KPAI: Eksploitasi Tubuh Anak di Dunia Maya Meningkat

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Rabu, 30 Desember 2015
KPAI: Eksploitasi Tubuh Anak di Dunia Maya Meningkat

Ilustrasi Kekerasan terhadap anak (kesekolah.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Peristiwa - Berdasarkan data yang dihimpun oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia sepanjang tahun 2015, kasus kejahatan pornografi serta ekploitasi tubuh anak-anak di dunia maya meningkat. Angka kasus tersebut, baik yang melibatkan anak sebagai korban atau pun pelaku, mencapai 154 kasus. Angka itu meningkat dibanding tahun lalu yang hanya 98 kasus.

"Dari data yang kami temukan di lapangan banyak anak-anak yang mengakses situs pornografi. Selain itu, banyak juga anak yang menjadi pelaku seksual yang menyebarkan aktivitasnya bersama pasangannya di dunia maya terutama melalui media sosial Youtube, Facebook dan Twitter," ujar Ketua KPAI Asrorun Niam Sholeh dalam rilis akhir tahun kinerja lembaganya di Jalan Sam Ratulangi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/12).

Bukan hanya itu, bahkan anak juga menonton video porno di dunia maya. Sehingga KPAI mengkategorikan sebagai bentuk kejahatan.

Menurut Asrorun, distribusi konten pornografi yang mudah diakses membuat para pelaku seksual tersebut dengan mudah mengksploitasi anak sebagai objek seksnya. Apalagi, ditambah dengan banyaknya warung internet yang masih memudahkan pengunjungnya membuka situs-situs porno dan itu dikunjungi oleh anak berpendidikan SD sampai SMP.

Angka ini akan terus meningkat setiap tahun, jika para pelaku usaha maupun Kementerian Komunikasi dan Informatika tidak serius untuk memblokir sejumlah situs yang masih menyediakan video maupun gambar porno yang mendukung orang untuk berbuat cabul.

"Harus ada mekanisme pemahaman batas-batas kewajiban dan hak anak. Langkah preventif dengan mem-block semua konten maupun game online diyakini bisa menaikkan angka kekerasan seksual, psikis maupun fisik yang melibatkan anak, entah itu sebagai pelaku maupun korban," tutupnya. (gms)


BACA JUGA:

  1. Rilis Akhir Tahun, KPAI: Jakarta Paling Rawan Kekerasan Anak
  2. Maraknya Seks Bebas di Kalangan Remaja, KPAI Salahkan Orang Tua
  3. KPAI Desak Pemerintah Segera Berlakukan Hukuman Kebiri
  4. KPAI Imbau Anak Harus Belajar Bela Diri
  5. KPAI: Predator Anak Dihukum Mati
#KPAI #Kekerasan Anak
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
KPAI Soroti Dugaan Anak Dijadikan Promosi Vape, Minta Penegak Hukum Bertindak
KPAI menyoroti dugaan keterlibatan anak dalam promosi vape di YouTube dan meminta aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 03 Agustus 2026
KPAI Soroti Dugaan Anak Dijadikan Promosi Vape, Minta Penegak Hukum Bertindak
Indonesia
Seorang Pelajar di Palmerah Jakarta Dibacok Orang Tidak Dikenal, Korban Alami Tiga Jahitan di Kepala
Pelaku pembacokan itu, diketahui menggunakan jaket serta masker. Salah satu terduga pelaku juga nampak mengenakan celana sekolah.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 28 Juli 2026
Seorang Pelajar di Palmerah Jakarta Dibacok Orang Tidak Dikenal, Korban Alami Tiga Jahitan di Kepala
Lifestyle
Festival Pahlawan Anak 2026 Digelar di Jakarta, Angkat Isu Kekerasan hingga Stunting
Save the Children menggelar Festival Anak Pahlawan pada 13-16 Agustus 2026. Acara ini mengajak masyarakat mewujudkan lingkungan aman.
Soffi Amira - Jumat, 17 Juli 2026
Festival Pahlawan Anak 2026 Digelar di Jakarta, Angkat Isu Kekerasan hingga Stunting
Indonesia
Kekerasan di Daycare Mencuat, DPR Wacanakan Revisi UU Perlindungan Anak
DPR RI tengah mengkaji langkah penguatan regulasi sebagai bagian dari strategi pencegahan kekerasan terhadap anak.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 05 Mei 2026
Kekerasan di Daycare Mencuat, DPR Wacanakan Revisi UU Perlindungan Anak
Indonesia
Komisi X DPR RI Bakal Perketat Izin Daycare Lewat Regulasi Pendidikan Informal
Meskipun pembahasan sempat tertunda akibat masa reses parlemen, Komisi X memastikan isu ini menjadi prioritas utama
Angga Yudha Pratama - Senin, 04 Mei 2026
Komisi X DPR RI Bakal Perketat Izin Daycare Lewat Regulasi Pendidikan Informal
Indonesia
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Beberapa anak terlaporkan mengidap penyakit seperti pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih (ISK), hingga mengalami stunting akibat kekurangan gizi dan dehidrasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Indonesia
DPR Minta Sanksi Berat untuk Dosen PTN yang Terlibat Kasus Kekerasan Daycare
DPR melalui Esti Wijayanti mendesak penonaktifan dosen terduga pelaku kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 April 2026
DPR Minta Sanksi Berat untuk Dosen PTN yang Terlibat Kasus Kekerasan Daycare
Indonesia
43% Daycare Tak Berizin, DPR Desak Razia Besar Demi Lindungi Anak
DPR mendesak razia daycare ilegal setelah maraknya kekerasan anak. Data menunjukkan 43 persen daycare belum berizin dan minim standar pengasuhan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 April 2026
43% Daycare Tak Berizin, DPR Desak Razia Besar Demi Lindungi Anak
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Maman menilai fenomena ini merupakan pengkhianatan terhadap kepercayaan orang tua yang menitipkan buah hati mereka
Angga Yudha Pratama - Rabu, 29 April 2026
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Indonesia
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Secara aturan, kasus ini memenuhi syarat untuk restitusi karena korbannya bayi
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Bagikan