Kotak Hitam Black Hawk yang Bertabrakan dengan Pesawat American Airlines Ditemukan, AS Tetapkan Pembatasan Penerbangan Helikopter

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 02 Februari 2025
Kotak Hitam Black Hawk yang Bertabrakan dengan Pesawat American Airlines Ditemukan, AS Tetapkan Pembatasan Penerbangan Helikopter

Pencarian korban tabrakan pesawat American Airlines dan helikopter Black Hawk dilakukan di Sungai Potomac.(foto: Instagram @americanair)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - OTORITAS AS menetapkan pembatasan penerbangan helikopter di sekitar Bandara Nasional Reagan Washington pada Jumat (31/1), setelah kecelakaan udara yang melibatkan tabrakan antara pesawat penumpang American Airlines dan helikopter militer yang menewaskan 67 orang pada minggu ini.

Penyelidik telah menemukan kotak hitam helikopter tersebut pada Jumat. Peranti itu merekam data penerbangan dan suara di kokpit. Anggota Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) Todd Inman dalam sebuah konferensi pers pada Jumat (31/1) sore mengatakan informasi dari kotak hitam tersebut, bersama dengan perekam suara kokpit dan perekam data penerbangan dari pesawat CRJ700, dapat membantu pihak berwenang mengungkap kejadian sebelum kedua pesawat bertabrakan pada Rabu (29/1) malam dan jatuh ke Sungai Potomac yang membeku di Washington. Kecelakaan itu tercatat sebagai bencana udara paling mematikan di AS dalam dua dekade terakhir.

Dewan tersebut juga telah melakukan wawancara dengan pengendali lalu lintas udara, termasuk satu-satunya pengendali yang bekerja di menara Bandara Reagan pada saat kecelakaan. Meski begitu, pihak berwenang belum mengidentifikasi penyebab kecelakaan.

Inman menegaskan dewan tidak akan berspekulasi sebelum menyelesaikan penyelidikan. "NTSB merupakan lembaga independen, bipartisan. Selama 58 tahun, kami menjadi standar emas. Tugas kami ialah mencari fakta, tetapi yang lebih penting, kami bertanggung jawab memastikan tragedi ini tidak terulang, terlepas dari apa yang mungkin dikatakan pihak lain," ujar Inman, seperti dilansir The Korea Times. Ia menegaskan bahwa ia belum berbicara dengan Presiden Donald Trump atau pihak Gedung Putih.

Baca juga:

Kotak Hitam American Airlines yang Bertabrakan dengan Helikopter Black Hawk Ditemukan, NTSB Mulai Penyelidikan



Setelah kecelakaan di Washington, Administrasi Penerbangan Federal (FAA) memberlakukan pembatasan ketat pada penerbangan helikopter di dekat Bandara Reagan untuk mengurangi risiko tabrakan lain. Menteri Transportasi AS Sean Duffy mengonfirmasi hal ini pada Jumat (31/1). Duffy menyatakan bahwa keputusan tersebut ‘akan segera membantu mengamankan ruang udara di sekitar Bandara Reagan, memastikan keselamatan lalu lintas pesawat dan helikopter’.

FAA membatasi sebagian besar penerbangan helikopter dari beberapa rute dekat bandara tersebut, hanya mengizinkan helikopter polisi, medis, pertahanan udara, dan transportasi udara presiden di area antara bandara dan jembatan-jembatan terdekat. Menurut Duffy, pembatasan itu akan berlangsung setidaknya sampai NTSB merilis laporan awal tentang kecelakaan fatal tersebut, yang biasanya memakan waktu 30 hari. Setelah itu, kebijakan ini akan ditinjau kembali.

CEO American Airlines Robert Isom mengatakan maskapai tersebut akan bekerja sama dengan pemerintah untuk ‘menjadikan sistem penerbangan mereka lebih aman’.

Hingga saat ini, petugas telah menemukan 41 jenazah korban. Proses pengangkatan puing-puing dari Sungai Potomac akan dimulai dengan lebih intensif pada Minggu (2/2) dan diperkirakan akan berlangsung sepanjang minggu. Kepala Pemadam Kebakaran Washington, DC John Donnelly mengungkapkan 28 jenazah telah berhasil diidentifikasi dan diperkirakan seluruh korban akan ditemukan.

