KPAI Gali Motif Intan Noviana Tulis Buku Mengandung Unsur LGBT
Ilustrasi. (MP/Alfi Ramadhani)
MerahPutih.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) berencana menggelar pertemuan tertutup dengan penulis buku mengandung unsur LGBT Intan Noviana, hari ini, Rabu (3/1).
Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengatakan dalam pertemuan nanti, KPAI akan menggali keterangan dari penulis terkait motif memasukkan unsur LGBT dalam buku "Balita Langsung Lancar Membaca".
"KPAI akan menggali informasi motif yang mendorong penulis membuat buku anak dengan konten LGBT," kata Retno kepada awak media, Rabu (3/1).
Selain itu, KPAI juga akan meminta penulis puluhan buku anak ini untuk menjelaskan isi tulisan buku yang lainnya, karena diketahui Intan merupakan penulis buku anak-anak yang cukup produktif.
"KPAI juga akan menggali informasi buku-buku Intan Noviana yang lain yang semuanya tentang belajar membaca bagi balita," ujar Retno.
Karenanya, KPAI akan meminta penulis membawa buku-bukunya yang lain.
"Dikhawatir masih terselip kata-kata yang serupa dengan konten yang tidak layak," imbuhnya.
Sebelumnya diketahui, Jumat (29/12) lalu, Penerbit Pustaka Widyatama telah mendatangi KPAI dan mengklarifikasi isi buku kontroversial karangan Intan Noviana.
Pihak penerbit mengakui terjadi kesalahan pada pihak editor sebelum menerbitkan buku. Sehingga, sudah melakukan penarikan buku sejak terjadi komplain dari pembaca pada tahun 2011 hingga tahun 2012. Semenjak penarikan buku tersebut, maka Pustaka Widyatama sudah tidak memproduksi dan mengedarkan buku tersebut.
Jadi, buku yang sempat menghebohkan masyarakat di tahun 2017 lalu adalah buku lama yang sudah tidak diterbitkan lagi. (Fdi)
Baca juga berita lainnya dalam artikel: Hari Ini Penulis Buku Balita Berkonten LGBT Datangi KPAI
Bagikan
Berita Terkait
Korban Kekerasan Anak Meningkat, Komisi XIII DPR Minta Pendampingan Psikologis Diperkuat
KPAI Sebut Tindakan Pendakwah yang Diduga Lakukan Pelecehan Bisa Picu Kecemasan dan Pengaruhi Mental Anak
3 Norma Dilanggar, KPAI Tegaskan Aksi Dai Cium Anak di Ruang Publik Bisa Masuk Ranah Hukum
KPAI Dorong Sekolah Perkuat Sistem Deteksi Dini Usai Ledakan di SMAN 72 Jakarta
Jangan Biarkan Perundungan di Sekolah, Dampak Bullying Akan di Luar Kendali
Insiden Ledakan SMAN 72 Kelapa Gading, KPAI Sebut Longgarnya Pengawasan Keamanan Sekolah
KPAI Tuntut Usut Tuntas Kematian Siswa Pahoa, Jangan Sampai Korban Dicap Stigma Negatif
Tak Ada Toleransi, Polri Kembangkan Sistem Deteksi Dini LGBT untuk Seleksi Calon Polisi
Puluhan Anak Masih Ditahan Imbas Demo Agustus 2025, KPAI Sebut Ada Indikasi Mobilisasi Anak Secara Masif
KPAI Sesalkan Polisi Tetapkan Ratusan Anak Tersangka Demo Rusuh Agustus 2025