaan dan daftar tersangkanya di sini!
Angga Yudha Pratama - Rabu, 04 November 2026
Kelar Diperiksa KPK Terkait Dugaan Suap HGB Bogor, Nusron Wahid: Saya Pejabat!
Berita Foto
Sidang Lanjutan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah di PN Tipikor Jakarta
Terdakwa kasus dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Febrie Adriansyah di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (2/11/2026).
Didik Setiawan - Senin, 02 November 2026
Sidang Lanjutan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah di PN Tipikor Jakarta
Indonesia
KPK Seret Dedi Congor Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Siapa Menyusul?
KPK resmi menetapkan Ahmad Dedi alias Dedi Congor sebagai tersangka baru dalam pusaran kasus suap pejabat Bea Cukai Kemenkeu. Simak update selengkapnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Oktober 2026
KPK Seret Dedi Congor Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Siapa Menyusul?
Indonesia
KPK Geledah Kantor DLH Klaten Selama 7 Jam, Sejumlah Dokumen Disita
KPK menggeledah kantor DLH Klaten pada Kamis (29/10). Penyidik KPK membawa dua koper berisi barang bukti.
Soffi Amira - Jumat, 30 Oktober 2026
KPK Geledah Kantor DLH Klaten Selama 7 Jam, Sejumlah Dokumen Disita
Berita Foto
Eks Wamen Imipas Silmy Karim Jalani Sidang Dakwaan di Pengadilan Tipikor
Terdakwa kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi izin tinggal WNA, Silmy Karim mengikuti sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 29 Oktober 2026
Eks Wamen Imipas Silmy Karim Jalani Sidang Dakwaan di Pengadilan Tipikor
Indonesia
KPK Hanya Geledah Kantor Bea Cukai Kudus, Tidak Bawa Pegawai
Ruwiya mengaku belum memperoleh informasi secara lengkap mengenai barang atau data yang dibawa tim KPK dari kantor tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Hanya Geledah Kantor Bea Cukai Kudus, Tidak Bawa Pegawai
Indonesia
KPK Geledah Bea Cukai dan Pabrik Rokok di Kudus
Di tengah kegiatan penggeledahan, aktivitas pelayanan dan pekerjaan pegawai di kantor tersebut masih berlangsung.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Geledah Bea Cukai dan Pabrik Rokok di Kudus
Indonesia
KPK Masih Tutup Rapat Jadwal Panggilan Pemeriksaan Ketiga Nusron Wahid
KPK masih merahasiakan jadwal pemanggilan ketiga Menteri ATR/BPN Nusron Wahid terkait dugaan suap HGB Summarecon Bogor. Cek info selengkapnya!
Wisnu Cipto - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Masih Tutup Rapat Jadwal Panggilan Pemeriksaan Ketiga Nusron Wahid
Indonesia
KPK Periksa Sestama BNPB Rustian sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi
Ia menjalani pemeriksaan selama kurang lebih tujuh jam sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi di lingkungan BNPB.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
KPK Periksa Sestama BNPB Rustian sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi
Bagikan