Pesawat American Airlines tersebut sedang mencoba mendarat ketika sebuah helikopter Black Hawk milik Angkatan Darat menabrak, menewaskan seluruh 60 penumpang dan empat awak pesawat yang ada di dalamnya. Dua dari tiga anggota militer yang tewas dalam kecelakaan helikopter tersebut telah diidentifikasi pada Jumat.(dwi)

Baca juga:

Belum Ada Seminggu, Sudah Ada 5 Kecelakaan Pesawat Terjadi

#Kecelakaan Pesawat #Amerika Serikat
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.

Berita Terkait

Indonesia
Demo Bela Venezuela di Depan Kedubes AS, Perhimpunan Ojol Sebut Amerika tak lagi Jadi Acuan Demokrasi
Ketua Umum Perhimpunan Ojek Online Indonesia (O2) Cecep Saripudin menyebut pihaknya menentang aksi Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Dwi Astarini - Rabu, 14 Januari 2026
Demo Bela Venezuela di Depan Kedubes AS, Perhimpunan Ojol Sebut Amerika tak lagi Jadi Acuan Demokrasi
Dunia
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Tangkapan layar di Truth Social yang dibuat seperti biografi Wikipedia, mengklaim Trump sebagai presiden sementara Venezuela mulai Januari 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Januari 2026
Unggahan di Truth Social, Trump Mengklaim Sebagai Presiden Sementara Venezuela
Dunia
AS Siapkan Rencana Aneksasi, Pasukan NATO Bakal Ditempatkan di Greenland
Greenland memiliki pemerintahan sendiri dan kewenangan luas dalam mengatur urusan domestik, meski kebijakan luar negeri dan pertahanan tetap berada di tangan Kopenhagen.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Januari 2026
AS Siapkan  Rencana Aneksasi, Pasukan NATO Bakal Ditempatkan di Greenland
Dunia
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela
Keputusan ini menandai sikap tidak setuju atas ambisi Trump yang kian meluas di belahan Barat.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Senat AS Loloskan Resolusi Kewenangan Perang, Tolak Ancaman Militer Donald Trump terhadap Venezuela
Dunia
Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama
Meski begitu, Gedung Putih tidak segera memberikan tanggapan ketika dimintai keterangan tambahan terkait dengan pertemuan tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Presiden AS Donald Trump akan Bertemu Pemimpin Oposisi Venezuela Maria Corina Machado, meski Ogah Bekerja Sama
Dunia
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Disebut tidak lagi melayani kepentingan Amerika dan mendorong agenda yang tidak efektif atau bersifat bermusuhan.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Januari 2026
Presiden Donald Trump Tarik Keikutsertaan Amerika Serikat dari Puluhan Organisasi Internasional, Sebut tak Melayani Kepentingan Negaranya
Dunia
Gedung Putih Tegas akan Dikte Keputusan dan Penjualan Minyak Venezuela
Trump akan melakukan hal itu dengan mengandalkan blokade laut serta ancaman penggunaan kekuatan lebih lanjut.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Januari 2026
Gedung Putih Tegas akan Dikte Keputusan dan Penjualan Minyak Venezuela
Indonesia
Menlu: AS Ingin Beli Greenland Bukan Menginvasi
Retorika keras Gedung Putih bertujuan untuk membujuk Denmark agar menjual Greenland kepada Amerika Serikat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Januari 2026
Menlu: AS Ingin Beli Greenland Bukan Menginvasi
Dunia
Culik Nicolas Maduro, Presiden AS Donald Trump Klaim Venezuela akan Serahkan 50 Juta Barel Minyak kepada AS
Trump mengatakan uang hasil penjualan akan berada di bawah kendalinya dan digunakan untuk kepentingan rakyat Venezuela dan Amerika Serikat.
Dwi Astarini - Rabu, 07 Januari 2026
 Culik Nicolas Maduro, Presiden AS Donald Trump Klaim Venezuela akan Serahkan 50 Juta Barel Minyak kepada AS
Dunia
AS Akan Kontrol Penjualan 50 Juta Barel Minyak Venezuela, Larang Kerjasama Dengan China
Trump mengatakan minyak itu akan dijual pada harga pasar, dan hasilnya akan dikontrol oleh dirinya sebagai Presiden Amerika Serikat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Januari 2026
AS Akan Kontrol Penjualan 50 Juta Barel Minyak Venezuela, Larang Kerjasama Dengan China
Bagikan