Kontroversi Ormas Kelola Tambang, DPR Soroti Masyarakat Sekitar tak Sejahtera
Anggota Komisi VI DPR RI Deddy Yevri Hanteru Sitorus.(foto: dok DPR)
MERAHPUTIH.COM- KEBIJAKAN Presiden Joko Widodo yang memberikan karpet merah kepada organisasi keagamaan untuk mengelola tambang menuai kontroversi. Anggota Komisi VI DPR Deddy Yevri Hanteru Sitorus menilai selama ini banyak masyarakat sekitar tambang yang tak mendapatkan keuntungan.
Dia mencontohkan masyarakat Kalimantan yang setiap hari bekerja untuk tambang malah hanya bisa 'gigit jari' melihat melihat banyaknya sumber daya alam mereka yang diambil. "Jangankan tambang, tanah mereka pun diambil untuk plasma. Ini yang sampai sekarang konflik semua," jelas politikus Fraksi PDI-Perjuangan ini di Jakarta, Rabu (12/6).
Baca juga:
Politikus NasDem Khawatir Ormas Keagamaan Hanya Jual Lisensi Izin Tambang
Anggota dewan dari Dapil Kalimantan Utara ini menilai banyak masyarakat sekitar tambang yang tak kecipratan ‘kue’ mengelola tambang. “Mereka yang berdiam dari ribuan tahun, di dapil saya Kalimantan Utara sana, ratusan kapal tiap hari ada di laut memindahkan batu bara untuk diekspor. Mereka cuma gigit jari,” jelas dia.
Dia mendesak pemerintah adil dengan memberikan akses kepada masyarakat sekitar tambang untuk mengelolanya. "Ini kan ada dipikirkan juga keadilan untuk semua, terutama masyarakat asli di sana. Masyarakat setempat yang bisa mendapatkan keuntungan (dari pengelolaan tambang),” harap Deddy.(knu)
Baca juga:
Saham Badan Usaha Tambang Ormas Keagamaan Harus Milik Koperasi
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Semua Menteri Gerindra Kumpul di Syukuran HUT Partai di DPR
DPR Bongkar Ironi Jaksa di Daerah Terpencil dan Wilayah Kepulauan, untuk Pulang Kampung Saja Enggak Cukup
DPR Percepat RUU Migas, Pertamina PHE Jadi Calon Tunggal Pengelola Kontrak Energi
Pasien Cuci Darah Nyaris 'Lewat' Gara-gara BPJS Mati Mendadak, DPR Ngamuk Minta Aktivasi Darurat Sekarang
DPR Cecar Dewas BPKH Soal Transparansi Uang Jemaah, Nasib Uang Haji di Ujung Tanduk?
Arief Hidayat Resmi Pensiun Dari Hakim Konstitusi MK
Dosen Politik Senior UI Kritik Pemilu, Lahirkan Partai “Rental” Pemuja Uang
Raker Menteri Imipas dengan Komisi XIII DPR Bahas Implementasi KUHP dan KUHAP
RDP Korban Pelanggaran HAM Saudah dengan Komisi XIII DPR di Jakarta
Prabowo Kumpulkan Kepala Daerah, Komisi II DPR: Dukung Program Prioritas Presiden