Korea Utara Bakal Luncurkan Roket Baru Tahun ini

Soffi AmiraSoffi Amira - Minggu, 12 Mei 2024
Korea Utara Bakal Luncurkan Roket Baru Tahun ini

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un. Foto: ANTARA/KCNA/via Xinhua

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Korea Utara mengatakan akan mengerahkan peluncur roket ganda 240 mm baru untuk militer mereka mulai tahun ini. Sistem senjata tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan tempur artileri negara tersebut.

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, mengawasi langsung uji penembakan peluru terkendali untuk “versi yang diperbarui secara teknis” dari sistem peluncur roket ganda 240 mm pada hari sebelumnya, menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).

“Peluncur roket ganda yang diperbarui dengan mobilitas tinggi dan konsentrasi tembakan itu memiliki sistem kendali gabungan tembakan otomatis dan akan dikerahkan ke unit Tentara Rakyat Korea sebagai peralatan pengganti mulai 2024 hingga 2026,” kata KCNA.

Korut menyebutkan, delapan peluru ditembakkan dari peluncur roket ganda tersebut mengenai "titik target", mengklaim bahwa uji coba tersebut menunjukkan "kekuatan penghancurnya".

Baca juga:

Korea Utara Kirim Delegasi Ekonomi ke Iran

"Perubahan signifikan akan dilakukan secepatnya untuk meningkatkan kemampuan perang artileri tentara kami," kata Kim, menyerukan peningkatan produksi peluru dan senjata artileri ke "tingkat tertinggi'.

Sistem persenjataan tersebut diyakini menargetkan wilayah ibu kota Korea Selatan yang lebih luas. Februari lalu, Korut mengatakan memiliki peluncur roket 240 mm yang dapat dikendalikan dan baru dikembangkan, sebuah langkah yang dapat meningkatkan kemampuan senjatanya dengan peningkatan jangkauan dan presisi.

Pada bulan lalu, negara tersebut melakukan uji coba peluru baru untuk sistem senjatanya. Para pengamat mengatakan, Korut sepertinya meningkatkan pengembangan peluncur roket dalam upaya untuk memasoknya ke Rusia yang akan digunakan dalam perang Moskow di Ukraina dan meningkatkan uji coba senjata yang menargetkan Korea Selatan. (*)

Baca juga:

SpaceX Tingkatkan Frekuensi Uji Penerbangan Roket di 2024

#Korea Utara #Senjata Nuklir #Militer
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Soffi Amira

Content editor, jurnalis digital, content writer yang terbiasa menulis artikel Search Engine Optimization (SEO). Ilmu Komunikasi (Jurnalistik) Universitas Multimedia Nusantara (UMN) 2012-2017. Aktif menulis, mengedit, dan mengembangkan berbagai jenis konten, mulai dari sepak bola, teknologi, hingga isu-isu yang sedang tren.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Mobil BYD Dilarang Masuk Pangkalan Militer AS, Ini Alasannya
Kendaraan BYD dilarang memasuki Pangkalan Udara Kadena di Jepang karena kekhawatiran keamanan. Kamera dan sensor mobil modern menjadi sorotan.
Yusuf Abdillah - Senin, 26 Oktober 2026
Mobil BYD Dilarang Masuk Pangkalan Militer AS, Ini Alasannya
Dunia
Kim Jong-un Dirumorkan Meninggal Dunia karena Pendarahan Otak, Korea Utara Langsung Bantah dengan Foto
Unggahan media sosial mengklaim Jong-un mengalami pendarahan otak parah.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Kim Jong-un Dirumorkan Meninggal Dunia karena Pendarahan Otak, Korea Utara Langsung Bantah dengan Foto
Indonesia
Kemampuan Intai di Kawasan Pasifik Lemah, Jepang Betekad Miliki Kapal Selam Nuklir
Jepang terus mempertahankan tiga prinsip anti-nuklirnya yang melarang negara tersebut memiliki, memproduksi, dan membawa senjata nuklir ke wilayahnya.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
Kemampuan Intai di Kawasan Pasifik Lemah, Jepang Betekad Miliki Kapal Selam Nuklir
Dunia
Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol Dijatuhi Hukuman 30 Tahun Penjara, Terbukti Kirim Drone ke Korut
Ia memerintahkan infiltrasi drone ke Korut demi meningkatkan ketegangan lintas perbatasan dan menciptakan alasan pemberlakuan darurat militer di Desember 2024.
Dwi Astarini - Jumat, 12 Juni 2026
Mantan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol Dijatuhi Hukuman 30 Tahun Penjara, Terbukti Kirim Drone ke Korut
Indonesia
Eks Menhan Ryamizard Ryacudu Tutup Usia di RSPAD Pukul 14.03 WIB, Bakal Disemayamkan di Cikeas
Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, eks Menteri Pertahanan RI, meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto pada 31 Mei 2026.
Wisnu Cipto - Minggu, 31 Mei 2026
Eks Menhan Ryamizard Ryacudu Tutup Usia di RSPAD Pukul 14.03 WIB, Bakal Disemayamkan di Cikeas
Dunia
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un Puji Pasukan yang Ledakkan Diri demi Hindari Penangkapan Ukraina
Di Korea Utara, para tentara diajarkan bahwa tertangkap musuh merupakan tindakan pengkhianatan.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
  Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un Puji Pasukan yang Ledakkan Diri demi Hindari Penangkapan Ukraina
Dunia
Peringatan Keras Trump ke Paus Leo XIV: Anda Tidak Bisa Biarkan Iran Punya Senjata Nuklir, Jutaan Orang akan Mati
Trump mengungkapkan kekhawatirannya secara langsung kepada pemimpin tertinggi Gereja Katolik tersebut
Angga Yudha Pratama - Selasa, 21 April 2026
Peringatan Keras Trump ke Paus Leo XIV: Anda Tidak Bisa Biarkan Iran Punya Senjata Nuklir, Jutaan Orang akan Mati
Indonesia
Nasib Empat Tersangka Penganiaya Andrie Yunus Ditentukan di Pengadilan Militer Besok
Oditurat Militer memastikan proses hukum terhadap empat oknum TNI yang menjadi tersangka penyiraman air keras ini berjalan transparan dan profesional
Angga Yudha Pratama - Rabu, 15 April 2026
Nasib Empat Tersangka Penganiaya Andrie Yunus Ditentukan di Pengadilan Militer Besok
Dunia
[HOAKS atau FAKTA]: Korea Utara Kirim 50 Ribu Tentara Elitnya untuk Berperang Bantu Iran
50 ribu tentara elit Korea utara disebut bergerak menuju Iran.
Frengky Aruan - Kamis, 09 April 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Korea Utara Kirim 50 Ribu Tentara Elitnya untuk Berperang Bantu Iran
Indonesia
Tambahan Pesawat Militer A400M Tergantung Putusan Menteri Pertahanan
TNU AU hanya bertugas sebagai pengguna atau operator dari setiap alat utama sistem senjata yang dibeli Kemhan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 09 April 2026
Tambahan Pesawat Militer A400M Tergantung Putusan Menteri Pertahanan
Bagikan