Konon Kentang Ampuh Turunkan Berat Badan dalam Waktu Singkat

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 01 Februari 2023
Konon Kentang Ampuh Turunkan Berat Badan dalam Waktu Singkat

Kentang merupakan sumber utama kalori pada diet. (Pexels/Pixabay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PUNYA berat badan ideal merupakan dambaan semua orang. Tidak heran jika banyak orang melakukan berbagai cara demi mendapatkan berat badan impian mereka, salah satunya diet.

Terdapat banyak sekali metode diet termasuk diet kentang. Lalu, apa sih diet kentang? Bagaimana cara melakukannya?

Baca Juga:

Ganti Pola Hidup Sehat dengan 'Veganuary'

kentang
Diet kentang merupakan diet yang menggantikan sumber utama karbohidrat dan kalori dengan kentang. (Unsplash/Lars Blankers)


Diet kentang


Diet kentang merupakan diet yang menggantikan sumber utama karbohidrat dan kalori dengan kentang. Bagi masyarakat yang sering mengonsumsi nasi setiap hari, cara ini bisa menjadi alternatif pilihan. Sebab, kentang juga merupakan sumber serat, vitamin dan mineral yang sangat baik untuk kesehatan tubuh.

Seperti dilansir dari laman Very Well Fit, kentang adalah solusi untuk menurunkan berat badan cepat jangka pendek. Kentang merupakan sumber utama kalori pada diet, yang mengandung sumber serat, vitamin, dan mineral yang sangat baik. Para pendukung diet kentang percaya bahwa kamu bisa kehilangan sekitar satu pon perminggu.

Dibandingkan nasi, kentang mengandung vitamin C 22 persen lebih banyak. Selain itu, penyerapan mineralnya lebih lengkap, termasuk magnesium, fosfor, serta kalium. Beberapa orang percaya bahwa timbangan mereka berkurang sekitar 1 pon per minggu setelah mencoba diet ini. Diet kentang tidak disarankan untuk penggunaan jangka panjang karena sifatnya yang dibatasi.

Cara diet kentang


Seperti dilansir dari laman detikHealth, metode mengonsumsi kentang sebagai pangan utama sudah ada sejak 1894. Seiring berjalannya waktu, beberapa tokoh mulai mengembangkan diet ini dengan versinya, contoh Tim Steele dalam bukunya Potato Hack: Weight Loss Simplified (2016).

Steele mengklaim bisa menurunkan berat badan hingga 0,45 kg per hari dengan mengonsumsi kentang putih biasa selama tiga sampai lima hari. Semua bumbu dan topping dilarang, kecuali garam yang diperbolehkan meski tidak disarankan.

Ada pula jenis diet kentang jangka panjang lainnya yang trend dalam beberapa tahun terakhir, yaitu Spud Fit Challege. Metode ini dibuat oleh pediet asal Australia bernama Andrew Taylor. Ia menerapkan diet kentang versinya selama setahun penuh dan berhasil menurunkan berat badan sebanyak 53,07 kg. Lain dengan Steele, Taylor tetap mengizinkan penambahan rempah-rempah dan bumbu bebas lemak.

Baca Juga:

Selain Segar, Air Dingin Ternyata Baik untuk Kesehatan

kentang
Diet kentang juga menurunkan kadar lemak tubuh dan sodium. (Unsplash/Dilyara Garifullina)

Manfaat diet kentang


Selain menurunkan berat badan, diet kentang juga menurunkan kadar lemak tubuh dan sodium. Berikut merupakan beberapa manfaat dari diet kentang:

Tinggi serat


Setiap 100 gram kentang rebus tanpa garam mengandung 1,8 gram serat makanan. Serat tidak hanya penting untuk sistem pencernaan yang sehat, namun juga membuat kamu kenyang lebih lama. Kentang mengandung pati resisten yang menjaga bakteri baik di usus.

Kentang dengan berat 180 gram mengandung lebih dari seperempat dosis harian potasium, vitamin C, serta vitamin B6. Selain itu, kentang adalah sumber antioksidan, terutama senyawa lutein dan zeaxanthin pada kentang putih dan antosianim pada kentang ungu dan merah.


Mudah diikuti


Diet mono seperti diet kentang memiliki kelebihan tertentu yaitu mudah diikuti oleh masyarakat umum. Beberapa orang berpendapat bahwa kesederhanaan aturan diet kentang membuatnya mudah diikuti.


Harga terjangkau


Kentang sangat mudah dan murah untuk didapatkan di Indonesia. Oleh karena itu, banyak pelaku diet yang memilih kentang sebagai pengganti nasi putih. (dkr)

Baca Juga:

Tubuh Tetap Butuh Lemak saat Diet

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan