KPAI Ajak Anak-anak Hindari Perang Sarung
Seorang anggota polisi saat memeriksa sejumlah barang bukti sarung yang digunakan perang sarung di Mapolresta Surakarta, Sabtu (16/3/2024) pagi. ANTARA/HO- Humas Polresta Surakarta.
MerahPutih.com - Perang sarung di bulan Ramadan yang melibatkan anak-anak harus dihindari. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengajak anak-anak untuk mengisi waktu dengan kegiatan Ramadan agar tidak ada yang terlibat dalam kegiatan perang sarung.
"KPAI mendorong prinsip-prinsip partisipasi anak menjadi paling utama dalam mengajak anak ikut beribadah selama Ramadan. Seperti banyaknya lembaga pendidikan yang saat ini menggelar tarhib Ramadan, seperti pawai bersama mengampanyekan ajakan puasa, kegiatan kelompok dalam mengenal Ramadhan, kerja sosial bersama di tempat-tempat membutuhkan, yang semuanya melibatkan, dikenalkan, diisi aktif oleh anak-anak," kata Wakil Ketua KPAI Jasra Putra saat dihubungi di Jakarta, Senin (18/3) seperti dilansir Antara.
Baca juga:
Jasra juga menuturkan waktu yang dihabiskan anak-anak di sekolah lebih sedikit selama ramadan sehingga pantauan orang tua dan guru berkurang. Anak-anak pun jadi lebih sering berkumpul dengan teman sebaya dan melakukan kegiatan tidak terpuji, contohnya tawuran dengan menggunakan sarung sebagai senjata.
"Setiap masuk Ramadan kita dihantui banyaknya anak-anak yang tawuran sarung," katanya.
Ia juga menanggapi kejadian perang sarung di Bekasi, Jawa Barat dan Malang, Jawa Timur, yang menelan korban jiwa. Hal ini dikarenakan sarung diisi besi dan parang.
"Sarung yang harusnya jadi alat ibadah shalat, namun di tangan anak-anak, berubah. Dengan berbagai selepetan yang bisa membahayakan," katanya.
Baca juga:
Bersiap Perang Sarung di Gading Solo, 14 Pemuda Diamankan Polresta Surakarta
Menurut KPAI, perlu adanya peran masjid dan lingkungan sekitar untuk mencegah anak-anak terlibat dalam perang sarung.
"KPAI berharap ada program yang dibangun di setiap masjid, mushala, lingkungan yang mengimbau dan mengajak anak-anak mengurangi tawuran. Selain itu, penting ada informasi yang digerakkan melalui Kementerian Agama, Kemendikbudristek, agar materi ceramah dibuat semacam panduan yang wajib dibacakan. Agar menjadi gerakan bersama mengurangi tawuran," kata Jasra Putra. (ikh)
Baca juga:
Polda Jateng Tindak Tegas Pelaku Perang Sarung Selama Ramadan
Bagikan
Berita Terkait
KPAI Usul Penyaluran Program MBG Ramah Anak tidak Libatkan Aparat Keamanan
Korban Kekerasan Anak Meningkat, Komisi XIII DPR Minta Pendampingan Psikologis Diperkuat
KPAI Sebut Tindakan Pendakwah yang Diduga Lakukan Pelecehan Bisa Picu Kecemasan dan Pengaruhi Mental Anak
3 Norma Dilanggar, KPAI Tegaskan Aksi Dai Cium Anak di Ruang Publik Bisa Masuk Ranah Hukum
KPAI Dorong Sekolah Perkuat Sistem Deteksi Dini Usai Ledakan di SMAN 72 Jakarta
Jangan Biarkan Perundungan di Sekolah, Dampak Bullying Akan di Luar Kendali
Insiden Ledakan SMAN 72 Kelapa Gading, KPAI Sebut Longgarnya Pengawasan Keamanan Sekolah
KPAI Tuntut Usut Tuntas Kematian Siswa Pahoa, Jangan Sampai Korban Dicap Stigma Negatif
Puluhan Anak Masih Ditahan Imbas Demo Agustus 2025, KPAI Sebut Ada Indikasi Mobilisasi Anak Secara Masif
KPAI Sesalkan Polisi Tetapkan Ratusan Anak Tersangka Demo Rusuh Agustus 2025